Autentik dan juga Etnik bisa dibilang adalah dua istilah yang memang cukup sering muncul beriringan dalam dunia desain serta fashion, khususnya dunia desain dan fashion yang menggunakan budaya lokal sebagai bagian dari intriknya. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja dapat dibuktikan langsung dengan bagaimana beberapa lokal brand gaya etnik yang dikenal autentik dan dianggap memiliki daya pikat tersendiri. Karena tidak dapat dipungkiri, jika istilah autentik juga etnik ini, pada dasarnya secara sederhana memang diketahui saling berkaitan dengan keaslian jiwa atau cerita sejarah dibaliknya.
Yang mana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja didasarkan pada bagaimana maksud dari istilah autentik itu sendiri yang sebetulnya lebih mengarah pada pengertian asli, tulen, atau dapat dipercaya, karena dalam dunia desain dan fashion, hendaknya memang dapat dikatakan jika suatu karya produk dapat dianggap autentik jika produk tersebut jujur antara penampilan luar dengan nilai di dalamnya, asal usul, dan cara pembuatannya. Sedangkan untuk istilah etnik sendiri secara garis besar umumnya akan lebih mengarah pada pengertian tradisi atau budaya khas yang membedakannya dari pop culture.
Oleh sebab itu, karya produk fashion yang didesain dengan gaya autentik dan nuansa etnik ini biasanya akan merujuk pada warisan turun temurun, baik itu ditandai dengan penggunaan motif, pola, warna, atau material alam yang spesifik. Namun yang jelas baik gaya autentik maupun nuansa etnik, keduanya sama sama diketahui memiliki fokus utama pada keaslian dan integritas yang dimiliki oleh identitas mereknya. Karena tidak dapat dipungkiri, adanya nilai autentik dan etnik ini pada dasarnya memang dimaksudkan untuk memberikan rasa percaya pada kualitas tinggi yang disediakan oleh suatu brand.
Sekaligus juga untuk memberikan kesan eksotis, unik, dan nilai seni tinggi yang umumnya akan sulit dijumpai pada karya produk konvensional dan bergaya pop culture. Yang mana didasarkan oleh alasan itu juga lah, wajar saja bukan jika lokal brand gaya etnik sering kali dianggap sebagai representasi paling kuat dari gaya autentik sekaligus etnik, karena mereka umumnya memang akan memiliki akses langsung ke akar budaya dan proses produksi yang lebih personal. Dimana dapat dikatakan jika hubungan ini pun sebetulnya bukan hanya sekadar kebetulan, melainkan juga bagian dari strategi dan nilai inti.
Sehingga dengan basisnya tersebut, maka bukan tidak mungkin jika banyak karya produk lokal brand gaya etnik akan sulit ditiru keautentikannya oleh merek global bergaya pop culture. Karena adanya hal tersebut pun tentu akan didukung sejumlah alasan penguat kenapa bisa citra tersebut melekat kuat pada lokal brand. Katakan saja seperti bagaimana biasanya lokal brand gaya etnik ini memiliki kedekatan dengan sumber daya material serta pengerajinnya. Serta dibangun dengan storytelling personal yang berakar pada filosofi mendalam juga identitas merek yang menciptakan koneksi emosional.
Bahkan didasarkan oleh karakteristik atau ciri khasnya tersebut juga lah, banyak lokal brand yang secara sengaja tidak memproduksi karya produknya dalam jumlah massal, karena biasanya memang lebih memilih jalur small batch atau made-to-order guna menjaga integritas kualitas, dan membuat setiap produknya terasa dibuat khusus, bukan hasil cetakan ribuan mesin yang identik. Apalagi adanya hal tersebut pun diketahui semakin ditunjang pula oleh bagaimana teknik teknik rumit yang mereka gunakan untuk mempertegas nilai etnik serta autentik yang langka serta berharga dari produknya.
Daftar Isi
ToggleBrand Fashion Lokal Dengan Gaya Etnik
Menjadi merek yang dikenal lahir serta dikembangkan dengan berorientasi secara khusus pada nilai nilai seni dan budaya menggunakan sumber daya, tenaga kerja, dan identitas budaya dari tempat asalnya, yang dalam hal ini dimaksudkan untuk melayani konsumen di wilayah tersebut maupun pasar internasional sambil mencakup nilai ideologi dan kedekatan emosional dengan konsumennya. Secara tidak langsung memang telah membuat keberadaan dari lokal brand, khususnya dalam hal ini lokal brand gaya etnik dan autentik, dianggap memiliki pangsa pasar dan daya pikatnya sendiri.
Dimana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana asal usul origin culture yang umumnya sengaja mereka pertahankan, dan bagaimana mereka seringkali sengaja menyisipkan unsur estetika, nilai, atau solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal yang mungkin tidak dipahami oleh merek global. Sehingga sangat wajar jika dalam beberapa tahun terakhir, fenomena “kebanggaan lokal” pun dapat meningkat pesat, bahkan tidak sedikit brand lokal gaya etnik yang diketahui mulai berhasil menyaingi brand global, baik segi kualitas hingga visibilitas produk.
Yang mana, kemajuan brand lokal Indonesia dalam hal keautentikan maupun etnik dan kestetikan pun hendaknya dapat dilihat langsung pada sektor fashion dan gaya hidup dengan beberapa kategori yang menonjol, katakan saja seperti pada sektor industri sepatu lokal yang kini diketahui mulai mendominasi pasar anak muda dengan kualitas vulcanized sangat baik. Sektor produk kreatif dan aksesoris, yang dalam hal ini berfokus pada busana hingga tas, yang dikenal mulai mengedepankan desain minimalis namun sambil tetap menggabungkan unsur tradisional sebagai bagian dari identitas karya produknya.
Dan adapun bukti dari pernyataan tersebut pun hendaknya dapat dilihat pada beberapa contoh brand lokal dengan gaya etnik, yang dikenal tidak hanya bernuansa etnik saja tetapi juga memiliki gaya autentiknya sendiri, seperti berikut ini:
Sejauh Mata Memandang

Brand lokal gaya etnik pertama yang dikenal dengan keautentikannya adalah Sejauh Mata Memandang. Dimana dapat diketahui jika merek lokal satu ini hendaknya memang adalah salah satu merek fashion lokal yang dikenal sangat konsisten dengan narasi keberlanjutan dan kecintaan pada alam Indonesia. Karena tidak dapat dipungkiri, jika Sejauh Mata Memandang ini sebetulnya bukan hanya sekadar label fashion saja, melainkan lebih dari itu juga merupakan sebuah gerakan budaya dan lingkungan yang dikemas dalam bentuk fashion, sejak didirikan pada tahun 2014 lalu oleh Chitra Subyakto.
Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan bukan jika brand ini pun kemudian telah berhasil menjadi salah satu standar emas bagi merek lokal yang berhasil memadukan narasi tradisional dengan gaya hidup modern. Apalagi dengan desainnya yang tampak autentik karena menggunakan teknik cetak saring tangan (screen printing) dan batik cap manual, tentu saja secara tidak langsung akan membuat motif motifnya sering terinspirasi dari hal hal sederhana di sekitar seperti Ayam Jago (dari mangkuk bakso), bunga melati, butiran nasi, hingga pola ombak, yang kemudian dituangkan ke dalam kain.
Namun meskipun desainnya terlihat minimalis dan modern, tetapi dapat diketahui jika dalam proses pembuatannya, Sejauh Mata Memandang ini tentu saja sangat menjaga nilai etniknya dengan cara bekerja sama dengan para pengrajin di berbagai daerah seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali, serta dibuat dengan tangan, sehingga setiap helai kainnya akan memiliki “ketidaksempurnaan” kecil yang justru menjadi bukti keasliannya sebagai karya tangan manusia, bukan cetakan mesin pabrik yang dingin, dan membuatnya terkenal dengan identitas visual yang sangat kuat serta kesan inklusif.
IKAT Indonesia

Merek fashion selanjutnya yang dikenal sebagai brand lokal gaya etnik dan memiliki keautentikan adalah IKAT Indonesia, yaitu sebuah brand lokal Indonesia dengan fokus utama membawa kain tenun ikat ke dalam potongan busana modern yang struktural. Dan dengan mengandalkan desainnya yang autentik tersebut, tentu sudah barang pasti IKAT Indonesia yang didirikan oleh desainer Didiet Maulana pada tahun 2011 ini pun berhasil menjadi salah satu pionir yang mengubah persepsi masyarakat terhadap kain tradisional kaku menjadi pakaian siap pakai yang elegan untuk segala jenis gaya.
Terlebih selain daripada itu, dapat diketahui jika brand lokal ini pun sebetulnya juga tidak hanya dikenal menjual pakaian saja, tetapi juga mengusung misi budaya untuk memperkenalkan kembali tenun ikat, yaitu teknik menenun benang yang sebelumnya telah diikat dan dicelupkan ke dalam pewarna alami atau sintetis untuk membentuk motif tertentu kepada generasi muda dan dunia internasional. Dimana didasarkan oleh pernyataan itu juga lah, secara keseluruhan keautentikan brand ini pun kemudian bukan hanya dikenal terletak pada hasil akhirnya saja, melainkan juga pada proses dan komitmennya.
Karena dapat diketahui jika Didiet Maulana sebagai pendiri, secara sengaja bekerja sama langsung dengan para pengrajin tenun di berbagai daerah di Indonesia (seperti di Kediri, Jepara, dan daerah lainnya), menggunakan kain yang benar benar ditenun secara manual untuk menghormati pakem atau filosofi dasar dari motif daerah asal, meskipun siluet pakaiannya diubah menjadi lebih kontemporer. Apalagi untuk menambah daya pikatnya, IKAT Indonesia ini pun juga dikenal sering membagikan cerita di balik proses pembuatan sebagai jiwa dari setiap helai pakaian yang mereka produksi.
Sukkhacitta

Sangat menekankan pada aspek sosial dan lingkungan atau slow fashion, bisa dibilang juga menjadikan brand lokal gaya etnik satu ini dikenal autentik dan begitu kekinian. Dimana keautentikannya tersebut pun diketahui terpancar dari penggunaan pewarna alami, yang biasanya berasal dari tanaman dan melalui proses jahit tangan dengan durasi waktu pembuatan hingga berbulan bulan. Karena dapat diketahui, jika Sukkhacitta ini sebetulnya adalah brand lokal yang namanya berasal dari bahasa Jawa atau Sansekerta berarti “Kebahagiaan”, dan membuatnya bukan sekadar merek fashion biasa.
Yang mana, adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan brand lokal satu ini yang sering disebut sebagai pionir gerakan Ethical Fashion di Indonesia, sejak didirikan pertama kali oleh oleh Denica Riadini Flesch pada tahun 2016 lalu, dan berhasil mendefinisikan ulang apa artinya menjadi brand yang autentik dan etnik. Apalagi adapun alasan dibalik kenapa bisa brand lokal satu ini begitu istimewa pun tentu saja juga tidak terlepas dari bagaimana filosofi farm-to-table, yang membuat Sukkhacitta ini memiliki kemampuan untuk mengontrol seluruh rantai pasoknya sendiri.
Dan karena memiliki kontrol penuh terhadap rantai pasoknya sendiri, dimana umumnya mereka tidak membeli kain di pasar grosir untuk menjaga keautentikannya. Hal tersebut pun hendaknya juga dinilai membuat Sukkhacitta dianggap telah menghidupkan kembali tradisi sekaligus memberikan peluang kepada pengrajin menerima keadilan ekonomi, sambil tetap menjaga keautentikan karya produknya, yang dalam hal ini dikenal memiliki ciri khas berupa penggunaan warna warna “bumi” yang khas, menggunakan bahan alami, sebagai bentuk autentisitas terhadap janji menjaga alam.
Bateeq
Menjadi salah satu pemain utama dalam industri fashion lokal Indonesia yang berhasil melakukan redefinisi terhadap batik, bisa dibilang memang membuat keberadaan brand lokal gaya etnik bernama Bateeq yang didirikan pada tahun 2013 lali ini dianggap telah berhasil bertransformasi dari sekadar produsen pakaian batik menjadi simbol gaya hidup modern yang tetap berpijak pada akar budaya. Bahkan dengan eksistensinya tersebut Bateeq pun umumnya juga dianggap sebagai brand lokal dengan gaya etnik yang kuat, karena sengaja menjadikan batik sebagai napas utama setiap produknya.
Selain itu, adapun alasan dibalik kenapa bisa mereka juga dianggap sebagai brand lokal yang autentik pun umumnya dikarenakan secara garis besar mereka hendaknya dinilai berani keluar dari pakem batik konvensional namun tanpa harus menghilangkan nilai filosofis motifnya pula. Oleh sebab itu, dengan berbekal kemampuannya dalam menciptakan standar baru di mana etnik tidak berarti “tua”, dan autentik tidak berarti harus “kaku”, sangat wajar bukan jika brand lokal satu ini pun kemudian bisa mendapatkan pengakuan dan dianggap memiliki karakteristik yang membuatnya autentik serta etnik
Apalagi karena salah satu alasan utama Bateeq terkenal dengan keetnikannya dan kemampuan mereka dalam melakukan rekontekstualisasi, yang dilakukan tidak hanya dengan mengambil motif batik kuno dan menempelnya pada baju, tetapi melalui proses mendesain ulang motif tersebut, dan juga menggabungkannya dengan elemen grafis modern, garis geometris, hingga inspirasi dari fenomena alam, tentu saja membuatnya tampak sangat berbeda dengan batik tradisional, karena karya mereka umumnya akan didominasi oleh palet warna monokrom yang sangat disukai pasar muda.
Dama Kara

Berhasil mencuri perhatian, karena dikenal sebagai salah satu brand lokal gaya etnik yang tidak hanya menjual pakaian ready to wear maupun aksesoris fashion dengan lengkap saja, melainkan lebih dari itu juga dikenal menjadi brand lokal yang menjual narasi dan nilai kemanusiaan dengan cara sangat kuat, yang secara tidak langsung memang menjadikannya dianggap sebagai salah satu lokal brand autentik. Apalagi secara garis besar hendaknya dapat diketahui jika Dama Kara ini sendiri pun sebetulnya juga terkenal karena mereka tidak mencoba menjadi “sempurna” seperti brand global.
Karena secara keseluruhan konsistensi mereka pada dasarnya memang difokuskan untuk merayakan keunikan individu dan warisan lokal, sehingga para konsumennya pun dapat merasa memakai karya seni yang punya nyawa, dan bukan sekadar kain bermotif yang diproduksi massal oleh mesin. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja dilandasi pula oleh bagaimana cerita dibalik pengambilan nama Dama Kara sendiri, yang dalam hal ini diketahui diambil dari bahasa Sansekerta, yaitu Dama berarti “kedamaian” dan Kara berarti ” sinar” yang jika digabung tentu saja menghasilkan maka mendalam.
Yang mana, dapat diketahui jika secara filosofis sendiri hendaknya brand Dana Kara ini memang ingin menjadi sinar yang bisa membawa kedamaian bagi pemakainya maupun bagi para pengrajin dibaliknya. Selain itu, sebagai salah satu brand lokal gaya etnik yang ingin menonjolkan keautentikannya, dapat diketahui jika Dama Kara ini pun hendaknya juga dikenal secara sengaja berkolaborasi dengan anak anak berkebutuhan khusus sebagai jantung keautentikan mereka, sekaligus untuk memberikan koneksi emosional langsung dan menguatkannya posisinya di titik tengah antara fashion, budaya dan sosial.
Memiliki daya pikat dan eksklusivitas tersendiri, yang secara tidak langsung membuatnya dinilai tampak seperti produk eksekutif bermakna dalam, hendaknya memang menjadikan keberadaan dari karya karya produk besutan brand lokal gaya etnik kerap dianggap sebagai kebanggaan lokal dan menciptakan lokal pride pada diri pemakainya, khususnya dalam hal ini bagi orang orang yang memiliki minat khusus pada gaya fashion estetik bernuansa etnik nusantara yang autentik. Karena tidak dapat dipungkiri, jika model gaya tersebut hendaknya memang akan menciptakan kesan stunning dan pride tersendiri.
Apalagi sebagai karya produk yang umumnya juga dikenal lekat dengan kompleksitas peran yang penting untuk menunjang kemudahan portabilitas dan mobilitas, sekaligus mendukung casualitas maupun profesionalitas seseorang dalam kehidupan modernnya. Maka sangat wajar bukan jika peran keberadaan brand lokal gaya etnik, khususnya mereka yang memiliki produk unggulan berupa tas akan pantas dianggap pantas untuk dijadikan sebagai pilihan utama melengkapi gaya harian, karena dianggap tidak pernah gagal untuk mendukung gaya urban dinamis masa kini.
Namun sebagai salah satu item lifestyle yang keberadaannya dikenal memiliki peran tersendiri, tentu sangat wajar bukan jika keberadaan dari karya produk tas dengan tampilan desain terbaik dan timeless, serta harga affordable yang ramah dikantong seperti beberapa kepunyaan merek lokal diatas pun cocok untuk dijadikan sebagai inspirasi dalam pembuatan tas guna kebutuhan global, yang biasanya bersifat komersil dan membutuhkan karakteristik khusus dalam proses pembuatannya, karena akan dibuat secara custom pada suatu penyedia jasa pembuatan tas custom, seperti pabrik Karya Bintang Abadi.
Dimana nama Karya Bintang Abadi sendiri bisa dibilang adalah salah satu jasa pembuatan custom tersebut yang dikenal terbaik juga terpercaya karena selalu menawarkan berbagai kemudahan, kelebihan serta benefit, baik itu berkaitan dengan detail produk terbaik, kualitas terjamin, cara pemesanan mudah, proses produksi cepat, hingga pengiriman barang aman. Selain itu hasil dari produk tas pesanan para customer yang di percayakan kepada pabrik tas ini pun juga dapat dipastikan akan memiliki spesifikasi sesuai dengan keinginan, kebutuhan, serta budget customer karena dibuat secara by request.
Jadi dengan mengandalkan segala macam keunggulannya tersebut, tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk menyelesaikan segala permasalahan dan kebutuhan anda akan tas custom dengan hasil yang memuaskan. Apalagi sebagai pabrik tas custom andalan, mereka pun juga tidak pernah lupa untuk memberikan pelayanan terbaik melalui cara pemesanan aman, cepat dan mudah, baik secara online maupun offline, yang tentu saja semakin membuatnya pantas dianggap sebagai pabrik tas custom terbaik dengan kualitas tas yang unggulan sekaligus memuaskan.




