Sering diasosiasikan dengan tampilan casual dan bahkan sederhana, secara tidak langsung memang menjadikan keberadaan dari model tas seperti totebag, utamanya totebag kanvas banyak diandalkan oleh banyak orang untuk mendukung tampilan “less is more” atau normcore. Karena tidak dapat dipungkiri, jika konsep gaya tersebut, hendaknya memang sedang menjadi trend di tengah publik urban masa kini. Namun meskipun mengusung konsep kesederhanaan atau keminimalisan dalam sebagai konstruksinya, tidak dapat dipungkiri masih sering didapati adanya kesalahan merawat totebag kanvas.
Mengingat, sebagai jenis model tas kekinian yang secara umum sering dipakai untuk berbagai macam keperluan, mulai itu dari kuliah, hangout, hingga belanja atau pun bekerja, tidak dapat dipungkiri jika totebag kanvas ini hendaknya memang adalah sebuah tas yang dikenal memiliki sifat bahan tebal, yang tidak hanya bisa memberi kesan kokoh dan awet saja, tetapi juga cepat sekali kotor dan kusam bila tidak dirawat atau dibersihkan dengan baik. Padahal secara garis besar, gaya yang mengandalkan model tas ini umumnya akan lebih berfokus pada siluet bersih, potongan yang rapi, juga bersahaja.
Sehingga adanya noda maupun tampilan yang terlihat kusam, baik itu dikarenakan masa atau cara penggunaan yang sudah terlampau lama serta cukup ekstrem, maupun karena kesalahan merawat totebag kanvas, tentu akan menjadi awal mula dari ketidak bagusan seluruh tampilan tas yang mungkin saja tidak akan pernah bisa dibenahi jika sudah terlanjur dibiarkan terlalu lama. Karena tidak dapat dipungkiri, jika kesalahan merawat totebag kanvas ini hendaknya masih rentan atau sering dilakukan oleh banyak orang, karena mereka menganggap jika bahan tas totebag ini adalah bahan yang fleksibel.
Padahal sebagai salah satu model tas kekinian yang dulunya mungkin hanya dianggap sebagai tas belanja atau tas kain biasa, keberadaan dari adanya tas totebag kanvas ini nyatanya telah bergeser dan memiliki fungsi yang cukup lebih kompleks, yaitu sebagai item fashion wajib terutama untuk versi gaya kasual, streetwear, atau normcore, yang dikenal sangat menjunjung tinggi siluet sederhana, bersih, juga nyaman. Tentu secara tidak langsung telah menjadikan perkara menjaga tampilannya tetap prima, baik dari segi durabilitas, fungsionalitas maupun visibilitas dianggap sebagai sebuah keharusan yang mutlak.
Dan adanya pernyataan tersebut pun hendaknya semakin didukung pula oleh bagaimana keberadaan dari totebag kanvas ini sendiri yang kini diketahui mulai banyak dilirik untuk kebutuhan media promosi atau branding yang sangat efektif serta efisien bagi perusahaan juga bisnis masa kini, yang biasanya akan dimanfaatkan sebagai merchandise atau PR Package, karena tidak hanya dianggap memiliki material yang kuat dan tebal, memiliki media cetak yang mudah, hadir dengan tampilan desain simple dan fungsional, atau eco friendly saja,tetapi juga karena dikenal memiliki cara perawatan yang mudah.
Daftar Isi
ToggleKesalahan Merawat Totebag Kanvas yang Merusak Kain

Menjadi salah satu model atau jenis tas yang diketahui telah bertransformasi dari sekadar “tas belanja” menjadi tas andalan semua orang, mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pekerja kantoran, hingga pencinta fashion, karena dinilai memiliki kombinasi sempurna pada fungsi, estetika, dan juga harganya. Agaknya memang menjadi beberapa faktor utama yang kemudian membuat keberadaan dari adanya totebag kanvas bisa begitu dicintai dan sulit digantikan oleh jenis tas lain, utamanya dalam mendukung mobilisasi masa kini, yang dikenal sangat aktif dan dinamis tapi tetap menuntut adanya kenyamanan.
Karena sebagai tas yang menganut prinsip utilitarian, yaitu sebuah tas yang mengutamakan fungsi, tas seperti totebag kanvas ini hendaknya memang sengaja dibuat dengan desain spacious yang bisa memuat banyak barang tanpa perlu menata strukturnya secara rumit. Oleh sebab itu, guna mendukung konsep tersebut, wajar saja bukan jika keberadaan dari jenis tas ini pun umumnya akan didukung dengan ciri berupa durabilitas tinggi serta kemudahan dalam proses pembersihan maupun perawatannya, karena memang tujuan utama pengadaan tas ini adalah untuk menonjolkan kemudahan dan kenyamanan.
Kesalahan Fatal Dalam Merawat Totebag Kanvas yang Sering Dilakukan:
Perkara merawat totebag kanvas, dalam hal ini sebenarnya bukan lah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan, apalagi salah satu klaim dari karakteristik model tas satu ini pun hendaknya juga adalah kemudahan dalam hal pembersihan serta perawatannya. Namun sayangnya, karena sifat bahannya yang dinilai terlihat kokoh juga fleksibel, tidak sedikit orang yang kemudian justru sering meremehkan proses perawatannya, yang akibatnya tentu menjadikan totebag kanvas yang harusnya bisa bertahan bertahun tahun justru cepat belel, berbulu, atau berubah bentuk. Dan adapun beberapa kesalahan fatal dalam merawat totebag kanvas yang sering dilakukan tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut ini:
Membersihkan Menggunakan Sikat Baju yang Kasar
Kesalahan merawat totebag kanvas pertama yang diketahui cukup sering dilakukan oleh sebagian besar orang adalah menggunakan sikat baju yang kasar untuk membersihkan totebag kanvas. Padahal meskipun kain kanvas terkenal tebal dan kuat untuk membawa barang berat, namun strukturnya tetap saja adalah jalinan benang serat alami (seperti katun atau linen) yang bisa rusak jika terkena gesekan mekanis yang agresif. Apalagi bulu sikat baju yang kaku dan kasar biasanya hanya dirancang untuk melepas kotoran berat pada pakaian denim atau keset dengan permukaan yang tebal dan sedikit kasar.
Sehingga jika diaplikasikan pada kanvas, ujung ujung bulu sikat yang tajam tentu saja akan mencabik jalinan benang halus pada permukaan tas, dan menjadikan permukaan bahan kanvas pada tas totebag berubah tekstur menjadi tidak halus lagi karena lebih berbulu dengan serat yang lepas. Selain itu, tas totebag pun umumnya juga akan menjadi lebih tipis dan rapuh, yang membuatnya rentan robek saat membawa beban berat, juga memungkinkan untuk memicu timbulnya efek belel karena gesekan keras dari sikat baju akan mengangkat pigmen warna yang tertanam pada serat kanvas.
Terlebih dalam beberapa kasus, utamanya pada tujuan pengadaan totebag kanvas guna kebutuhan promosi dan branding, yang sering kali sengaja dilengkapi dengan desain cetak, penggunaan sikat kasar ini dalam proses pembersihan maupun perawatan pun hendaknya juga dinilai sangat mampu untuk merusak struktur gambar cetak menjadi tampak retak, pecah, bahkan terkelupas. Oleh sebab itu sebagai solusi terbaik, hendaknya kita menggunakan sikat dengan bulu halus saja, serta gosok permukaan secara perlahan dalam proses pembersihan maupun perawatan tas totebag kanvas secara berkala.
Memasukkan ke Mesin Cuci dan Mesin Pengering (Dryer)
Selain menggunakan sikat dengan bulu yang kasar, memasukkan totebag kanvas ke dalam mesin cuci dan mesin pengering (dryer) pun dalam hal ini juga dianggap sebagai salah satu kesalahan paling fatal yang bisa merusak kain dan mengubah bentuk totebag kanvas secara permanen. Karena meskipun terlihat praktis dan cepat, kombinasi antara putaran mesin dan suhu panas dari pengering sebetulnya adalah dua hal yang sangat tidak ramah untuk material kanvas, dan sering kali dianggap sebagai sebuah kesalahan merawat totebag kanvas yang tentu saja perlu dihindari pada saat proses pencucian tas.
Mengingat, sebagian besar totebag kanvas berkualitas biasanya akan terbuat dari serat katun alami (cotton canvas), dimana serat alami tersebut akan memiliki sifat elastisitas alami yang bisa menyusut (mengkerut) secara drastis jika terkena suhu panas ekstrem dari mesin pengering (dryer). Selain itu, karena daya tarik utama totebag kanvas adalah bentuknya yang kotak, tegas, kokoh, dan rapi saat dipakai, maka adanya guncangan, bantingan, dan putaran berputar (spinning) berkecepatan tinggi di dalam tabung mesin cuci tentu saja akan berpotensi melemahkan jalinan serat tenunan kanvas.
Dimana, adapun akibat dari tindakan tindakan tersebut pun tentu adalah tas totebag kanvas yang akan kehilangan kekakuannya, menjadi sangat kusut, lemas, lunglai, dan tidak bisa berdiri tegak lagi meskipun sudah disetrika. Maka dari itu, untuk menjaga totebag kanvas tetap awet bertahun tahun, ada baiknya untuk selalu gunakan metode cuci manual dengan tangan (handwash), dengan cara cukup celup celupkan tas di air sabun lembut, gosok noda secara lokal menggunakan sikat gigi halus, bilas, lalu angin anginkan saja di tempat teduh tanpa menggunakan mesin pengering.
Merendam Terlalu Lama dengan Detergen Bubuk
Tidak hanya mencuci tas menggunakan mesin cuci dan mesin pengering saja yang dalam hal ini dikenal menjadi bagian dari kesalahan merawat totebag kanvas, karena selain dari pada itu merendam terlalu lama dengan detergen bubuk pun hendaknya juga adalah salah satu kesalahan fatal yang paling sering merusak kain totebag kanvas. Mengingat, meskipun tujuannya baik karena ingin melunakkan noda agar tas lebih mudah dibersihkan, tapi tidak dapat dipungkiri jika penggunaan metode ini justru memberikan efek buruk pada material kanvas, terlebih jika penggunaannya disertai dengan perendaman yang lama.
Dan adanya hal tersebut pun umumnya dinilai bisa terjadi karena serat kain kanvas yang biasanya ditenun dengan sangat rapat dan tebal, sedangkan detergen bubuk dengan partikel yang lebih sulit larut sempurna dalam air dibandingkan detergen cair secara tidak langsung akan memungkinkan timbulnya noda kuning yang didapatkan dari residu detergen, karena ketika tas direndam terlalu lama, partikel detergen bubuk yang belum larut akan menyusup dan terjebak di dalam jalinan serat kanvas yang rapat, dan saat dibilas akan sangat sulit hilang, dan bisa saja menjadi noda bercak yang sangat mengganggu.
Selain itu, detergen bubuk yang sering kali mengandung bahan kimia keras, seperti senyawa pemutih (optical brighteners) atau zat pembersih yang korosif, secara tidak langsung pun juga dinilai dapat mengikis warna kain juga merapuhkan serat katun alami pada kanvas yang umumnya membutuhkan kelembapan alami agar tetap fleksibel dan kuat. Oleh sebab itu sebagai solusi aman, sebaiknya pada saat akan melakukan proses deep celaning pada totebag kanvas ini, kita menggunakan detergen cair dengan bahan lembut, dan cukup rendam selama 10–15 menit saja sebelum mulai proses mencuci tas.
Menjemur Langsung di Bawah Terik Matahari
Menjemur langsung di bawah terik matahari pun dalam hal ini juga dinilai menjadi salah satu kesalahan merawat totebag kanvas yang cukup fatal dan paling sering dilakukan, padahal dampaknya sangat bisa merusak kain kanvas. Karena meskipun terlihat sebagai cara tercepat untuk mengeringkan tas yang tebal, namun tidak dapat dipungkiri jika paparan sinar matahari langsung (terutama sinar UV yang menyengat) nyatanya juga sangat mampu atau berpotensi untuk membawa dampak buruk pada material kanvas, sehingga dalam proses pengeringan tas ini sebaiknya kita memperhatikan betul betul caranya.
Mengingat sinar ultraviolet (UV) dalam hal ini diketahui bertindak sebagai zat pemutih alami yang agresif, sehingga jika totebag kanvas berwarna setelah dicuci malah dijemur di bawah matahari langsung, maka bukan tidak mungkin jika hal tersebut nantinya justru akan menjadi salah satu langkah merusak pigmen warna pada serat kain. Yang mana, jika kebiasaan tersebut terus dilakukan secara berulang kali, dan bahkan dalam intensitas tinggi, maka hasilnya bukan tidak mungkin jika totebag akan cepat terlihat kusam, belel, atau bahkan pudar sebelah (di bagian yang menghadap matahari).
Apalagi tidak dapat dipungkiri pula jika kain kanvas yang dasarnya terbuat dari serat katun atau linen alami, pada dasarnya juga membutuhkan tingkat kelembapan mikro tertentu agar tetap fleksibel, dan tentu saja panas matahari yang ekstrem akan menguapkan seluruh kelembapan tersebut secara paksa, yang akibatnya, kain kanvas tersebut justru akan berubah menjadi sangat kaku, kasar saat disentuh, dan serat benangnya menjadi rapuh sehingga tas lebih mudah robek di kemudian hari. Oleh sebab itu, dalam tahap ini ada baiknya untuk membalik posisi tas sebelum dijemur, dan angin anginkan ditempat teduh.
Menyimpan Tas dalam Keadaan Lembap
Menyimpan tas dalam keadaan lembap bisa dibilang juga adalah salah satu kesalahan paling fatal dan sering tidak disadari yang dapat merusak material totebag kanvas. Karena meskipun terlihat seperti masalah sepele, tapi tidak dapat dipungkiri jika kelembapan pada tas ini hendaknya adalah salah satu musuh alami bagi kain kanvas, terutama yang terbuat dari serat katun atau linen alami. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan kain kanvas yang dikenal memiliki karakteristik tenunan yang sangat rapat dan tebal akan membuat kelembapan lebih terperangkap daripada bahan tas lain.
Padahal kondisi yang gelap dan lembap umumnya adalah tempat berkembang biak yang paling sempurna bagi jamur, yang jika dibiarkan secara terus menerus hasilnya dapat mengakibatkan muncul bintik-bintik hitam (mildew) yang menyebar di permukaan tas, dan sangat sulit atau bahkan sering kali mustahil dihilangkan meski sudah dicuci berkali-kali. Selain itu, air atau kelembapan yang tertahan lama di dalam serat kanvas pun perlahan-lahan juga akan merusak struktur benang jika terus-menerus lembap, karena akan mengalami pembusukan mikro dan membuatnya menjadi jauh lebih rapuh.
Apalagi, dengan keadaan jamur serta bakteri yang dalam hal ini memang sangat menyukai tempat yang lembap, keberadaan dari adanya bakteri yang berkembang biak di serat kain pun umumnya juga dinilai akan menghasilkan bau apek yang sangat kuat dan tidak sedap yang bisa menempel permanen pada tas dan bahkan menular ke barang barang lain yang disimpan di lemari yang sama. Oleh sebab itu sebagai tips pencegahan, ada baiknya menyimpan totebag kanvas ditempat yang kering serta gunakan silica gel untuk menyerap kelembapan, serta pastikan tidak menumpuk tas pada saat disimpan .
Alasan Kenapa Kesalahan Merawat Totebag Kanvas Sering Terjadi:
Meskipun totebag kanvas tergolong sebagai jenis tas yang awet dan tebal, dengan cara pembersihan dan perawatan yang sebetulnya juga tidak lah sulit, apalagi jika dibandingkan dengan tas dari bahan lain, utamanya seperti tas dari bahan kulit. Tapi ironisnya masih saja banyak orang yang justru keliru dalam merawatnya. Dan adapun alasan utama di balik fenomena tersebut pun umumnya bisa berakar pada berbagai macam faktor atau asumsi salah yang jarang disadari. Dimana adapun beberapa alasan utama kenapa bisa kesalahan tersebut masih terus berulang, diantaranya adalah sebagai berikut ini:
Asumsi Bahwa “Kanvas Sama dengan Pakaian Biasa”
Banyak orang menganggap karena kain kanvas terbuat dari serat katun atau linen (seperti kaos atau celana), maka cara mencucinya bisa disamakan begitu saja. Padahal kenyataannya struktur tenunan pada bahan kanvas pada totebag biasanya memiliki konstruksi yang jauh lebih rapat, kaku, dan tebal. Dimana tentu saja perlakukan kasar seperti memasukkannya ke mesin cuci atau menguceknya dengan sikat baju biasa, justru akan berpotensi besar untuk merusak jalinan benang tersebut, dan membuatnya berbulu serta kehilangan kekokohannya sebagai tas yang dikenal memiliki durabilitas tinggi.
Menganggap Kanvas adalah Bahan yang “Kebal”
Karena terkenal sebagai model tas yang kuat untuk membawa beban berat seperti laptop dan buku, secara tidak langsung hal tersebut memang membuat munculnya miskonsepsi bahwa bahan kanvas dalam pembuatan totebag ini juga “tahan banting” terhadap segala jenis cairan pembersih. Padahal faktanya penggunaan detergen bubuk yang keras atau pemutih pakaian secara langsung, justru menjadi musuh utama kain kanvas. Karena tidak dapat dipungkiri, jika formula tersebut hendaknya memang terlalu agresif, dan justru berpotensi cepat mengikis warna asli kain juga merusak serat pada bahan tas.
Kepraktisan yang Mengalahkan Prosedur (Shortcut Mentality)
Gaya hidup yang sibuk dan serba dinamis seperti saat ini, bisa dibilang memang membuat banyak orang sering kali memilih mencari jalan pintas, dan merendam totebag kanvas selama berjam-jam dengan tujuan agar noda luntur sendiri, kemudian memasukkannya ke mesin pengering (dryer), atau menjemurnya langsung di bawah terik matahari agar cepat kering kadang kali dijadikan sebagai opsi paling mudah dan praktis dalam langkah merawat totebag kanvas. Padahal tanpa disadari, kegiatan tersebut adalah sebuah wujud kesalahan yang lahir dari faktor ingin cepat selesai, karena shortcut tersebut justru bisa memicu penyusutan kain (shrinking) dan pemudaran warna yang drastis.
Kurangnya Edukasi dari Sisi Produsen
Tidak seperti baju atau tas branded yang biasanya dilengkapi dengan label instruksi perawatan (care label) yang jelas di bagian dalam, sebagian besar totebag kanvas terutama yang massal dan dikhususkan sebagai bagian dari kebutuhan merchandise, atau cinderamata, justru umumnya akan dibagikan dalam keadaan polos, tanpa adanya petunjuk cuci. Dimana didasarkan oleh hal itu juga lah, konsumen yang mungkin tidak begitu memperhatikan tata cara dalam perawatan sebuah barang, akhirnya merawat tas tersebut hanya bermodalkan insting atau kebiasaan rumahan yang belum tentu benar, dan membangun ekosistem perawatan totebag kanvas yang salah, serta beresiko besar merusak tas.
Tidak Tahu Karakteristik Sablonan pada Kanvas
Seiring dengan perkembangan peran keberadaan totebag kanvas, yang dalam hal ini dikenal semakin komersial, tentu sudah pasti jika banyak totebag kanvas modern yang sangat sering dihiasi oleh adanya sablonan (seperti DTF, plastisol, atau cat lukis) sebagai bentuk dari atribut branding dan ornamen dekorasi tas. Namun sayangnya, bersama dengan massifnya pergeseran peran serta karakteristiknya tersebut, masih banyak orang yang justru mencuci atau menyetrika totebag kanvas dari bagian luar tanpa membaliknya terlebih dahulu. Dimana dilakukannya tindakan tersebut tentu saja akan mengakibatkan hawa panas atau kucekan langsung merusak desain visual pada tas.
Di tengah dinamisnya dunia bisnis saat ini, bisa dibilang keberadaan dari jenis totebag kanvas memang telah mengukuhkan posisinya bukan hanya sekadar sebagai pelengkap penampilan yang sederhana namun multiguna saja, melainkan juga sebagai jenis tas yang paling umum dipilih untuk beragam kebutuhan komersial. Mulai itu dari pemenuhan merchandise perusahaan, hadiah eksklusif untuk karyawan, pelengkap program loyalitas pelanggan, hingga paket promosi dalam bentuk PR Package dan seminar kit mewah, yang dalam hal ini maksudkan sebagai media iklan berjalan jangka panjang.
Dimana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana ciri khas model tas ini sendiri yang dikenal dengan fleksibilitasnya yang tinggi, daya tahannya yang kuat, kesan ramah lingkungan (eco-friendly), serta kemudahan dalam perawatan jika pengguna memahami betul apa saja kesalahan merawat totebag kanvas. Dan didasarkan oleh hal itu juga lah, tentu sangat wajar bukan jika peran keberadaan dari peran sebuah totebag kanvas ini pun kemudian dikenal tidak jauh dari kemampuannya dalam menjadi alat branding berjalan yang sangat efektif dan efisien di mata publik.
Namun di tengah maraknya penggunaan tas jinjing, khususnya totebag kanvas ini, tantangan terbesar bagi sebuah bisnis, perusahaan, instansi atau organisasi dan sejenisnya, yang ingin melakukan pengadaan tas, utamanya yang secara custom, adalah bagaimana agar totebag yang dibagikan tidak terlihat monoton dan berakhir menjadi tumpukan kain tanpa makna. Karena sebuah identitas korporat atau nilai sebuah acara, hendaknya tentu sangat membutuhkan media efektif yang secara efisien mampu merepresentasikan keunikan sekaligus identitas mereka secara presisi juga layak.
Dan bersamaan dengan kebutuhan akan hal tersebut, kini kita bisa melakukan pengadaan totebag kanvas dengan cara yang jauh lebih personal, serta tidak lagi harus berkompromi dengan desain massal yang kaku atau ukuran standar yang membatasi fungsi. Karena melalui bantuan penyedia jasa tas custom kita bisa memberi sentuhan personalisasi pada setiap detail tas, dimulai dari pemilihan ketebalan kain kanvas, aplikasi warna, penataan kompartemen dalam, jenis kancing atau ritsleting, hingga detail teknik sablon grafisnya agar lebih sesuai dengan karakter dan kebutuhan spesifik.
Yang mana, di tengah langkah personalisasi tersebut, kini kita bisa mewujudkan proses pengadaan tas secara sempurna melalui kolaborasi dengan mitra manufaktur yang tepat, melalui cara menggandeng pabrik tas custom terbaik dan berpengalaman seperti Karya Bintang Abadi. Karena sebagai salah satu pionir dalam industri manufaktur tas custom, Karya Bintang Abadi tentu sangat memahami bahwa setiap jahitan, pemilihan ketebalan kain kanvas, hingga detail teknik cetak visual di atas sebuah tas custom hendaknya adalah bagian krusial dari representasi dari reputasi citra customer yang nyata.
Oleh sebab itu, dengan mengambil langkah berkolaborasi bersama ahlinya, seperti Karya Bintang Abadi ini, tentu secara tidak langsung akan membuat segala prosedur dalam proses pengadaan tas komersial, tidak terkecuali untuk model tas tootebag kanvas tidak lagi menjadi sekadar transaksi bisnis biasa saja, melainkan juga sebuah perjalanan kreatif yang personal, dimana kita akan memegang kendali penuh untuk menentukan dimensi, pilihan warna, penambahan kompartemen khusus, hingga aplikasi desain logo yang presisi, supaya bisa tersampaikan secara lebih sempurna, elegan, dan tahan lama.
Dan dengan segala keunggulan dan kemampuan yang dimilikinya tersebut, tunggu apalagi? Langsung saja hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk melakukan pemesanan tas custom guna kepentingan souvenir event maupun media promosi, dengan hasil yang tentu saja memuaskan karena setiap karya produknya dijamin berkualitas tinggi.




