Jika berbicara tentang brand F&B yang terkenal akan menu dessert berupa berbagai macam olahan ice cream, tentu kita semua setuju bukan jika Mixue Bingcheng, atau lebih dikenal sebagai Mixue saja ini bisa dibilang memang adalah salah satu brand yang secara spesifik masuk ke dalam kategori Food and Beverage (F&B) asal Tiongkok yang populer, bahkan di pasar Indonesia sendiri. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana model penyajian menunya yang dinilai menarik, hingga keberadaan dari berbagai macam merchandise, contohnya saja seperti tas Mixue.
Karena tidak dapat dipungkiri, sebagai brand yang memiliki posisi bisnis dan industri dengan cakupan kategori spesifik yang umumnya berfokus pada dua pilar produk utama, yaitu es krim lembut (soft-serve ice cream) dan street drink. Kepopuleran brand Mixue ini dapat dikatakan memang secara sukses bisa tembus ke pasar negara negara diluar negara asalnya, bahkan sampai menjadi salah satu brand F&B dengan jaringan waralaba terbesar di dunia pun tentu bukan tanpa alasan. Melainkan sebagai bentuk strategi dan usahanya, Mixue tentu melakukan sejumlah hal krusial dalam model bisnisnya.
Katakan saja seperti bagaimana mereka secara presisi memposisikan dirinya menggunakan model bisnis Franchise atau Waralaba, yang tentu saja tidak hanya menjual es krim kepada konsumen, tetapi juga menjual “sistem bisnis” dan bahan baku kepada para pemegang waralaba. Selain itu, untuk semakin memperkuat kedudukannya, dalam hal ini Mixue pun hendaknya juga dikenal dengan penggunaan strategi pasar berupa Low-Cost, yang dalam kategori Mass Market sendiri terkenal dengan strategi Price Leadership untuk memancing minat customernya yang dalam hal ini memang kebanyakan anak muda.
Dimana dengan mengandalkan strategi Price Leadership atau Low-Cost ini dapat dikatakan jika itu berarti mereka secara sengaja menyasar pasar luas dengan harga yang ekonomis, dan memposisikan diri sebagai alternatif murah dibandingkan kompetitor lain dengan produk sejenis yang sudah lebih dulu terkenal dengan harganya yang bisa dibilang cukup priecy. Dan kesuksesan dari penggunaan strategi Low-Cost atau Price Leadershipnya tersebut pun tentu saja tidak terlepas dari dukungan kategori perusahaannya sendiri yang secara korporat diketahui termasuk kedalam jenis Supply Chain Enterprise.
Sehingga berdasarkan jenis korporatnya tersebut, tentu sudah barang pasti jika rahasia harga murah yang berhasil mereka miliki terletak pada kepemilikan pabrik bahan baku dan pusat logistik sendiri, dimana dapat dikatakan pula jika mereka pun hendaknya juga mendapatkan keuntungan besar dari menjual bahan baku kepada ribuan cabangnya, bukan hanya dari margin penjualan per cup es krim. Dan didasarkan beberapa alasan tersebut, maka wajar saja bukan jika brand Food and Baverage satu ini dinilai cukup dominan dan bahkan sempat menjadi trend tersendiri untuk kategori street drink.
Apalagi selain daripada dikenal dengan efisiensi biaya karena menggunakan bahan baku produksi sendiri, dengan aksesibilitas tinggi karena umumnya gerai Mixue ini tersebar dengan sangat massif. Hendaknya dapat diketahui jika adapun hal lain yang bisa dibilang juga memberikan pengaruh cukup signifikan pada kepopulerannya adalah juga dikarenakan kesuksesan brandingnya yang kuat, menggunakan maskot “Snow King” bertema catchy yang membuat mereka mudah diingat, juga tampak begitu menarik dimata anak anak, yang dalam hal ini memang merupakan pangsa pasar utamanya.
Daftar Isi
ToggleStrategi Branding Mixue melalui Merchandise

Dikenal sebagai salah brand Food and Baverage yang kepopulerannya bukan hanya sekadar didasarkan pada “harganya murah” saja, tapi juga karena keberhasilan mereka dalam membungkus “harga murah” tersebut dengan branding cerdas yang sangat terencana. Bisa dibilang memang telah menjadikan keberadaan Mixue dinilai cukup lihai dalam perjalanannya menjalankan bisnisnya. Dimana dengan harga murah sebagai “mesin” penggeraknya, Mixue hendaknya memang dikenal berhasil membangun branding yang kuat sebagai “bahan bakar”, khususnya dalam hal ini melalui merchandise lucunya.
Yang mana, keberhasilan pada branding diri dan kehadiran merchandise lucunya tersebut pun tentu saja dipengaruhi kuat oleh adanya branding Snow King dan jingle sebagai maskot andalannya, yang dalam hal ini dinilai sangat menggambarkan dirinya dan sangat identik dengan identitasnya. Karena tidak dapat dipungkiri, jika tanpa keberadaan dari branding Snow King dan jingle yang kuat, Mixue mungkin saja hanya akan menjadi toko es krim pinggir jalan biasa yang mudah digantikan. Mengingat sebetulnya terdapat banyak brand lain yang menjual produk serupa dengan harga yang sama murahnya.
Tetapi karena tidak memiliki kekhasan khusus pada identitas brandingnya, banyak dari mereka yang kemudian tidak mendapatkan popularitas setingkat Mixue. Oleh sebab itu keberadaan dari maskot khas dan merchandise lucu, baik itu mulai dari botol hingga tas Mixue yang terbilang unik dan ikonik, bisa dibilang memang menjadi salah satu alat pendukung yang berhasil membuat Mixue melesat jauh meninggalkan para pesaingnya. Sekaligus pula menjadi bukti bahwa Mixue adalah salah satu contoh brand dengan strategi branding sukses dalam kategori F&B murah pada beberapa tahun terakhir.
Alasan Kenapa Branding Mixue Dianggap Kuat:
Sebagai brand yang masuk ke dalam kategori bisnis dengan produk Food and Baverage, Mixue dalam hal ini hendaknya memang tidak hanya menjual es krim saja, tetapi juga berhasil menjual “identitas” yang sangat melekat di kepala orang. Dimana dapat dikatakan jika strategi branding Mixue dianggap sangat kuat karena mereka tidak hanya menjual produk, tetapi juga berhasil menciptakan ekosistem identitas yang melekat di ingatan konsumen, meskipun kekuatan branding Mixue terletak pada kesederhanaan. Namun didasarkan dari pernyataan tersebut juga lah, adapun berikut ini adalah beberapa alasan kenapa bisa branding Mixue dianggap kuat, yang umumnya menarik untuk diketahui:
Kekuatan Karakter Maskot
Secara umum brand Mixue sangat terkenal dengan maskot Snow King yang berbentuk manusia salju dengan jubah merah dan mahkota. Dimana dapat dikatakan jika keberadaan dari maskot yang selalu tercetak pada setiap kemasan hingga merchanidse Mixue, mulai itu dari botol, kaos, hingga tas Mixue ini pun bisa dibilang memang adalah salah satu bukti dari bagaimana kekuatan karakter maskot Mixue yang dilandasi oleh konsistensi, juga personifikasi karena sering dicitrakan sebagai karakter yang jenaka, suka menari, dan membuatnya terasa seperti “teman” bagi konsumen, bukan sekadar perusahaan kaku.
Dan didasarkan pada pernyataan itu juga lah, keberadaan karakter Snow King pada setiap kemasan, merchandise botol hingga tas Mixue, sampai dekorasi toko pun, tentu saja bukan hanya sekadar sebuah gambar dekorasi semata. Melainkan lebih dari itu, dapat dikatakan jika Snow King ini adalah nyawa dari strategi branding Mixue, karena secara tidak langsung telah berhasil mengubah Mixue dari sekadar “penjual es krim murah” menjadi brand yang memiliki kepribadian, bahkan sampai mampu untuk menciptakan koneksi emosional dan membuat brand terasa lebih human centric branding.
Strategi Sonic Branding yang Ikonik
Selain maskot Snow King, dalam hal ini dapat diketahui jika adanya sonic branding yang ikonik pun hendaknya juga menjadi faktor pendukung kenapa bisa branding Mixue dianggap kuat. Dimana lagu “I love you, you love me, Mixue Ice Cream and Tea”? bisa dibilang adalah salah satu senjata rahasia mereka, karena tidak hanya memiliki lirik yang sangat sederhana saja, tetapi juga melodi yang earworm atau easy listening. Sehingga melalui pemutaran lagu tersebut secara terus menerus di setiap gerainya, tentu secara tidak langsung telah menciptakan asosiasi instan jika Mixue selalu dekat dengan konsumen.
Dan dengan kesadarannya jika sonic branding atau branding suara hendaknya memang adalah salah satu cara jitu untuk membangun identitas merek, maka wajar saja bukan jika dikarenakan hal tersebut bagi Mixue pun strategi ini bukan lagi hanya menjadi sebuah sekadar pelengkap saja, melainkan juga “senjata rahasia” yang membuat mereka memiliki identitas ganda, karena orang orang akan mengenali mereka lewat mata dan lewat telinga. Sehingga konsumen tidak perlu melihat logo Mixue untuk mengingat brand tersebut, melainkan cukup mendengar nadanya saja.
Dominasi Visual dan “Penjajahan” Lokasi
Tidak hanya karena memiliki identitas ganda, yang membuat orang orang dapat mengenali mereka lewat mata dan lewat telinga saja yang menjadi alasan kenapa bisa branding Mixue dianggap kuat. Karena selain daripada itu, sebetulnya dapat diketahui pula jika penggunaan strategi Oversaturation, yaitu dominasi visual dan juga “penjajahan” lokasi yang umumnya dilakukan secara massif oleh Mixue, hendaknya juga menjadi alasan penguat dibalik kekuatan branding Mixue yang tidak bisa dianggap remeh oleh pesaingnya, bahkan bisa dibilang juga merupakan salah cara branding paling berani.
Dimana dengan warna merah yang mencolok dan jumlah gerai yang sangat banyak, tentu saja mereka secara tidak langsung telah menciptakan persepsi bahwa “Mixue ada di mana mana”, dan secara psikologis, hal tersebut dinilai dapat membangun kepercayaan konsumen, melalui keberadaan fisik yang massif. Dan didasarkan oleh caranya itu juga lah, strategi ini dapat dikatakan berhasil mengubah Mixue dari sekadar “penjual es krim” menjadi sebuah fenomena budaya yang kehadirannya selalu dinanti, dan menjadi salah satu pilar terkuat mengapa Mixue bisa begitu meledak di pasaran.
Value-for-Money sebagai Identitas
Dalam hal ini dapat dikatakan jika branding yang kuat sebetulnya tidak selalu harus soal kemewahan. Karena sebagai bukti, Mixue hendaknya berhasil menjadi salah satu brand F&B yang sukses membangun citra sebagai “Brand Rakyat”, bahkan dapat dikatakan jika harga murahnya justru dijadikan sebagai identitas utama yang bisa membuat konsumen merasa mendapatkan keuntungan (high value) tanpa harus bayar mahal. Sehingga secara keseluruhan bisa dibilang Mixue ini memang telah berhasil menunjukkan jika menjadi murah tanpa terlihat murahan dapat membuat branding mereka kian kuat.
Apalagi dengan identitas Value-for-Money yang mereka gunakan sebagai bagian dari strategi brandingnya ini pun hendaknya juga menjadikan mereka dianggap memiliki aksesibilitas yang lebih luas pula, karena secara tidak langsung telah membuat Mixue menghapus batasan sosial, sehingga segala kalangan bisa menikmati produk yang sama tanpa merasa terbebani secara finansial. Terlebih meskipun murah, rasa es krim Mixue pun umumnya tetap menggunakan bahan yang layak dan “premium” di kelas harganya, dan membuat konsumen merasa untung karena mendapatkan kualitas yang seharusnya.
Kehadiran Merchandise Menarik
Alasan lain sekaligus terakhir yang bisa dibilang juga menjadikan branding Mixue dianggap kuat adalah adanya kehadiran merchandise menarik, yang dalam hal ini bahkan dapat dikatakan merupakan salah satu pilar “Smart Branding” Mixue yang sangat krusial. Karena secara keseluruhan Mixue ini hendaknya memang tidak hanya dikenal menjual ice cream maupun street drink saja, melainkan juga membangun ekosistem gaya hidup melalui barang barang koleksi yang memperkuat identitas merek mereka, dan mengubah Mixue dari penjual minuman menjadi sebuah Brand Pop Culture yang memiliki basis fans.
Selain itu, adapun alasan lain kenapa kehadiran dari merchandise, mulai itu dari botol, kaos, hingga tas Mixue bisa menjadikan branding Mixue begitu kuat, pun tentu saja dikarenakan keberadaan dari produk produk tersebut yang secara tidak langsung akan membuat konsumen merasa memiliki keterikatan emosional dengan karakter tersebut, dan membeli merchandise Snow King terasa seperti membeli mainan koleksi, bukan sekadar alat biasa. Dimana didasarkan dari hal itu juga lah, secara tidak langsung keberadaan merchandise tersebut berhasil menjadi strategi Mobile Branding yang efisien dan efektif.
Tas Mixue Sebagai Merchandise dan Strategi Branding
Dikenal sebagai salah satu strategi branding yang cukup bonafit, secara tidak langsung memang membuat Mixue sering kali menaruh perhatian lebih pada keberadaan merchandisenya. Dimana diantara berbagai macam jenis merchandise unggulannya, bisa dbilang tas Mixue memang adalah salah satu yang keberadaannya cukup populer setelah botol ikonik Snow King, kemudian disusul oleh kaos dan printilan printilan merchandise lainnya. Yang mana, adanya hal tersebut pun tentu saja bisa terjadi bukan tanpa alasan, melainkan dipengaruhi oleh beberapa faktor penting, seperti berikut ini:
Desain Karakter yang Menonjol
Hal utama yang membuat tas Mixue bisa dianggap sebagai salah satu cara cerdas menciptakan merchandise ikonik adalah karena produk ini yang dinilai dapat menciptakan desain karakter menonjol. Dimana desain karakter yang menonjol pada tas Mixue ini sendiri pun hendaknya bukan hanya sekadar hiasan semata, melainkan juga merupakan inti dari strategi branding yang diharapkan dapat mengubah benda fungsional, yaitu tas menjadi alat pemasaran yang emosional dan viral. Bahkan dapat dikatakan jika tas Mixue ini adalah salah satu merchandise dan strategi branding terbaik dan ujung tombak komunikasi visual, karena bisa menjadi identitas, koleksi, dan media iklan yang efektif dalam urusan menyebarkan popularitas Mixue secara organik.
Visibility yang Tinggi
Memiliki visibilitas tang tinggi bisa dibilang merupakan salah satu alasan utama mengapa tas Mixue bisa dianggap sebagai alat pemasaran yang sangat jenius. Terlebih dalam dunia branding sendiri, dapat dikatakan jika visibilitas ini umumnya bersinggungan oleh seberapa sering dan seberapa jelas sebuah merek terlihat oleh mata publik. Dan bisa dibilang penggunaan produk seperti tas Mixue dengan atribut desian Snow King sebagai dekorasi utama, pun tentu saja berhasil “mencuri perhatian” di ruang publik secara fisik, serta berhasil menjadikan Mixue dianggap sukses untuk menghadirkan merchandise unik lebih dari sekedar barang fungsional saja, melainkan menjadi strategi branding terbaik mereka.
Memiliki Nilai Fungsionalitas dan Durabilitas
Selain memiliki nilai visibilitas tinggi, karena memiliki medan desain yang luas. Dalam hal ini sebetulnya dapat dikatakan, jika adapun faktor lain yang hendaknya juga menjadi faktor kenapa bisa sebuah tas Mixue menjadi sebuah merchandise unggulan sekaligus strategi branding cerdas yang miliki oleh Mixue pun juga adalah dikarenakan bagaimana tas ini sebenarnya memiliki nilai fungsionalitas dan durabilitas baik. Dimana dalam dunia marketing sendiri, adanya hal tersebut sering disebut sebagai Strategic Utility Branding, dengan mengedepankan fungsionalitas dan durabilitas, yang secara tidak langsung telah berhasil mengubah sebuah pernak pernik brand menjadi investasi aset promosi yang tetap eksis.
Murah Tapi Terlihat Eksklusif
Faktor selanjutnya yang menjadikan keberadaan tas Mixue bisa menjadi salah satu merchandise terbaik dan juga dianggap sebagai bagian dari strategi branding paling efisien dari Mixue, adalah dikarenakan tas ini yang umumnya bisa dirancang dengan konsep “Murah Tapi Terlihat Eksklusif”. Dimana melalui konsep tersebut, strategi ini tentu saja berhasil memecahkan stigma bahwa barang murah pasti memiliki desain yang buruk. Selain itu dengan membuat tas yang Murah Tapi Terlihat Eksklusif, Mixue pun hendaknya juga berhasil melakukan demokratisasi branding, dimana mereka telah membuktikan bahwa kemasan yang terlihat premium tidak harus mahal, dan semakin mengkukuhkan diri jika mereka bekerja sebagai simbol status yang bisa dijangkau oleh semua orang.
Menjadi salah satu jenis merchandise Mixue yang dinilai cukup populer dan juga bisa menjadi bagian dari strategi branding jitu, secara tidak langsung memang telah membuktikan jika keberadaan dari merchandise berupa tas Mixue ini hendaknya memang tidak pernah gagal untuk menarik atensi customer global. Apalagi selain memiliki kelebihan dari segi visual, setiap merchandise tas Mixue tersebut pun sebetulnya juga terkenal pula dengan nilai fungsionalitas dan juga durabilitas yang tidak perlu diragukan lagi, karena memang peran keberadaannya sebagai bagian dari perpanjangan branding.
Namun, untuk betulan mewujudkan adanya merchandise tas dengan spesifikasi hal tersebut, tentu dibutuhkan adanya peran produsen tas Mixue yang sungguhan dapat dipercaya dan diandalkan untuk membantu memenuhi detail spesifikasi brandingnya. Dan bagi kita yang sekiranya juga menginginkan adanya tas dengan spesifikasi khusus, yang dapat dimanfaatkan guna keperluan branding maupun kebutuhan komersial lain, sebagaimana milik Mixue untuk dijadikan inspirasi dalam pembuatan tas. Kini kita bisa mewujudkannya dengan mudah melalui bantuan jasa penyedia pembuatan tas custom.
Dimana nama Karya Bintang Abadi sendiri bisa dibilang adalah salah satu jasa pembuatan custom tersebut yang dikenal terbaik juga terpercaya karena selalu menawarkan berbagai kemudahan, kelebihan serta benefit, baik itu berkaitan dengan detail produk terbaik, kualitas terjamin, cara pemesanan mudah, proses produksi cepat, hingga pengiriman barang aman. Selain itu hasil dari produk tas pesanan para customer yang di percayakan kepada pabrik tas ini pun juga dapat dipastikan akan memiliki spesifikasi sesuai dengan keinginan, kebutuhan, serta budget customer karena dibuat secara by request.
Jadi dengan mengandalkan segala macam keunggulannya tersebut, tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk menyelesaikan segala permasalahan dan kebutuhan anda akan tas custom dengan hasil yang memuaskan. Apalagi sebagai pabrik tas custom andalan, mereka pun juga tidak pernah lupa untuk memberikan pelayanan terbaik melalui cara pemesanan aman, cepat dan mudah, baik secara online maupun offline, yang tentu saja semakin membuatnya pantas dianggap sebagai pabrik tas custom terbaik dengan kualitas tas yang unggulan sekaligus memuaskan.




