DIY Kain Bekas: Panduan Membuat Tas Daur Ulang dari Kain Perca

tas daur ulang perca

Berbicara tentang jenis kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat, tentu banyak dari kita setuju bukan jika DIY atau singkatan dari “Do It Yourself”, yang dalam bahasa Indonesia berarti “Lakukan Sendiri”, agaknya memang adalah salah satunya. Terlebih jika agenda DIY yang dilakukan dengan menggunakan bahan bahan limbah, contohnya saja seperti membuat tas daur ulang perca, yang dalam hal ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan limbah kain dari pakaian maupun produk sejenis, yang memang sudah tidak terpakai, agar bisa menjadi sebuah karya produk baru dan bisa dipakai lagi.

Karena tidak dapat dipungkiri, jika secara umum, dilakukannya sebuah kegiatan seperti DIY ini bisa dibilang memang tidak akan terlepas dari serangkaian aktivitas yang melibatkan tindakan memodifikasi, memperbaiki, atau mendaur ulang suatu benda secara mandiri atau dengan kata lain tanpa bantuan tenaga ahli atau profesional secara langsung. Mengingat, rata rata orang akan melakukan agenda DIY ini berdasarkan kreativitas diri atau melihat dari tutorial yang sudah banyak beredar di berbagai platform sosial media, sebagai bentuk panduan mereka pada saat ingin mencoba berkreasi sendiri.

Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan model kegiatan DIY (Do It Yourself) ini sendiri yang pada dasarnya pun memiliki beberapa karakteristik utama yang membedakannya dari sekadar aktivitas konsumsi atau membeli barang jadi. Dan adapun beberapa ciri ciri dari kegiatan DIY yang dinilai akan membedakannya dari agenda konvensional biasa, diantaranya adalah seperti bagaimana DIY ini yang umumnya harus dikerjakan secara mandiri atau independen, mulai dari proses pembuatan, perbaikan, atau modifikasi tanpa mengandalkan bantuan langsung dari tenaga ahli atau profesional.

Selain itu, agenda DIY ini pun umumnya juga akan menggunakan basis learning by doing dalam prosesnya, sehingga kita memang akan diharuskan untuk belajar secara otodidak melalui panduan, video tutorial (seperti di YouTube atau TikTok), artikel, atau buku panduan, kemudian lalu langsung mempraktikkannya. Oleh sebab itu, karakteristik khas selanjutnya yang selalu dimiliki agenda DIY ini hendaknya memang adalah bagaimana kreativitas dan personalisasi akan begitu diutamakan disini, guna menghasilkan produk yang unik, personal, dan tentu saja one-of-a-kind.

Mengingat untuk melakukan agenda seru seperti DIY ini, biasanya kita pun akan diharuskan untuk bisa memanfaatkan bahan yang ada, atau dalam kata lain harus mendaur ulang barang barang tidak terpakai disekitar, agar memiliki nilai guna kembali, contohnya saja seperti membuat tas daur ulang perca yang berasal dari bahan limbah kain atau sisa yang sudah tidak terpakai. Dimana didasarkan oleh karakter itu juga lah agenda DIY ini sering kali dipilih sebagai alternatif untuk menghemat anggaran belanja atau biaya jasa perbaikan, sekaligus bisa memberikan rasa puas, kesenangan, dan kebanggaan saat berhasil.

Daftar Isi

DIY Membuat Tas Daur Ulang dari Kain Perca

tas daur ulang perca

Merupakan sebutan bagi limbah atau sisa guntingan yang dihasilkan oleh penjahit rumahan, konveksi, maupun industri garmen skala besar, atau bisa juga dipakai untuk menggambarkan kondisi sebuah kain dari pakaian tidak terpakai, bisa dibilang memang menjadikan keberadaan dari perca ini sering kali menjadi jenis limbah yang berlimpah, dan cocok untuk dijadikan sebagai material utama dalam agenda DIY pembuatan tas daur ulang perca yang unik, ikonik, dan tentu saja memiliki nilai personalisasi baik, karena kain perca ini memiliki karakteristik yang sangat unik dan tentu saja berbeda dari fabric roll.

Mengingat secara garis besar sendiri, dapat diketahui jika karakteristik utama dari sebuah kain perca ini umumnya memang terletak pada ukuran dan bentuknya yang asimetris, keberagaman motif dan warna dalam satu kelompok yang membuat kita bisa menemukan perpaduan visual yang sangat kontras dan abstrak, memiliki tekstur campur aduk dan unik karena terdiri dari jenis bahan yang beragam dengan berbagai jenis serat kain yang memiliki ketebalan dan kelenturan berbeda, hadir dengan kuantitas per motif yang terbatas sehingga akan menuntut kreativitas tinggi untuk memadupadankannya.

Serta yang terakhir adalah karakternya yang tentu saja lebih ekonomis serta ramah lingkungan karena status kain perca adalah sebagai limbah, dan pemanfaatannya dinilai bernilai tinggi untuk mendukung gerakan zero-waste. Maka dari itu, meskipun awalnya dianggap sebagai “sampah” atau limbah industri tekstil, namun tidak dapat dipungkiri jika keberadaan dari kain perca ini hendaknya memang memiliki nilai seni dan ekonomi yang tinggi jika berada di tangan yang tepat, dan secara tidak langsung pun juga membuat pemanfaatannya banyak dipakai untuk agenda DIY, utamanya DIY daur ulang tas perca.

Kenapa Kain Tas Daur Ulang Perca Begitu Populer?

Menjadi salah satu jenis bahan DIY dan daur ulang yang saat ini sedang menjadi tren global dan bisa dibilang memang sedang sangat populer, baik di kalangan komunitas kreatif DIY (Do It Yourself) maupun di industri fashion, agaknya memang membuat keberadaan dari kain perca cocok dianggap sebagai “bintang utama” di dunia DIY (Do It Yourself). Dan adanya hal tersebut pun tentu saja tidak terlepas dari beberapa alasan kuat yang berhasil membuat popularitas tas kain perca daur ulang ini bisa dianggap sebagai kombinasi sempurna antara kesadaran lingkungan dan keunikan estetika, dengan nilai ekonomis yang tinggi. Dimana adapun beberapa alasan yang dimaksud tersebut, adalah sebagai berikut:

Mengusung Gerakan Ramah Lingkungan (Zero Waste)

Secara keseluruhan hendaknya dapat dikatakan, jika industri pakaian sebetulnya merupakan salah satu industri yang diketahui telah menjadi penyumbang limbah terbesar di dunia. Dan didasarkan oleh alasan itu lah, menjadikan bahan perca sebagai material utama dalam agenda DIY pembuatan tas daur ulang, secara tidak langsung telah mengusung gerakan ramah lingkungan atau Zero Waste, yang kemudian menjadi alasan terkuat kenapa tas daur ulang dari kain perca begitu populer saat ini, dan hanya bukan jadi sekadar tren sesaat, melainkan sebuah respon terhadap krisis lingkungan yang nyata.

Karena tidak dapat dipungkiri, jika dengan mengubah kain perca menjadi tas daur ulang yang memiliki nilai guna baru, hendaknya memang membuat kita telah melakukan proses upcycling yang menaikkan nilai guna barang  menjadi produk baru yang fungsional. Dan adanya tindakan tersebut pun tentu saja akan secara otomatis memperpanjang siklus hidup material tekstil yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa sisa potongan tidak bernilai, menjadi suatu produk baru dengan nilai guna tinggi. Apalagi masyarakat modern, terutama generasi muda, kini pun juga semakin peduli pada isu lingkungan.

Estetika Seni yang Unik (One-of-a-Kind)

Tidak seperti tas pabrikan yang diproduksi massal secara identik, tas daur ulang perca yang dibuat sendiri menggunakan bahan baku limbah kain kain, ini tentu saja akan memiliki karakteristik visual yang tiada duanya. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja karena penggunaan teknik yang secara khusus menggabungkan potongan kain (patchwork) dari sisa sisa kain limbah, secara tidak langsung akan menghasilkan variasi motif, warna, dan tekstur acak yang menciptakan kesan seni tersendiri, seperti gaya bohemian, vintage, atau etnik, yang membuat tas memiliki estetika unik dan one of a kind.

Dan tidak dapat dipungkiri, jika adanya estetika seni yang unik dan terkesan one of a kind ini juga lah yang telah menjadi alasan utama mengapa tas daur ulang dari kain perca begitu populer. Selain itu, dapat dikatakan pula jika kepopuleran yang dimiliki oleh sebuah tas daur ulang perca, pun umumnya juga berkaitan erat dengan bagaimana pergeseran tren fashion modern, dimana konsumen mulai bosan dengan produk massal pabrikan dan beralih mencari sesuatu yang memiliki karakter serta nilai personal yang kuat, apalagi karena dibuat sendiri, tentu ada kepuasan tersendiri pula dalam penggunaannya.

Memicu Kreativitas Tanpa Batas (High Versatility)

Karena DIY membuat tas daur ulang perca, umumnya memang dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa macam potongan bahan kain sisa, yang memiliki warna, jenis, tekstur, motif, hingga ketebalan dan karakteristik berbeda. Tentu wajar saja bukan jika dalam proses pembuatannya, DIY tas daur ulang ini umumnya dinilai bisa memicu kreativitas tanpa batas, yang secara tidak langsung pun justru bisa menjadi salah satu alasan utama kenapa popularitas tas daur ulang perca kini mulai menarik begitu perhatian bagi banyak orang, khususnya mereka yang menyukai kreasi dan juga peduli pada lingkungan.

Mengingat, untuk bisa menciptakan satu tas daur ulang perca, tidak terkecuali untuk model tas daur ulang yang simple, hendaknya kita memang akan diharuskan untuk bisa mengumpulkan banyak jenis potongan kain sisa, yang kemudian secara otomatis pun akan memaksa kita untuk melahirkan ide ide baru, demi bisa memadukan berbagai karakter kontras limbah kain tersebut guna menciptakan struktur tas yang unik. Apalagi tabrakan warna yang berani, posisi motif yang asimetris, dan kombinasi corak yang abstrak pun hendaknya juga dinilai bisa melahirkan gaya baru yang digemari generasi muda ini.

Eksklusivitas dan Nilai Sentimental

Secara keseluruhan, dapat dikatakan jika eksklusivitas dan nilai sentimental hendaknya juga menjadi alasan utama kenapa membuat tas daur ulang perca dianggap sebagai salah satu ide DIY yang sangat kreatif, menyenangkan dan juga populer untuk dipraktikan. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan keterbatasan stok kain sisa, tentu secara tidak langsung akan membuat produk tas daur ulang ini harus dibuat dengan mengandalkan keterampilan dan kemampuan berkreasi, sehingga hasil akhir yang ditampilkan pada jenis  tas ini tentu akan terasa lebih eksklusif dan personal.

Apalagi di tengah industri fashion modern dan trend fashion jaman sekarang, yang secara umum lebih mengandalkan daya tarik visual unik serta ikonik dari produk seperti tas perca daur ulang (upcycled patchwork bag), bisa dibilang hal tersebut memang telah menjadikan kombinasi antara kelangkaan visual atau  eksklusivitas dan kedalaman cerita di baliknya yang umumnya mengandung nilai sentimental, yang dimiliki oleh setiap karya DIY daur ulang tas ini dianggap telah mengubah persepsi kain perca  menjadi sebuah karya seni fashion yang mewah, bermakna, dan sangat diminati.

Sangat Ekonomis

Sebagai kegiatan DIY yang menggunakan bahan baku sisa produksi atau kain dari pakaian yang tidak terpakai lagi, secara tidak langsung memang telah menjadikan tas daur ulang yang dibuat dari kain perca memiliki nilai ekonomis yang memuaskan. Karena tidak dapat dipungkiri, jika pelaku DIY yang menjadikan kegiatan membuat tas daur ulang perca ini sebagai agendanya, hendaknya memang telah menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan, sekaligus menghasilkan produk unik dengan harga yang tetap bersahabat, karena bahan bakunya didapatkan dari limbah limbah milik pribadi, serta model maupun desain yang dibuat pun bisa disesuaikan dengan selera gaya juga kemampuan kreativitas. 

Langkah Langkah Membuat Tas Daur Ulang Perca:

Dikenal sebagai agenda kreatif yang seru dan menyenangkan, secara tidak langsung memang telah menjadikan kegiatan membuat tas daur ulang dari kain perca melalui metode Do It Yourself (DIY) ini banyak dipraktikan oleh anak anak muda jaman sekarang, yang dikenal begitu menyukai tampilan visual unik, ikonik, dan artistik, namun tetap dengan sentuhan personal yang khas. Namun karena, DIY ini umumnya akan melibatkan bahan baku dengan model potongan potongan abstrak, maka untuk bisa mengubah hasil limbah kain tersebut menjadi sebuah struktur tas yang utuh, kuat, dan fungsional, berikut ini adalah beberapa tahapan penting dalam proses pembuatannya yang perlu diperhatikan:

Tahap Persiapan dan Pemotongan (Sorting dan Cutting)

Menjadi bagian dari tahap awal yang akan berfokus pada pemilihan bahan baku dan penyamaan ukuran kain perca, dapat diketahui jika dalam langkah DIY membuat tas dari kain perca, tahap persiapan dan pemotongan atau kerap juga disebut dengan istilah sorting dan cutting ini, sebetulnya adalah pondasi dari seluruh proyek yang akan dikerjakan. Dimana adapun alasan kenapa tahap ini bisa dianggap sangat  krusial pun tentu saja karena dengan persiapan dan pemotongan bahan secara matang juga presisi ini, nantinya bisa menentukan seberapa mudah proses menjahit, juga bagaimana tampilan akhir tas.

Oleh sebab itu, karena menjadi tahapan yang nantinya akan berperan penting dalam menjamin presisi saat menjahit bahan, sekaligus membantu penghematan waktu. Maka berikut ini adalah cara kerja dari tahap persiapan dan pemotongan bahan baku limbah kain, yang bisa disimak serta dipraktikan ketika berencana untuk melakukan DIY pembuatan tas daur ulang kain perca:

Cara Kerja Sorting (Pemilahan)

Proses ini bertujuan untuk menyelaraskan karakteristik kain yang akan digabungkan, mengingat kain perca yang dipakai sebagai bahan baku tas daur ulang ini umumnya memang datang dari berbagai jenis sisa pakaian, sehingga kita tidak bisa asal menjahitnya dan perlu melalui proses sorting atau pemilihan terlebih dahulu, seperti berikut ini:

  • Pilih berdasarkan ketebalan (Gramasi): Dalam hal ini umumnya kita harus memisahkan kain yang tebal (seperti denim atau kanvas) dengan kain yang tipis (seperti katun atau sifon). Dimana sangat disarankan untuk menggabungkan kain yang setipe dalam satu kesatuan alur jahit atau pula yang sama (misalnya, katun dengan katun). Karena jika kain tipis dipaksa dijahit bersama kain tebal, maka hasil jahitannya akan berkerut dan tas mudah robek.
  • Pilih berdasarkan kondisi kain perca: Ada baiknya untuk selalu memastikan bagian kain perca yang dipilih bebas dari noda permanen, robekan, atau bagian yang sudah terlalu rapuh dan berserabut, untuk menjaga tampilan visual dari hasil akhir tas daur ulang perca.
  • Selaraskan warna dan motif dari setiap potongan limbah kain: Untuk menjaga tampilan yang estetik dan juga harmonis, ada baiknya untuk mengelompokkan perca berdasarkan palet warna (misalnya tema earth tone, pastel, atau monokrom) agar hasil patchwork terlihat estetik dan tidak acak acakan.

Cara Kerja Cutting (Pemotongan Pola Dasar)

Proses ini bertujuan untuk mengubah potongan kain yang acak-acakan menjadi bentuk geometris yang seragam, yang secara tidak langsung juga memiliki manfaat utama untuk membantu memudahkan proses penggabungan atau penjahitan body tas. Dan adapun cara kerja atau tahapan dari proses cutting ini, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

  • Tentukan ukuran kotak: Untuk pemula, akan lebih baik jika kain perca yang akan digunakan untuk membuat tas, dipotong dengan bentuk bujur sangkar (kotak kotak) yang sama besar, misalnya ukuran 10 cm x 10 cm atau 15 cm x 15 cm.
  • Gunakan alat bantu untuk memastikan pemotongan yang presisi: Supaya proses pemotongan lebih mudah dilakukan, dan hasil potongan pun dapat memiliki bentuk serta ukuran yang presisi, maka ada baiknya untuk menggunakan penggaris kain, kapur penanda, dan gunting yang tajam (atau rotary cutter) untuk memastikan setiap potongan benar benar siku siku dengan ukurannya yang sama persis.
  • Pastikan untuk menyisakan seam allowance (Kampuh): Saat memotong limbah kain, pastikan jika kita selalu ingat, bahwa ukuran kain akan berkurang sekitar 1 cm di setiap sisi setelah dijahit. Oleh sebab itu, untuk memastikan kemudahan dalam penjahitan sekaligus menjaga tampilan visual tas, ada baiknya untuk memotong kain dengan lebihan ukuran 1 sampai 2 cm sebagai kampuh jahit.

Tahap Penyambungan Kain (Patchwork)

Dapat dikatakan jika pada tahap ini, kreativitas visual yang datang dari kemampuan menggabungkan warna, tekstur hingga motif pada limbah kain, hendaknya memang adalah salah satu perkara krusial yang akan menentukan tampilan visual tas daur ulang. Dan karena merupakan tahap yang dimaksudkan untuk menggabungkan potongan potongan kain perca yang kecil dan terpisah menjadi satu lembaran kain baru yang besar dan utuh. Tentu sangat wajar bukan jika pelaksanaan tahap ini biasanya akan  lekat dengan tindakan mengombinasikan kreativitas visual (desain) dan teknik menjahit yang presisi.

Dan didasarkan oleh karakteristik cara kerjanya tersebut, maka berikut ini adalah cara atau proses kerja dari tahapan ini, yang umumnya penting untuk diperhatikan, agar sambungan yang dihasilkan memiliki ketahanan baik, tampilan estetik, dan siap dibentuk menjadi tas yang kuat:

Cara Kerja Tahap Penyambungan Kain (Patchwork)

  • Penyusunan Pola Visual (Layout Desain):

Sebelum menyentuh mesin jahit, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menjajarkan semua potongan kain perca (yang sudah disamakan ukurannya, misal kotak 10×10 cm) di atas meja datar. Karena pada tahap ini lah, nantinya kita akan bekerja untuk mengatur komposisi warna, arah motif, dan kontras bahan agar terlihat estetik.

  • Penguncian Posisi (Pinning):

Agar posisi kain tidak bergeser saat dibawa ke mesin jahit, maka ada baiknya untuk membuat potongan kain limbah tersebut disatukan secara berpasangan menggunakan jarum pentul terlebih dahulu. Dan pada tahap ini, pastikan jika posisi kain perca sudah seragam dengan bagian “muka bagus” guna menjamin kesegaraman dan tampilan visual tetap terjaga.

  • Penjahitan Menjadi Lajur Memanjang (Row Sewing):

Pada tahap ini, kita akan diharuskan untuk mulai menjahit potongan kain yang sudah disusun sebelumnya satu per satu secara lurus hingga membentuk beberapa lajur atau baris memanjang. Dan pastikan lebar jarak jahitan dari tepi kain (seam allowance) selalu konsisten (biasanya 0,5 cm s.d 1 cm) agar hasilnya rapi.

  • Penyambungan Antar Baris (Row Joining):

Setelah kita memiliki beberapa lajur kain memanjang, maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mulai menyatukan lajur pertama dengan lajur kedua secara horizontal menggunakan jarum pentul, kemudian jahit dengan hati hati dan presisi. Lakukan proses tersebut terus hingga semua lajur tersambung dan membentuk satu lembaran kain kotak kotak yang besar.

  • Penyetrikaan Kampuh (Pressing):

Cara kerja terakhir yang sangat krusial adalah menyetrika bagian belakang kain. Dimana pada proses ini, kita akan membuat sisa lipatan jahitan (kampuh) disetrika ke arah yang berlawanan atau dibuka pipih. Hal ini berfungsi agar sambungan kain tidak tebal menumpuk, rata, dan memudahkan proses DIY ke tahap berikutnya (tahap penguatan struktur).

Tahap Penguatan Struktur (Stabilizing)

Karen kain perca yang digabungkan secara umum biasanya akan cenderung memiliki banyak sambungan jahitan di bagian belakang dan teksturnya bisa terlalu lemas. Oleh sebab itu, untuk mengatasi masalah tersebut, kita perlu untuk melakukan tahap tahap penguatan struktur atau stabilizing, yang dalam hal ini sendiri adalah sebuah proses untuk memperkuat lembaran kain perca yang sudah dijahit agar menjadi lebih kaku, kokoh, dan stabil. Mengingat tanpa tahap stabilizing ini, kain gabungan ini akan terasa lembek, rapuh, dan mudah melar atau berubah bentuk saat tas diisi.

Dan karena tahap ini bekerja dengan cara menggabungkan lembaran perca dengan material pendukung khusus (biasanya disebut interfacing atau kain keras). Maka berikut ini adalah proses dan cara kerja dari tahap penguatan struktur, yang penting untuk disimak:

Cara Kerja Tahap Penguatan Struktur (Stabilizing)

  • Penyetrikaan Sambungan (Meratakan Tegangan Serat):

Sebelum dilapisi, bagian belakang kain perca disetrika terlebih dahulu. Cara kerjanya adalah dengan memipihkan semua sisa kampuh (lipatan) jahitan ke satu arah atau membukanya. Proses ini menghilangkan tonjolan tonjolan benang, sehingga permukaan kain menjadi benar benar rata dan tegangan antar sambungan kain menjadi seimbang.

  • Pengaktifan Lem dengan Panas (Heat Activation):

Bahan penguat seperti kain keras (staplek atau fusible interfacing) memiliki lapisan lem kering di salah satu sisinya. Ketika bahan ini ditempelkan ke bagian belakang kain perca lalu ditekan dengan setrika panas, panas tersebut akan mencairkan lem secara merata.

  • Penguncian Serat Kain (Bonding & Anchoring):

Saat lem mencair dan mendingin, kain keras akan menyatu dan “mengunci” lembaran perca dari belakang. Cara kerja ini berfungsi sebagai jangkar bagi benang-benang jahitan sambungan agar tidak mudah lepas atau robek saat kain menerima tekanan atau beban berat.

  • Penebalan dan Pembentukan Karakter (Stiffening):

Kain keras menambahkan ketebalan buatan pada kain perca yang tipis (seperti katun). Kain keras bekerja dengan membatasi kelenturan alami serat kain, sehingga kain perca yang tadinya lemas berubah menjadi lebih kaku. Hasilnya, saat tas dirakit, tas dapat berdiri tegak dan mempertahankan bentuk geometrisnya (tidak loyo).

Bahan yang Biasa Digunakan untuk Stabilizing

  • Kain Keras Gula atau Staplek (Fusible Interfacing): Jenis paling umum yang memiliki lem di satu sisi dan langsung menempel saat disetrika.

  • Busa Ati atau Foam Tipis: Digunakan untuk tas yang membutuhkan perlindungan ekstra (seperti tas laptop) agar struktur tas empuk sekaligus kokoh.

Tahap Pemotongan Lapisan Dalam (Furing)

Untuk memastikan jika tas daur ulang perca memiliki daya tahan yang baik juga tampilan visual rapi, maka tahap selanjutnya yang perlu dilakukan adalah menyembunyikan sisa sisa jahitan perca dengan cara melakukan pemotongan lapisan dalam atau furing, yang dalam hal ini sendiri adalah sebuah proses memotong bahan kain tambahan yang nantinya akan dipasang di bagian dalam tas, dan berfungsi sebagai “dinding dalam” yang berguna untuk menyembunyikan serat serat kain dan sisa sambungan jahitan perca agar bagian dalam tas terlihat rapi, bersih, sekaligus melindungi barang bawaan.

Dan karena pada tahap ini, nantinya kita diharuskan untuk memotong furing menggunakan ukuran yang sama persis dengan kain luar, maka berikut ini adalah langkah langkah yang perlu dilakukan untuk menerapkan tahapan ini:

Cara Kerja Tahap Pemotongan Furing

  • Menyiapkan Bahan Furing:

Bentangkan kain yang akan dijadikan furing (biasanya menggunakan kain polos yang halus namun kuat, seperti kain katun tipis, kain furing ero, atau spunbond) di atas meja potong.

  • Menjadikan Kain Perca sebagai Cetakan (Patokan Ukuran):

Ambil lembaran kain perca utama (sisi depan dan belakang) yang sudah selesai disambung dan sudah dilapisi kain keras pada tahap sebelumnya.

  • Menjiplak Ukuran:

Letakkan lembaran kain perca tersebut di atas kain furing. Gunakan kapur jahit atau pensil penanda untuk menjiplak bentuk dan ukuran kain perca secara persis pada kain furing.

  • Memotong Kain:

Gunting kain furing mengikuti garis jiplakan tersebut. Hasil akhirnya adalah Anda akan mendapatkan dua lembar kain furing yang memiliki dimensi (panjang dan lebar) yang persis sama dengan dua lembar kain perca utama tas Anda.

Tahap Perakitan Komponen (Assembling)

Menjadi tahapan dalam DIY tas daur ulang perca yang dikenal sebagai fase inti dari seluruh proses DIY. Dapat diketahui jika tahap perakitan komponen (Assembling) ini memang adalah sebuah tahap yang nantinya akan membentuk struktur tas menjadi tiga dimensi yang utuh, dengan cara menggabungkan bagian luar tas dengan bagian dalam (furing) secara terbalik, lalu menguncinya menjadi satu kesatuan. Dan supaya hasilnya dari perakitan tas ini dapat terlihat bersih dan estetik, juga rapi tanpa ada benang benang yang keluar, maka berikut ini adalah cara kerja dari tahapan perakitan komponen tas ini:

Cara Kerja Perakitan Komponen

  • Memasang Tali pada Badan Tas (Strap Attachment)

Sebelum menyatukan sisi depan dan belakang tas, biasanya tali atau strap tas harus dipasang terlebih dahulu pada lembaran kain perca utama, dengan cara memposisikan tali di bagian atas kain perca (pada sisi motif yang bagus), kemudian sematkan dengan jarum pentul, lalu jahit bolak balik beberapa kali di ujung tali agar kuat menahan beban saat tas digunakan nanti.

  • Membentuk Kantong Luar (Outer Body Assembly)

Satukan lembar perca bagian depan dan lembar perca bagian belakang. Posisikan kedua lembar kain dengan bagian motif bagus saling berhadapan di dalam (right sides together), kemudian mulai jahit dari sepanjang sisi kanan, sisi kiri, dan sisi bawah, namun biarkan bagian atas tetap terbuka, karena proses ini memang dimaksudkan untuk membuat “kantong luar” tas.

  • Membentuk Kantong Dalam (Lining atau Furing Assembly)

Membuat kantong untuk bagian dalam tas menggunakan kain furing, bisa dibilang memiliki cara kerja yang hampir sama seperti kantong luar, yaitu dengan menyatukan kedua lembar kain furing (bagian bagus saling berhadapan), kemudian jahit sisi kanan, kiri, dan bawah. Namun pastikan jika kunci utamanya ada pada sisa lubang sekitar 10 cm yang tidak dijahit di bagian bawah furing dan disebut turning hole, yang diketahui memiliki kegunaan untuk membalik tas nanti.

  • Menyatukan Kantong Luar dan Kantong Dalam (The Golden Step)

Memasukkan kantong luar ke dalam kantong furing untuk menjahit bagian mulut tas. Biarkan kantong furing tetap dalam posisi terbalik (jahitan di luar). Masukkan kantong luar perca (yang talinya menjuntai ke dalam) ke dalam kantong furing tersebut. Selaraskan seluruh pinggiran lubang atas tas, jahit melingkar dengan mesin jahit untuk mengunci furing, tali, dan kain perca sekaligus.

Tahap Penyelesaian (Finishing)

Tahap terakhir dalam agenda DIY pembuatan tas daur ulang perca adalah tahap penyelesaian atau finishing, yaitu tahap dimana proses menyatukan kantong luar (kain perca) dan kantong dalam (furing) dengan teknik menjahit terbalik, lalu merapikan tepiannya agar tas kuat dan terlihat profesional akan dilakukan. Dan sebagai tahap akhir yang berfungsi untuk menyatukan seluruh komponen tas (bagian luar dari kain perca dan bagian dalam dari kain furing) menjadi satu kesatuan yang utuh, rapi, dan siap pakai, sekaligus memastikan kekuatan ekstra tas agar tidak mudah robek saat digunakan. Maka berikut ini adalah detail cara kerja dari tahap penyelesaian atau finishing:

Cara Kerja Tahap Finishing

  • Menyatukan Kantong Perca dan Kantong Furing

Karena memiliki dua kantong terpisah, yaitu kantong luar (kain perca) dan kantong dalam (furing), maka langkah pertama yang perlu dilakukan dalam tahap finishing ini adalah memasukkan kantong perca ke dalam kantong furing, sehingga bagian kain yang bermotif bagus saling berhadapan dan bersentuhan di dalam. Tapi jangan lupa untuk memastikan posisi tali tas terselip di antara kedua lapisan tersebut, dengan cara menyematkan jarum pentul pada sekeliling bibir (mulut) tas agar presisi, lalu jahit melingkar penuh untuk menyatukan kain perca dan furing.

  • Membalikkan Badan Tas (The Turning Process)

Mengingat pada tahap perakitan sebelumnya kita sudah menyisakan lubang kecil sekitar 10 cm yang tidak dijahit pada bagian bawah furing. Makan langkah selanjutnya, melalui lubang kecil itulah, kita bisa menarik seluruh badan kain perca keluar secara perlahan, dan begitu semua ditarik keluar maka bagian motif luar tas akan berpindah ke posisi yang benar, dan semua sisa jahitan kasar otomatis tersembunyi di dalam.

  • Menutup Lubang Furing

Setelah tas berhasil dibalik, maka langkah selanjutnya adalah mulai merapikan ujung ujung lubang 10 cm pada furing tersebut dengan melipatnya ke dalam. Kemudian jahit tepi lipatan tersebut dengan mesin jahit (jahitan lurus mepet tepi) atau jahit tangan menggunakan teknik invisible stitch (jahit sembunyi). Jika sudah tertutup, maka kita bisa mulai masukkan seluruh kain furing ke dalam kantong perca.

  • Menyetrika dan Menjahit Tindas (Top-Stitching)

Bila furing sudah didorong masuk dengan rapi, maka langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah menyetrika sepanjang garis bibir atas tas agar pipih dan tajam. Dan dapat dikatakan jika langkah terakhir ini hendaknya memang sebuah tindakan membuat jahitan lurus melingkar di sekeliling mulut tas, dengan jarak sekitar 0,5 cm dari tepian atas, yang berfungsi untuk mengunci posisi furing agar tidak nongol keluar dan memperkuat area tali tas dalam menahan beban muatan.

 

Dikenal memiliki estetika yang artistik, agaknya memang membuat tas daur ulang perca dinilai cocok dijadikan sebagai koleksi pribadi maupun untuk ide souvenir unik, utamanya di era green lifestyle saat ini, dimana banyak orang mulai sadar akan kesehatan lingkungan, dan menjadikan segala sesuatunya perlu mempertimbangkan dampak baik buruknya bagi lingkungan. Dan karena menjadi bagian dari trend gaya hidup baru yang bernilai tinggi kini dapat diketahui jika banyak pabrik pembuatan tas, khususnya tas custom yang mulai menyediakan layanan pembuatan tas rama lingkungan. 

Dimana salah satu contohnya saja adalah sebuah jasa pembuatan tas custom bernama Karya Bintang Abadi yang sejak dahulu memang dianggap dapat di andalkan untuk menangani urusan membuat tas yang ramah lingkungan, tapi dengan versi yang tentu saja lebih konvensional sehingga bisa tetap berfokus pada praktik sustainability, misalnya saja seperti produk eco goodie bag yang dibuat secara custom guna keperluan komersial dan branding, karena memang keahlian pabrik tas custom ini untuk membantu memenuhi segala keperluan tas yang dibutuhkan oleh customer dalam skala komersial. 

Yang mana, adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan Karya Bintang Abadi sendiri yang diketahui sudah berkecimpung dalam dunia pembuatan tas custom selama lebih dari 10 tahun ini dikenal telah banyak dipercaya oleh berbagai kalangan customer. Sehingga didasarkan dari latar pengalamannya tersebut, tentu tidaklah mengherankan bukan bila Karya Bintang Abadi pun pada akhirnya dianggap sebagai salah satu pabrik tas custom terbaik yang dapat menghandle segala kebutuhan tas custom dengan detail tampilan terbaik, kualitas terjamin, proses pengerjaan cepat dan harga affordable.

Apalagi selain daripada itu, dirinya pun diketahui juga tidak pernah lupa untuk memastikan bila setiap customer maupun calon customernya akan mendapatkan pelayanan terbaik oleh para customer service, yang ramah juga tanggap dalam membantu segala kebutuhan akan pemesanan tas custom, baik itu melalui proses pemesanan aman, karena sudah sah secara hukum dan berlegalitas, maupun cara pemesanan mudah serta cepat, baik secara online maupun offline. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk mendapatkan tas dengan hasil yang maksimal dan memuaskan.

Butuh Souvenir ? Lihat Penawaran dari KBA

FAST RESPOND

Chat WA Anda pasti dibalas kurang dari 1 menit. Silahkan chat WA kompetitor kami, dan bandingkan 😉

Mungkin anda juga suka

Copyright 2026 © Karya Bintang Abadi