Jika berbicara tentang teknik pengolahan tas yang menghadirkan unsur botani, tentu kita semua setuju bukan jika eco printing, khususnya dalam hal ini eco printing totebag adalah salah satu yang paling populer dan dinilai memiliki daya tarik tinggi. Meskipun memang secara garis besar sendiri, dapat diketahui jika teknik pengolahan tas ini pada dasarnya terbagi menjadi dua kelompok besar, yaitu teknik menghias permukaan tas, supaya tampilan tas memiliki look yang cantik, menarik, lebih hidup karena hadir dengan dekorasi tambahan, seperti yang dilakukan menggunakan cara eco printing totebag.
Namun selain itu, teknik pengolahan atau menghias tas lain yang bisa dibilang juga umum dilakukan selain eco printing pada tas adalah seperti teknik dekorasi permukaan menggunakan surface design berupa membatik yang dilakukan menggunakan perintang lilin untuk membuat motif tradisional atau modern pada kain tas. Shibori atau tie dye yaitu teknik yang dilakukan dengan melipat, mengikat, dan mencelup bahan tas pada cairan warna untuk menghasilkan motif abstrak yang unik. Fabric printing, yaitu teknik melukis langsung secara manual di atas permukaan tas menggunakan cat tekstil khusus.
Teknik sulaman atau embroidery, yaitu menghias permukaan tas dengan benang menggunakan tangan atau mesin bordir untuk memberikan tekstur timbul pada tas. Serta teknik sablon atau screen printing, yaitu sebuah teknik mencetak desain gambar secara masal pada permukaan tas menggunakan tinta dan layar atau alat khusus. Yang mana segala penggunaan teknik tersebut, mulai dari eco printing sampai dengan screen printing, tentu saja dilakukan dengan tujuan utama untuk memberikan motif, warna, atau tekstur pada bahan tas sebelum atau sesudah dijahit guna meningkatkan visibilitas pada tas.
Sedangkan untuk teknik menghias pada konstruksi tas sendiri, umumnya diketahui biasa dilakukan dengan cara menyatukan suatu atau beberapa jenis bahan menjadi bentuk tas secara satu kesatuan, misalnya saja dengan cara mengubah tekstur bahan tas agar terlihat lebih berdimensi menggunakan teknik seperti quilting, yaitu menggabungkan lapisan kain dengan busa atau dakron lalu dijahit tindas sehingga menciptakan efek empuk dan berpola. Patchwork, yaitu teknik menggabungkan potongan potongan kain perca menjadi satu lembaran kain baru yang unik sebelum dijadikan tas.
Applique, yaitu menempelkan potongan kain berbentuk tertentu ke atas permukaan tas sebagai hiasan. Selain itu, ada pula penggunaan teknik menghias konstruksi dengan cara weaving atau menganyam, yaitu membuat tas dengan cara menyilangkan serat, seperti rotan, pandan, atau plastik, hingga membentuk struktur tas tanpa perlu dijahit banyak bagian. Teknik macrame, yaitu cara membangun tas menggunakan seni simpul menyimpul tali yang biasanya dilakukan dengan menggunakan tali katun atau kur. Serta crochet, yaitu merajut benang menggunakan hakpen untuk membentuk struktur tas.
Dan dilihat dari bagaimana teknik atau cara yang dilakukan tersebut, tentu secara garis besar antara Surface Design dan Structural Design ini hendaknya memang memiliki perbedaan mendasar. Dimana teknik Structural Design atau menghias konstruksi akan lebih berfokus pada menciptakan keindahan tas secara menyatu dengan struktur atau kerangka tas itu sendiri. Sedangkan pada Surface Design atau teknik menghias permukaan tas akan lebih berfokus pada menambahkan nilai estetika di atas bahan yang sudah ada, dan contoh yang paling populer adalah eco printing pada produk tas seperti berikut ini:
Daftar Isi
ToggleEco Printing Totebag pada Produk Tas

Tergolong ke dalam jenis teknik pengolahan sekaligus penghiasan pada suatu produk tekstil, khususnya dalam hal ini berupa produk tas, yang diketahui mengandalkan kemampuan serta keterampilan seni tekstil kontemporer serta teknik pewarnaan alami. Secara tidak langsung memang menjadikan keberadaan teknik eco printing ini dianggap memiliki daya tarik alami, dengan kesan unik dan ikonik yang sangat melekat kuat. Dimana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana teknik ini yang menarik karena menggabungkan unsur botani dengan kreativitas tangan.
Yang mana, didasarkan dari pernyataan itu juga lah secara garis besar hendaknya dapat diketahui jika di Indonesia sendiri, penggunaan teknik menghias tas seperti eco printing ini bisa dibilang memang sudah sangat umum dijumpai pada berbagai macam jenis produk tekstil, dan sering kali sengaja dipadukan dengan bentuk tas modern untuk menciptakan perpaduan antara kearifan lokal dan gaya kontemporer, salah satu contohnya saja seperti dapat dilihat pada eco printing totebag yang masuk ke dalam kategori produk dekorasi bahan tekstil, yang mampu menciptakan tas estetik dan bernilai seni tinggi.
Pengertian Eco Printing
Secara harfiah, hendaknya dapat diketahui jika istilah eco printing ini sebetulnya berasal dari kata eco yang diambil dari ekosistem atau alam, dan printing sendiri adalah arti dari kata cetak. Yang mana, jika digabung, secara harfiah dapat disebutkan jika eco printing ini adalah sebuah proses mencetak suatu desain atau warna pada suatu permukaan lain, biasanya pada permukaan kain atau kertas menggunakan bahan bahan yang disediakan oleh alam, dan dilakukan dengan cara memindahkan pigmen warna serta bentuk dari bagian tumbuhan seperti daun, bunga hingga batang langsung ke atas media.
Dan karena berbeda dengan teknik cetak mesin atau sablon yang menggunakan tinta buatan, karena teknik eco printing ini umumnya memang murni mengandalkan zat warna alami atau tanin yang terkandung di dalam sel sel tumbuhan. Tentu saja pada praktiknya, teknik menghias tas menggunakan cara eco printing ini akan melalui proses yang berbeda pula, yaitu melalui cara kontak fisik dengan bantuan tekanan dan suhu panas seperti pengukusan atau perebusan. Sehingga secara garis besar dapat dikatakan jika eco printing ini memang adalah perpaduan antara seni, botani, dan kimia sederhana.
Karena tidak dapat dipungkiri jika eco printing ini hendaknya memang adalah sebuah teknik menghias permukaan produk tekstil, khususnya dalam hal ini adalah produk tas, yang umumnya menghargai keindahan alami tumbuhan tanpa merusak ekosistem, namun tetap bisa menghasilkan karya seni tekstil yang unik, elegan, dan berkelanjutan. Apalagi dapat diketahui jika prinsip kerja dari eco printing ini pun sebetulnya juga bukan sekadar menempelkan daun atau bunga pada permukaan tas saja, melainkan merupakan sebuah proses kimiawi sederhana yang melibatkan tiga unsur utama pada tekniknya.
Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bukan jika tampilan dari sebuah eco printing totebag maupun produk eco printing lainnya, biasanya akan dikenal dengan karakteristik utama yang kuat, yaitu autentik karena hasil cetakan mengikuti detail urat daun dan bentuk mahkota bunga secara presisi, ramah lingkungan karena tidak menghasilkan limbah kimia berbahaya karena semua bahannya organik, serta unpredictable karena hasil akhirnya seringkali dipengaruhi oleh faktor alam, seperti usia daun, musim saat daun dipetik, hingga jenis tanah tempat tumbuhan tersebut tumbuh.
Teknik Pembuatan Eco Printing
Memiliki daya tarik yang begitu kuat, karena berhasil memberikan keindahan unik bagi suatu produk tekstil, secara tidak langsung memang membuat karya produk hasil eco printing dianggap memiliki nilai visibilitas tak terbatas. Karena tidak dapat dipungkiri jika di masa depan, dunia akan semakin menghargai produk produk yang ramah lingkungan, dan gaya hidup slow fashion yang diusung oleh eco printing ini tentu saja hanya bukan sekadar tren sesaat, melainkan pergeseran budaya global yang membuat produk eco printing tetap dihargai dan dianggap modern dalam konteks nilai sosialnya.
Apalagi dengan motif yang dihasilkan oleh eco printing, yang dalam hal ini bisa dibilang merupakan sebuah bentuk representasi murni dari alam, karena biasanya berwujud daun dan bunga. Hal tersebut pun tentu saja juga akan membuat sebuah produk eco printing dianggap memiliki elemen botani selalu abadi. Mengingat secara teknis sendiri, pembuatan eco printing ini umumnya memang akan terdiri dari beberapa tahapan yang sistematis dan tidak bisa dilakukan secara instan karena kualitas motif sangat bergantung pada persiapan bahan yang matang, seperti dapat diperhatikan pada teknik berikut ini:
Mordanting (Persiapan Kain)

Tahapan pertama dan krusial yang umumnya perlu dilakukan dalam rangkaian teknik pembuatan karya produk eco printing, utamanya eco printing totebag adalah mordanting, yaitu sebuah proses pengolahan serat kain dengan menggunakan zat kimia tertentu, organik maupun anorganik, yang berfungsi sebagai jembatan pengikat antara serat kain dengan zat warna alami dari tumbuhan, karena sebuah kain atau permukaan produk biasanya tidak bisa langsung dipakai, melainkan harus diolah terlebih dahulu agar serat kainnya nantinya mampu menyerap warna dari tumbuhan secara permanen dan tidak luntur.
Apalagi jika produk tekstil yang dibicarakan dalam hal ini adalah produk seperti totebag, yang umumnya dibuat menggunakan jenis bahan kain alami seperti katun atau linen, yang sebenarnya dikenal memiliki daya serap rendah terhadap pigmen daun. Sehingga jika dilakukan proses eco printing tanpa melalui teknik mordanting terlebih dahulu, maka warna daun atau bunga yang dicetak pada permukaan totebag mungkin akan muncul di awal, tetapi seiring berjalannya waktu akan segera luntur, utamanya saat dicuci karena tidak melalui teknik mordanting yang berfungsi untuk membuka pori serat dan mengunci warna.
Dimana untuk melakukan teknik mordanting ini sendiri, umumnya kita akan membutuhkan bahan seperti tawas untuk menjaga warna tetap cerah dan asli sesuai warna daun, tunjung untuk memberikan efek menggelapkan warna, kapur sirih untuk menguatkan warna dan memberikan efek warna cenderung lebih tua, hingga sari kedelai untuk melapisi serat dengan protein agar pigmen daun lebih mudah menempel. Serta bisa dilakukan dengan cara melarutkan bahan bahan tersebut, kemudian merendam kain pada larutan selama beberapa jam atau bahkan bermalam sebelum selanjutnya dikeringkan.
Layout (Penataan Motif)

Dalam rangkaian teknik pembuatan eco printing, hal selanjutnya yang perlu dilakukan setelah melalui tahap mordanting adalah melayout atau melakukan penataan motif, dengan menyusun bagian bagian tumbuhan di atas media untuk menciptakan desain visual yang diinginkan. Dimana dapat dikatakan jika tahap ini sering disebut sebagai “jiwa” dari produk eco printing, karena di sinilah kita akan melihat bagaimana bahan bahan botani dapat disusun seperti karya seni. Namun sebelum itu, pastikan jika tumbuhan dalam kondisi segar atau sudah direndam dengan benar supaya keluar warna yang maksimal.
Dan supaya hasil eco printing totebag maupun pada produk tekstil sejenis dapat memiliki tampilan yang artistik, ada baiknya untuk memperhatikan komposisi visualnya dengan mempertimbangkan prinsip desain seperti simetris asimetris agar motif seimbang diantara sisi kiri dan kanan, focal point untuk menentukan satu daun atau bunga yang paling besar dan indah sebagai pusat perhatian, juga ritme atau pengulangan jenis daun yang sama untuk menciptakan aliran visual supaya enak dipandang. Selain itu, perhatikan juga penataan motif, dengan memperhatikan anatomi daun agar hasil lebih tajam dan detail.
Rolling (Pelapisan dan Penggulungan)

Seperti namanya, proses rolling dalam rangkaian teknik pembuatan eco printing totebag maupun jenis produk sejenisnya, pada dasarnya memang adalah sebuah tahap paling krusial dalam metode eco printing, khusus teknik kukus atau steaming, karena tahapan ini berfungsi untuk memastikan adanya kontak fisik yang sempurna antara pigmen daun dengan serat kain. Mengingat tujuan utamanya pada proses rolling ini hendaknya memang adalah untuk memberikan tekanan yang kuat dan merata, karena tanpa tekanan yang cukup, pigmen warna dari daun tidak akan berpindah ke kain secara tajam.
Oleh sebab itu, dalam prosesnya biasanya kain yang sudah berlapis daun dan penutup akan digulung pada sebuah silinder, biasanya pipa PVC atau batang kayu, dan dilakukan dengan sangat kencang juga rapi supaya saat pengukusan uap air bisa mengenai seluruh bagian gulungan kain secara konsisten dan mencegah kebocoran warna. Selain itu pastikan pula jika kain tidak boleh terlalu basah atau terlalu kering, karena kain yang lembap akan membantu pori pori serat terbuka untuk menerima pigmen, serta pastikan jika pada penggulungan kain tersebut tidak terdapat kerutan.
Fiksasi dan Pengeringan

Menjadi tahap akhir dari rangkaian teknik pembuatan eco printing, dapat diketahui jika proses fiksasi dan pengeringan ini umumnya sangat krusial untuk dilakukan, karena akan berfungsi untuk mengunci warna agar tidak luntur dan hasil cetakannya awet bertahun tahun. Dimana adapun tahap pertama yang perlu dilakukan untuk menjalankan proses ini adalah dengan membuka hasil rollung kain yang sudah selesai dikukus, namun tidak boleh langsung dicuci untuk memberikan waktu bagi pigmen warna tumbuhan bereaksi dengan oksigen, sehingga warna masuk lebih dalam ke serat kain.
Lalu setelah gulungan kain tersebut selesai dibuka, maka selanjutnya adalah mulai membersihkan segala jenis tumbuhan yang menjadi ornamen dekorasi secara perlahan dan satu persatu, kemudian mulailah untuk membentangkan kain lali diangin anginkan tanpa terkena sinar matahari langsung selama 3 hingga 7 hari, karena semakin lama didiamkan biasanya warna hasil eco print akan semakin kuat dan matang. Jika sudah didiamkan selama beberapa waktu dan kain kering, maka prosesnya selanjutnya adalah melakukan tahapan fiksasi, yaitu proses merendam kain ke dalam larutan mineral tertentu.
Dimana adanya tindakan ini pun tentu saja dimaksudkan untuk menetapkan warna akhir, karena tanpa fiksasi, warna eco print mungkin akan memudar atau hilang saat dicuci pertama kali. Dan untuk memberikan efek warna tajam yang berbeda beda, terdapat tiga jenis laurtan fiksasi yang umum digunakan, yaitu tawas yang berfungsi untuk mengunci warna asli tumbuhan agar tetap cerah dan tidak banyak berubah, tunjung untuk memberikan efek gelap, dan kapur untuk memperkuat warna dan memberikan efek warna yang lebih tajam atau berbeda
Keunggulan Eco Printing
Merupakan salah satu karya produk tekstil yang keberadaannya bisa dibilang selalu berhasil memancing atensi para konsumen, karena memiliki daya tarik kuat yang didapatkannya dari teknik pembuatan unik, yang secara sengaja menggabungkan unsur seni dan kelestarian alam. Agaknya memang pantas untuk membuat keberadaan dari produk tas eco print, seperti eco printing totebag menjadi sangat populer belakangan ini. Terlebih adanya hal tersebut pun umumnya juga semakin didukung oleh bagaimana teknik eco printing ini yang memiliki segudang keunggulan.
Dan adapun yang beberapa keunggulan dari teknik pengolahan sekaligus penghiasan tas yang membuat eco printing sangat diminati dalam pembuatan tas dan dinilai lebih unggul jika dibandingkan dengan teknik pewarnaan atau penambahan dekorasi pada permukaan suatu bahan tekstil konvensional lainnya, adalah sebagai berikut ini:
Eco Friendly dan Sustainable
Keunggulan pertama yang dimiliki oleh teknik eco printing pada sebuah produk tas, tentu saja adalah sisi eco friendly atau ramah lingkungan dan sustainability atau keberlanjutan yang dalam hal ini bukan sekadar label saja, melainkan merupakan bagian dari sistem produksi miliknya yang dinilai sangat bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup dan alam sekitar. Oleh sebab itu, wajar saja bukan jika urusan memilih produk tas eco print ini sering kali dikaitkan dengan dukungan terhadap siklus produksi yang menghormati bumi sekaligus berpartisipasi dalam menjaga kelestarian alam.
Dimana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja merujuk pada pengaruh langsung proses produksi sebuah karya produk eco printing yang umumnya menggunakan pigmen alami dari tumbuhan yang tentu saja biodegradable atau dapat terurai secara alami akan lebih aman untuk digunakan. Apalagi penggunaan daun atau bunga yang sudah gugur maupun sisa pemangkasan pohon pun dalam hal ini juga dianggap telah mengubah “sampah kebun” menjadi elemen dekoratif yang bernilai tinggi, sehingga lebih bisa mengefisiensi sumber daya karena memanfaatkan limbah organik secara kreatif.
One of a Kind atau Eksklusif
Jika berbicara tentang industri tas, tentu sudah barang pasti adanya aspek one of a kind dan juga eksklusivitas, hendaknya memang adalah penentu dari nilai jual tertinggi. Dan siapa sangka jika ke dua hal tersebut nyatanya dimiliki oleh sebuah produk eco printing, utamanya eco printing totebag yang didapatkannya dari sifat alami selama proses pembuatannya. Oleh sebab itu, wajar saja bukan jika urusan membeli tas eco print ini kemudian dianggap bukan hanya perkara tentang membeli sebuah tas aja, melainkan membeli sepotong momen alam yang diabadikan di atas kain.
Mengingat penggunaan teknik eco printing dalam suatu proses menghias tas ini hendaknya memang seperti menaruh sidik jari alami yang dimiliki oleh tumbuh tumbuhan pada barang sehari hari. Terlebih karena setiap tumbuhan umumnya akan memiliki struktur urat, bentuk tepi, dan kandungan pigmen yang unik, bahkan jika diambil dari pohon yang sama, tentu saja hal tersebut akan semakin membuat tampilan dari sebuah produk eco print terkesan lebih eksklusif, karena tidak akan dua produk eco print yang identik di dunia, dan akan sangat memenuhi kebutuhan personal yang premium.
Memiliki Efek Visual yang Autentik
Karena memiliki kemampuan untuk menyajikan dan menyimpan sidik jari alam, yang tidak bisa ditiru oleh teknologi mesin manapun. Tentu saja hal tersebut akan membuat keberadaan dari produk produk eco print, tidak terkecuali eco printing totebag dinilai memiliki nilai visual yang begitu autentik, serta sangat mampu untuk mengubah benda fungsional yang tadinya memiliki banyak kesamaan dengan khalayak ramai, menjadi sebuah pernyataan gaya hidup yang menghargai kejujuran bentuk alam dan kerumitan tangan manusia, tanpa ada satupun yang bisa menyamakan tampilannya secara presisi.
Dimana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja didasarkan pula pada bagaimana teknik eco print ini yang dinilai sangat amat berbeda dengan teknik sablon atau cetak digital yang umumnya hanya bekerja dengan memindahkan gambar dua dimensi ke permukaan suatu media cetak saja. Karena sebagaimana kita ketahui bersama, jika penggunaan teknik eco printing ini hendaknya memang bekerja dengan cara memindahkan tekstur dan detail nyata dari tumbuhan sampai kita bisa melihat detail tulang daun, pori-pori kelopak bunga, hingga bekas gigitan ulat yang terekam sempurna pada permukaan tas.
Yang mana, didasarkan oleh hal tersebut juga lah tampilan visual yang dihasilkan oleh suatu teknik eco printing dalam usaha menghias tas pun umumnya dianggap dapat memberikan kesan kedalaman tekstur, yang membuat sebuah tas eco printing terlihat lebih hidup dan berkarakter. Apalagi adanya hal tersebut pun diketahui juga semakin didukung oleh warna yang dihasilkan oleh pigmen pigmen tumbuhan tersebut, yang dalam hal ini tentu saja memiliki karakteristik sangat khas, dengan kesan alami yang hangat dan lembut, serta dapat menciptakan estetika seni mendalam.
Hipoalergenik
Selain dari segi estetika dan eksklusivitasnya, dalam hal ini produk tas yang didekorasi menggunakan teknik eco printing umumnya juga dianggap memiliki keunggulan aspek keamanan kesehatan, khususnya dari segi hipoalergenik yang biasanya berkaitan erat dengan keamanan bahan yang bersentuhan langsung dengan kulit manusia. Dimana dapat diketahui jika hipoalergenik sendiri sebetulnya adalah istilah yang umumnya dipakai untuk menjelaskan jika suatu bahan memiliki risiko yang sangat rendah untuk memicu reaksi alergi pada kulit kulit sensitif.
Karena sebagaimana kita ketahui bersama, jika keberadaan dari tas tas konvensional, seringkali diproses menggunakan pewarna sintetis yang mengandung logam berat seperti kromium, timbal, atau bahan kimia azo, dimana bagi sebagian orang kandungan zat tersebut seringkali dapat menyebabkan dermatitis kontak berupa gatal gatal, kemerahan, atau ruam. Sedangkan, karena produk eco printing biasanya hanya menggunakan pigmen alami dari tumbuhan, tentu saja hal tersebut akan membuat risiko paparan zat kimia beracun pada kulit tangan atau bahu saat menjinjing tas menjadi minimal dan lebih aman.
Economic Value
Memiliki alur pembuatan yang prosesnya melibatkan cara manual dan membutuhkan ketelitian, karena tergolong ke dalam jenis produk handmade, tentu secara tidak langsung memang menjadikan tas eco print masuk dalam kategori produk premium. Dan jika dilihat dari sisi Economic Value atau nilai ekonominya, tentu saja eco printing ini bukan hanya sekadar urusan teknik menghias saja, melainkan juga merupakan sebuah strategi peningkatan nilai tambah yang sangat signifikan pada sebuah produk tas, karena kemampuannya dalam mengubah kreativitas dan kekayaan alam menjadi komoditas seni.
Dimana, komoditas seni yang dihargai mahal oleh pasar, terutama mereka kalangan konsumen yang sadar lingkungan pun tentu saja adalah keunggulan ekonomi yang paling nyata. Terlebih karena karya produk tas ini biasanya memanfaatkan bahan baku utama yang berasal dari tumbuh tumbuhan sebagai sumber dekorasinya, yang dalam hal ini sering kali dapat diperoleh secara gratis dari lingkungan sekitar atau merupakan limbah organik, tentu saja juga akan semakin membuat pengurangan biaya operasional terkait produksi tas maupun penanganan limbah menjadi lebih minim dan menghasilkan keuntungan.
Dikenal sebagai tas ramah lingkungan yang artistik dan begitu unik karena memiliki sentuhan seni dan botani, secara tidak langsung memang menjadikan tas eco printing dikenal begitu populer, bahkan banyak dipilih untuk dijadikan sebagai tas guna berbagai macam keperluan komersial dan branding. Contohnya saja seperti yang dilakukan oleh penyedia jasa tas custom terbaik bernama Karya Bintang Abadi ini, yang secara garis besar dikenal sebagai salah satu penyedia tas terpercaya dan andalan yang dapat membantu memenuhi keperluan tas ramah lingkungan bagi para customer secara custom.
Yang mana, adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan Karya Bintang Abadi sendiri yang diketahui sudah berkecimpung dalam dunia pembuatan tas custom selama lebih dari 10 tahun ini dikenal telah banyak dipercaya oleh berbagai kalangan customer. Sehingga didasarkan dari latar pengalamannya tersebut, tentu tidaklah mengherankan bukan bila Karya Bintang Abadi pun pada akhirnya dianggap sebagai salah satu pabrik tas custom terbaik yang dapat menghandle segala kebutuhan tas custom dengan detail tampilan terbaik, kualitas terjamin, proses pengerjaan cepat dan harga affordable.
Apalagi selain daripada itu, dirinya pun diketahui juga tidak pernah lupa untuk memastikan bila setiap customer maupun calon customernya akan mendapatkan pelayanan terbaik oleh para customer service, yang ramah juga tanggap dalam membantu segala kebutuhan akan pemesanan tas custom, baik itu melalui proses pemesanan aman, karena sudah sah secara hukum dan berlegalitas, maupun cara pemesanan mudah serta cepat, baik secara online maupun offline. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk mendapatkan tas dengan hasil yang maksimal dan memuaskan.



