Jika berbicara tentang jenis kegiatan yang seru, menyenangkan, sekaligus ramah untuk lingkungan dan mudah dilakukan untuk para pemula, tentu adanya agenda seperti bikin tas dari sedotan adalah salah satu jawaban paling menarik. Karena tidak dapat dipungkiri, jika dari banyaknya proyek DIY (Do It Yourself) yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sangat ramah untuk pemula, bisa dibilang membuat tas dari sedotan plastik memang adalah yang paling direkomendasikan, karena proyek ini mengkombinasikan aksesibilitas bahan, kesederhanaan teknik, dan fleksibilitas hasil yang unik.
Namun lebih dari itu, adapun alasan lain yang dinilai membuat agenda atau aktivitas bikin tas dari sedotan ini bisa sangat ramah pemula sekaligus menyenangkan pun hendaknya tidak terlepas begitu saja dari bagaimana agenda ini yang pada dasarnya tidak membutuhkan skill keahlian khusus seperti jika membuat tas dari kain, yang umumnya akan menuntut kita untuk bisa menjahit, atau membuat tas rajut yang biasanya akan menuntut kita menghafal berbagai jenis tusukan (stitches), karena faktanya untuk membuat tas dari sedotan ini, kita memang tidak akan memerlukan keahlian itu semua.
Mengingat secara keseluruhan, untuk bisa menjalankan agenda bikin tas dari sedotan ini, umumnya kita memang akan dihadapkan pada teknik dasar alami seperti menganyam untuk membentuk pola geometris sedotan, namun dengan versi simpul sederhana, sehingga pemula bisa langsung memahami polanya hanya dalam beberapa menit latihan. Selain itu, dapat diketahui pula jika proyek DIY satu ini hendaknya juga memiliki toleransi kesalahan yang tinggi, atau low risk karena tidak menggunakan jenis bahan baku premium berharga mahal dan menjadikannya sangat cocok dikerjakan oleh pemula.
Apalagi dapat dikatakan pula, jika sedotan plastik ini pun hendaknya juga dikenal memiliki sifat bawaan yang sangat menguntungkan bagi pemula dibandingkan kain, kulit, atau benang rajut, sehingga sebagai pemula tentu kita tidak perlu repot mengukur berulang kali agar hasilnya simetris. Terlebih karena sifat sedotan cukup kaku untuk mempertahankan bentuk tas (tas tidak lepek), tetapi cukup lentur untuk dipotong dengan gunting biasa, dilipat, atau dipipihkan tanpa alat khusus, hal tersebut pun tentu saja juga membuat tas dari sedotan ini bisa memberikan hasil instan yang langsung terlihat uniknya.
Dan didasarkan oleh hal itu juga lah, tentu sangat wajar bukan jika keberadaan atau dilakukannya proyek DIY bikin tas dari sedotan ini pun secara keseluruhan dianggap memiliki sisi eksperimen yang menyenangkan. Dimana adanya hal tersebut pun diketahui semakin didukung pula oleh bagaimana para pemula yang dalam hal ini bisa bermain dengan estetika visual tanpa perlu memahami teori warna yang rumit untuk bisa menghasilkan motif catur, garis-garis, atau color-block yang terlihat modern dan keren, sekaligus melancarkan gaya hidup “Zero to Hero” yang relevan dengan gaya hidup ramah lingkungan ini.
Daftar Isi
ToggleUpcycling Kreatif: Seni Bikin Tas dari Sedotan

Merupakan proyek DIY yang dapat digarap dengan mudah dan memiliki biaya produksi murah, secara tidak langsung memang menjadikan agenda bikin tas dari sedotan ini tidak hanya dianggap dapat menghasilkan barang yang fungsional saja, tetapi juga estetik, dan kokoh, dengan rasa bangga serta puas pada diri sendiri saat berhasil mengubah barang sepele menjadi tas inilah yang membuat proyek DIY ini berhasil dilakukan. Apalagi, tas dari sedotan plastik ini pun memiliki daya tarik yang sangat unik karena berhasil mengawinkan konsep estetika ramah lingkungan (upcycling) dengan tren fashion retro/kitsch.
Namun lebih dari itu, sebagai jenis kreasi yang memiliki nilai unik dan ikonik tinggi karena lahir dari perpaduan antara kejeniusan visual (pola geometri dan kilau plastik) dengan pernyataan sikap (ramah lingkungan dan kreativitas tanpa batas). Wajar saja bukan jika bikin tas dari sedotan ini pun secara tidak langsung juga dianggap telah sekaligus membuktikan bahwa estetika tinggi hendaknya tidak selalu lahir dari bahan yang mahal, melainkan dari cara kita memperlakukan bahan tersebut. Dimana dari pernyataan itu lah, keberadaan kreasi tas ini pun bukan lagi dianggap sebagai sebuah kreasi DIY.
Keunikan dan Keikonikan Tas dari Kreasi Sedotan:

Secara keseluruhan bisa dibilang jika keberadaan dari tas sedotan plastik ini pun sebetulnya juga bisa dianggap sebagai bagian dari sebuah alternatif wadah penyimpanan, sekaligus sebuah karya seni dengan kreativitas tinggi, yang memiliki identitas visual dan filosofi sangat kuat. Dimana dapat dikatakan, jika di dalam dunia kerajinan maupun fashion modern, bikin tas dari sedotan ini pun hendaknya dinilai memiliki tempat khusus karena karakteristiknya yang tidak bisa direplikasi oleh material konvensional seperti kain atau kulit, dikarenakan beberapa alasan khususnya, yang diantaranya seperti:
Estetika Pixelated dan Tekstur Geometris 3D
Jika dilihat dari segi visual, dapat dikatakan bila bikin tas dari sedotan umumnya memang terkenal lekat dengan struktur yang sangat khas dan dapat langsung dikenali dari jauh. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana keberhasilan tas ini menampilkan estetika pixelated dan tekstur geometris 3D, yang kemudian dinilai membuat tampilan dari jenis kreasi ini bisa tampak begitu unik serta ikonik. Karena tidak dapat dipungkiri, jika estetika pixelated dan tekstur geometris 3D ini hendaknya memang adalah kunci utama yang membuat tas ini begitu menonjol.
Mengingat, melalui estetika pixelated dan tekstur geometris 3D ini lah biasanya tas yang dibikin dari sedotan plastik bisa terlihat begitu modern, unik, dan tidak murahan. Dan dapat dikatakan jika adanya karakteristik tersebut pun umumnya bisa muncul secara alami, dikarenakan secara bentuk fisik sedotan dan cara merangkainya, bisa dibilang memang telah berhasil memberikan kesan retro futuristik dan computational art, yang membuatnya terlihat seperti objek digital yang mewujud ke dunia nyata, dan menjadikannya dianggap sebagai sebuah estetika yang tampak unik namun futuritik dan modern.
Efek Glossy dan Pantulan Cahaya yang Khas
Salah satu alasan mengapa bikin tas dari sedotan umumnya dianggap terlihat ikonik dan unik dengan efek glossy serta pantulan cahayanya yang khusus, memang adalah karena material fisiknya sendiri. Dimana dapat diketahui jika penggunaan bahan sedotan plastik ini secara tidak langsung memang dinilai bisa memberikan efek kilau (glossy atau shimmering) yang dinamis, juga sekaligus memberikan kesan futuristic sekaligus retro yang umumnya tidak dimiliki oleh tas dari anyaman bambu, rotan, atau kain kanvas. Mengingat kilau yang dihasilkan dari permukaan sedotan ini memang sangat reflektif.
Sehingga ketika cahaya menabrak permukaannya, maka permukaan tas dari sedotan akan menciptakan titik titik kilau specular yang tajam, dengan tampilan yang “mengilap” atau “basah”. Apalagi dengan saturasi warna cerah seperti biru, kuning, hijau, dan merah yang umumnya dimilikinya, pun secara tidak langsung juga membuatnya tampak lebih hidup serta membuat tas tersebut menonjol secara visual. Oleh sebab itu, dapat disimpulkan jika kombinasi faktor faktor itulah yang kemudian membuat bikin tas dari sedotan ini dianggap memiliki daya tarik visual unik, modern, dan futuristik dengan nilai ikonik tinggi.
Bunglon Fashion (Sangat Fleksibel Meniru Berbagai Gaya)
Dalam hal ini dapat dikatakan jika sebuah bikin tas dari sedotan plastik umumnya memang dianggap bisa memiliki daya tarik tinggi, hendaknya bukan hanya dikarenakan tas tersebut yang memiliki bentuk detail visual yang unik dan ikonik saja. Melainkan juga karena sifatnya yang seperti bunglon, karena looknya dinilai bisa bertransformasi menjadi gaya apa pun tergantung pemilihan warna dan tekniknya. Apalagi adanya hal tersebut pun tentu saja semakin didukung pula oleh bagaimana penggunaan gaya Pop-Art atau Kitsch yang umumnya sengaja dipakai dalam proses pembentukan konstruksi tas ini.
Dan adanya ciri khas tersebut pun tentu saja secara tidak langsung telah membuat pencinta fashion jalanan yang berani tampil beda, merasa tas dari sedotan ini bisa bertransformasi menjadi statement piece yang mencolok, dengan fleksibilitas desain tanpa batas yang penggunaannya bisa dibilang tinggi karena look dari tas sedotan ini secara garis besar memang kerap kali dianggap bisa terlihat edgy, mewah, retro, dan juga minimalis modern. Apalagi karena dikreasikan sendiri, hal tersebut pun tentu juga membuat kita memegang kendali penuh untuk membentuk tas sedotan sesuai genre fashion.
Ketahanan Fisik yang “Abadi” dan Fungsional
Selain memiliki nilai dari tarik tinggi yang berasal dari tampilan visualnya, dapat dikatakan jika keunggulan dari tas yang dibikin menggunakan bahan limbah sedotan ini pun umumnya juga dikenal dari segi ketangguhan fisiknya. Bahkan dapat dikatakan jika tas ini pun hendaknya memiliki ketahanan fisik abadi dan fungsional yang menembus batas tas biasa. Mengingat sebagai tas dengan konstruksi bahan plastik, tentu saja tas ini memiliki kemampuan tahan air baik, dan tidak mudah robek atau berubah bentuk meskipun sering terbentur atau diisi barang yang berat.
Step by Step Bikin Tas dari Sedotan:
Meskipun secara garis besar, keberadaan dari sedotan plastik sering kali memang dipandang sebelah mata sebagai limbah sekali pakai. Namun jika dilihat dari sisi seni dan kreasi, dapat dikatakan jika bermula dari limbah kecil yang remeh tersebut, ketika dirangkai justru bisa menjadi sebuah struktur tas, yang unik dan ikonik. Tetapi memang, untuk membuat bahan limbah tersebut dapat bertransformasi menjadi material yang luar biasa tangguh, adaptif, dan memiliki usia pakai yang sangat panjang, dengan nilai estetik, unik, dan premium, tentu dibutuhkan adanya panduan lengkap sebagai pedoman.
Karena tidak dapat dipungkiri, jika melalui panduan tersebut lah umumnya kita para pemula dalam menemukan kuncian dalam pembuatan tas dari sedotan, yang biasanya diketahui terletak pada kerapian eksekusi dan pemilihan kombinasi warna. Dimana untuk membuat tas dari sedotan plastik yang tidak terlihat seperti “kerajinan tangan anak sekolah” melainkan memiliki look dengan keahlian seni tinggi, tentu dibutuhkan adanya panduan lengkap serta jelas untuk dijadikan sebagai acuan dalam proses membuat tas tersebut, yang diantaranya sendiri adalah sebagai berikut ini:
Tahap 1: Persiapan Alat, Bahan & Konsep
Kunci estetika bikin tas dari sedotan tentu saja secara umum dimulai dari perencanaan visual, yaitu tahap 1 yang dilakukan dengan mempersiapkan alat, bahan serta konsep terlebih dahulu. Dimana dapat dikatakan jika tahap 1 ini sebetulnya adalah pondasi paling krusial dalam pembuatan tas sedotan yang estetik dan bernilai tinggi, karena proses merencanakan visual dan menyiapkan kualitas bahan di tahap awal ini, nantinya akan menunjukkan seberapa siap kita melakukan kreasi DIY. Oleh sebab itu, setidaknya terdapat beberapa rincian detail yang harus disiapkan, diantaranya seperti:
1. Pematangan Konsep Visual (Menentukan Tema)
Sebelum menyentuh bahan apa pun, pastikan kita harus menentukan arah estetika tas yang ingin dibuat, karena tidak dapat dipungkiri, jika hal ini hendaknya memang penting dilakukan agar tas nantinya tidak terlihat berantakan atau kekanak kanakan. Dimana adapun beberapa konsep warna populer yang bisa dipilih dalam pembuatan tas dari limbah sedotan ini sendiri diantara lain adalah seperti:
Konsep Minimalis / Modern: Menggunakan kombinasi sedotan berwarna hitam, putih, atau transparan, agar hasil akhirnya terlihat lebih bersih, mewah, dan mirip dengan tas desainer kontemporer, karena lebih berfokus pada penggunaan warna netral dan dinamis.
Konsep Earth Tone (Hangat): Menggunakan perpaduan warna krem, cokelat tua, cokelat muda, dan putih. Karena secara keseluruhan tema ini memang dimaksudkan untuk memberikan ilusi visual yang mirip dengan tas anyaman rotan atau bambu tradisional namun dengan sentuhan modern.
Konsep Pastel / Pop-Art: Menggunakan warna-warna lembut seperti lilac, mint, dan merah muda untuk kesan feminin, atau bisa juga dengan warna neon cerah jika ingin mengejar tren streetwear ala Y2K yang playful.
2. Pemilihan Bahan Utama (Kualitas Sedotan)
Sangat disarankan dalam pemilihan bahan utama, yaitu sedotan itu sendiri, kita lebih fokus untuk menggunakan sedotan yang memiliki diameter lebar dan plastik yang agak tebal, misalnya seperti sedotan khusus bubble tea atau sedotan ulir berkualitas tinggi. Karena penggunaan sedotan yang tebal ini tentu saja akan menghasilkan pita anyaman yang kokoh, tidak gampang meliuk saat dikerjakan, dan membuat struktur tas tegak sempurna (tidak lepek). Selain itu, sebelum mulai mengkresasikannya jangan lupa untuk memastikan sedotan dalam keadaan bersih dan lurus, agar hasil tidak bau dan rapi.
3. Penyiapan Alat Alat Kerja
Selain perlu melakukan pemilihan terhadap bahan baku utama, yaitu sedotan dalam tahap 1 ini hendaknya kita juga diharuskan untuk menyiapkan alat alat kerja agar proses pembuatan berjalan lancar tanpa interupsi. Dimana adapun alat alat kerja yang dimaksud tersebut pun diantaranya adalah:
Gunting yang Tajam: Digunakan untuk membelah sedotan secara membujur dan merapikan ujung ujung sedotan. Oleh sebab itu, ada baiknya untuk memastikan gunting tajam agar potongan plastiknya bersih dan tidak bergerigi.
Setrika dan Alat Pelapis: Digunakan untuk mempipihkan sedotan silinder menjadi pita datar, namun untuk memudahkan prosesnya, ada baiknya untuk menyiapkan juga kertas HVS atau kertas baking sebagai pelapis wajib agar plastik sedotan tidak meleleh langsung dan merusak tapak setrika.
Penggaris dan Selotip Bening: Dalam hal ini keberadaan penggaris akan berfungsi sebagai alat bantu mengukur keseragaman panjang dan membantu merapatkan baris anyaman, sedangkan untuk selotip sendiri akan digunakan untuk menahan ujung ujung sedotan di atas meja agar tidak bergeser saat mulai menganyam.
Lem Tembak (Hot Glue): Digunakan untuk mengunci ujung anyaman di bagian akhir agar simpul atau hulunya tidak mudah lepas.
4. Bahan Komponen Pendukung (Up-Grading)
Untuk mendongkrak tas DIY yang dihasilkan dari limbah sedotan tampak semakin naik kelas dan terlihat premium, maka tidak hanya alat alat kerja saja yang perlu di siapkan secara matang, karena selain itu kita akan membutuhkan pula adanya bahan tambahan, yang diantaranya seperti:
Kain Lapisan Dalam (Furing/Lining): Bisa menggunakan jenis kain katun atau kain blacu polos, karena kain ini nantinya akan dijahit di bagian dalam tas agar barang-barang kecil yang akan dimasukan atau dibawa tidak menyelip keluar dari celah anyaman.
Tali Tas (Strap) Fabrikan: Untuk menambah kreasi pada tas, ada baiknya untuk menyiapkan tali tas jadi seperti rantai besi (warna emas atau silver), tali kulit sintetis, atau anyaman makrame tebal. Karena tidak dapat dipungkiri jika perpaduan anyaman plastik sedotan dengan material logam atau kulit inilah, bisa mula memunculkan daya tarik ikonik pada tas.
Tahap 2: Mempipihkan Sedotan (Proses Pressing)
Setelah selesai melakukan tahap satu yang berkaitan dengan persiapan alat, bahan dan konsep. Maka langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mulai mempersiapkan dan melakukan tahap 2, yaitu mempipihkan sedotan. Dimana dapat dikatakan jika tahap ini hendaknya memang penting untuk mengubah bentuk asli sedotan yang silindris (bulat berlubang) menjadi lembaran pita plastik yang datar, kaku, serta siap dianyam dengan tingkat kerapatan tinggi. Dan adapun langkah langkah yang harus dilakukan pada tahap 2 ini adalah sebagai berikut:
1. Penyelarasan Panjang Sedotan
Langkah pertama dalam tahap 2 ini adalah memastikan semua sedotan memiliki kondisi ujung yang rapi. Dimana jika kita menggunakan sedotan yang memiliki bagian ulir/bergelombang (sedotan yang bisa ditekuk), maka sebaiknya bagian ulir tersebut digunting dan dibuang terlebih dahulu. Karena tindakan tersebut umumnya dilakukan agar panjang seluruh sedotan menjadi seragam dan tidak ada tekstur berkerut yang dapat merusak kerapian anyaman nantinya.
2. Membelah Sedotan secara Membujur
Setelah ujung sedotan sudah tergunting dengan rapi dan presisi, maka langkah selanjutnya adalah ambil sedotan tersebut lalu mulai belah secara membujur dari ujung satu ke ujung lainnya menggunakan gunting yang tajam. Dan pastikan potongan sedotan tersebut lurus, kemudian setelah dibelah, buka rekahan sedotan tersebut menggunakan jari agar bentuknya melebar.
3. Mempersiapkan Perlindungan Panas (Pelapisan)
Jika setiap sedotan sudah dibelah, maka selanjutnya kita bisa masuk kedalam tahap persiapan pemipihan dengan memberikan lapisan perlindungan panas terlebih dahulu. Karena proses mempipihkan sedotan ini akan menggunakan alat bantu setrika pakaian. Oleh karena itu, letakkan sedotan yang sudah dibelah di atas meja setrika, lalu lapisi bagian bawah dan atas sedotan menggunakan kertas HVS atau baking paper (kertas pargamen), karena akan berfungsi sebagai perisai agar plastik sedotan tidak meleleh dan menempel pada tapak setrika atau alas meja.
4. Proses Menyetrika (Pressing)
Setelah sedotan sudah ditata sedemikian rupa serta diberikan perlindungan sebagaimana mestinya, maka langkah selanjutnya adalah mulai atur setrika pada suhu sedang cenderung rendah (jangan terlalu panas), kemudian gosokkan setrika di atas kertas pelapis secara perlahan dan merata. Karena hawa panas dari setrika akan melunakkan struktur plastik, sementara tekanan dari berat setrika akan memaksanya menjadi pipih secara permanen.
5. Pendinginan dan Sortir
Untuk sedotan yang sudah disetrika, baiknya diamkan beberapa detik hingga plastik mendingin dan mengeras kembali. Karena hasil akhir dari proses ini adalah pita plastik yang datar, lurus, kaku, dan memiliki ketebalan yang konsisten. Sehingga untuk bis membentuk desain konstruksi tas secara untuh, lakukan proses ini secara berulang pada semua sedotan yang telah disiapkan sebelum melangkah ke tahap penganyaman alas tas.
Tahap 3: Pembuatan Pola Anyaman Dasar (Bagian Alas Tas)
Merupakan tahap dimana kita akan mulai membentuk konstruksi tas, dapat dikatakan jika tahap 3 ini hendaknya memang adalah pondasi utama dari seluruh struktur tas. Karena tidak dapat dipungkiri jika keberhasilan dalam membangun pondasi yang kuat dan rapi di tahap ini, nantinya memang akan sangat menentukan apakah tas hasil kreasi sedotan tersebut nantinya bisa berdiri dengan kokoh, simetris, juga tidak miring. Dan untuk memastikan hal tersebut, maka berikut ini adalah langkah langkah detail beserta penjelasan dalam menyusun alas tas dari pita sedotan yang sudah dipipihkan:
1. Menata Lajur Vertikal (Pondasi Dasar)
Langkah pertama yang perlu dilakukan dalam memulai tahap 3 ini adalah menentukan panjang alas tas yang diinginkan, dan ambil beberapa helai pita sedotan hasil pressing (misalnya 10 hingga 15 lembar, tergantung ukuran tas) dan sejajarkan secara vertikal (membujur dari atas ke bawah) di atas meja kerja yang rata. Namun penting diperhatikan, agar pita pita sedotan nantinya tidak bergeser, meliuk, atau berantakan saat mulai menganyam, pastikan jika kita rekatkan ujung bagian atas susunan sedotan secara vertikal terlebih dahulu ke meja menggunakan selotip bening atau lakban kertas.
2. Memulai Anyaman Horizontal Pertama
Ambil satu helai pita sedotan baru untuk dipasang secara horizontal (melintang dari kiri ke kanan). Mulailah menyisipkannya dari ujung atas menggunakan teknik anyaman dasar, yaitu atas-bawah-atas-bawah secara selang-seling di antara lajur sedotan vertikal yang sudah ditata.
3. Menerapkan Pola Selang-seling (Kunci Anyaman)
Lanjutkan dengan mengambil pita sedotan horizontal kedua, kemudian masukkan dengan pola yang merupakan kebalikan dari baris pertama. Jika baris pertama dimulai dengan posisi “di atas” sedotan vertikal, maka baris kedua harus dimulai dari posisi “di bawah” sedotan vertikal (bawah-atas-bawah-atas). Perbedaan pola yang saling mengunci inilah yang membuat anyaman menjadi menyatu dan kuat.
4. Merapatkan dan Memadatkan Anyaman (Rahasia Estetika)
Setiap kali selesai memasukkan satu baris sedotan horizontal, ada baiknya untuk menggunakan alat bantu seperti penggaris mika atau jari untuk mendorong dan merapatkan sedotan tersebut ke arah atas (mendekati baris sebelumnya). Karena tidak dapat dipungkiri, jika cara ini adalah kunci dari tas sedotan bisa terlihat premium dan estetik, apalagi dengan memastikan tidak adanya celah atau lubang pada anyamannya, hal tersebut pun juga bertujuan agar nanti ketika tas disi, barang tidak akan jatuh tercecer.
5. Memasukkan Pola Kombinasi Warna
Di tahap alas ini, kita umumnya sudah bisa mulai menentukan identitas visual tas. Jika ingin membuat motif kotak-kotak (catur), maka kita bisa mulai menyelingi warna sedotan horizontal secara konsisten (misalnya: hitam, putih, hitam, putih). Namun jika lebih menginginkan alas yang bersih, maka lebih baik gunakan satu warna monokrom atau transparan.
6. Penguncian Sementara dan Pengukuran Akhir
Lanjutkan menganyam hingga lembaran anyaman tersebut membentuk persegi panjang yang proporsional untuk menjadi lantai/alas tas (misalnya dengan panjang 20 cm dan lebar 7 cm). Setelah ukuran dirasa pas, rekatkan keempat ujung sisi alas tersebut menggunakan selotip bening sementara waktu agar anyaman tidak melonggar saat mulai bersiap menaikkan anyaman ke bagian dinding tas.
Tahap 4: Menaikkan Anyaman (Bagian Dinding Tas)
Setelah alas tas selesai dibuat, maka tahap krusial berikutnya yang perlu dilakukan adalah membuat dinding tas tegak ke atas. Dimana sesuai dengan namanya, tahap ini hendaknya memang bertujuan untuk mengubah lembaran anyaman datar menjadi struktur tiga dimensi (3D) dengan membentuk dinding tas yang tegak ke atas. Dan adapun penjelasan rinci mengenai langkah langkah yang perlu untuk dilakukan pada tahap 4 ini, diantaranya adalah:
1. Menentukan Sudut dan Melipat Sisa Sedotan
Langkah awal untuk mulai menaikkan dinding sebagai permulaan tahap 4 ini adalah membuat batas yang tegas antara alas dan dinding tas, dengan mengambil sisa sisa pita sedotan vertikal yang menjulur di setiap sisi alas tas, kemudian lipat sisa sedotan tersebut ke arah atas dengan sudut 90 derajat. Lalu tekan lipatan tersebut dengan kuat agar membentuk tekukan atau sudut dasar tas yang tajam dan kokoh, dimana sisa sedotan yang menekuk ke atas inilah yang akan menjadi tiang tiang penyangga (kerangka vertikal) untuk dinding tas.
2. Menganyam secara Memutar (Sirkular)
Tahap selanjutnya adalah ambil pita sedotan horizontal yang baru untuk mulai mengisi dinding tas, dan berbeda dengan bagian alas yang dianyam secara bolak balik (mendatar), pada bagian dinding ini kita umumnya diharuskan untuk bisa menganyam secara memutar (sirkular) dengan mengelilingi tiang tiang vertikal yang sudah dilipat ke atas tadi, dan masukkan sedotan horizontal dengan teknik dasar atas bawah secara selang seling melintasi setiap sudut tas tanpa terputus.
3. Memasukkan Pola Warna Eksperimental dan Estetik
Di fase ini, kreativitas visual kita bisa dibilang memang akan benar benar diuji untuk menentukan seberapa estetik tas tersebut. Karena dinding pada kreasu tas ini bisa dibilang adalah bagian yang paling terlihat, sehingga kita bisa mulai menyusun pola warna sesuai konsep yang direncanakan. Sebagai contoh:
Pola Papan Catur (Checkerboard): Menyelang nyelingkan dua warna kontras secara konsisten di setiap baris.
Pola Garis Horizontal (Stripes): Menggunakan satu warna penuh untuk 3 baris, lalu menggantinya dengan warna lain di 3 baris berikutnya.
Pola Gradasi atau Monokrom: Menyusun warna dari gelap di bagian bawah hingga semakin terang atau transparan di bagian atas untuk kesan modern dan high end.
4. Merapatkan Anyaman secara Berkala
Sama seperti saat membuat alas, pastikan jika setiap kali kita sudah berhasil menyelesaikan satu putaran anyaman horizontal pada dinding, maka kita harus mendorong dan merapatkan anyaman tersebut ke arah bawah. Dimana untuk melakukannya, kita bisa menggunakan bantuan penggaris atau jari untuk menekannya agar anyaman menjadi sangat padat. Karen lagi lagi, kerapatan yang konsisten tentu akan memastikan dinding tas tidak memiliki celah lubang, tidak lepek, dan mampu berdiri tegak secara mandiri.
5. Melanjutkan Anyaman hingga Target Ketinggian
Teruskan proses menganyam memutar ini baris demi baris ke arah atas, sambil tetap melakukan pengukuran menggunakan penggaris secara berkala di setiap sisi tas untuk memastikan tingginya sama rata dan tidak miring. Dan hentikan anyaman dinding jika tas sudah mencapai ketinggian yang diinginkan (misalnya 15 hingga 20 cm), serta jangan lupa untuk menyisakan sedikit ujung sedotan vertikal (sekitar 2–3 cm) di bagian paling atas untuk proses penguncian di tahap berikutnya.
Tahap 5: Finishing dan Penguncian Pinggiran
Agar anyaman tidak lepas dan terlihat profesional, maka dilakukannya tahap 5 yang terdiri dari tindakan finishing serta penguncian pinggiran menjadi sebuah keharusan yang perlu diperhatikan, karena tidak dapat dipungkiri jika fase ini adalah penentu yang akan membuat tas sedotan menjadi kuat, awet, dan terlihat profesional, karena memang tahap ini yang bertujuan untuk mengunci sisa sisa ujung sedotan di bagian atas tas agar anyaman tidak terurai kembali saat tas digunakan untuk membawa barang sehingga harus dikunci dengan rapi. Dan adapun rinci langkah langkah tahap 5 ini adalah sebagai berikut:
1. Pemotongan Sisa Sedotan Vertikal (Trimming)
Ketika anyaman dinding tas sudah mencapai ketinggian yang diinginkan, umumnya kita akan melihat adanya sisa sisa ujung sedotan vertikal menjulang di bagian atas tas. Dan adapun langkah pertama yang perlu dilakukan adalah merapikan sisa sedotan ini menggunakan gunting yang tajam, dan pastikan jangan memotongnya terlalu mepet dengan baris anyaman terakhir, serta sisakan ujung sedotan sepanjang kira kira 2 hingga 3 cm, karena sisa panjang ini nantinya akan sangat penting sebagai “lidah” yang akan digunakan untuk mengunci.
2. Melipat ke Arah Dalam (Folding)
Ambil sisa ujung sedotan vertikal yang sudah dipotong tadi satu per satu, lalu lipat dengan kuat ke arah bagian dalam tas. Selain itu pastikan jika lipatan yang dihasilkan tegak lurus serta menekan kencang baris anyaman horizontal yang paling atas. Karena adanya lipatan yang kencang dan tegas tersebut tentu saja akan membuat pinggiran atas tas menjadi terlihat lebih rapi, rata, juga tidak longgar.
3. Menyelipkan Ujung Sedotan (Tucking)
Setelah dilipat ke arah dalam, maka kemudian langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mulai selipkan sisa ujung sedotan tersebut ke bawah lubang lubang anyaman yang berada di baris kedua atau ketiga di bawahnya. Dimana dapat dikatakan jika proses menyelipkan ini mirip seperti mengunci ujung sabuk, sehingga kita harus menarik ujungnya dari bagian dalam tas hingga anyaman atas benar benar terkunci dengan rapat dan tidak menyembul keluar.
4. Memperkuat Kuncian dengan Lem (Securing)
Meskipun sudah diselipkan, plastik yang umumnya memiliki sifat licin dan elastis, tentu saja masih risiko membuat hasil selipan tersebut melonggar seiring berjalannya waktu. Oleh sebab itu, untuk mengantisipasinya, gunakan lem tembak (hot glue) sebagai penguat. Oleskan sedikit saja lem tembak di balik lipatan atau pada ujung selipan di bagian dalam tas, lalu tekan selama beberapa detik hingga lem mengeras, karena penggunaan lem ini hendaknya memang akan memastikan kuncian tas benar benar permanen dan aman dari risiko terurai.
5. Inspeksi Kerapian Akhir (Final Inspection)
Langkah terakhir dalam proses finishing ini adalah memeriksa seluruh permukaan tas, dimana kita bisa menggunting sisa sisa benang lem tembak yang biasanya menempel seperti rambut tipis, sekaligus memastikan jika tidak ada ujung sedotan tajam yang akan mencuat ke dalam tas dan berisiko menggores tangan atau barang bawaan nantinya setelah tas jadi dan mulai digunakan.
Tahap 6: Sentuhan Estetik Akhir (Up-Grading)
Menjadi tahap terakhir sekaligus fase penentu yang akan membedakan antara kerajinan tangan amatir dengan produk fashion yang bernilai tinggi, modis, dan terlihat premium. Dapat diketahui jika tahap 6 ini hendaknya memang akan berfokus pada penambahan material pelengkap yang fungsional dan peningkatan estetika luar tas. Dan adapun beberapa langkah penting dalam tahap 6 untuk mendongkrak kualitas tas sedotan DIY tersebut, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Pemasangan Furing (Kain Pelapis Dalam)
Secara garis besar, sebetulnya dapat dikatakan jika menganyam sedotan saja belum cukup untuk membuat tas siap pakai yang aman. Oleh sebab itu, untuk melengkapinya, hendaknya kita bisa memasang furing di bagian dalam tas memberikan dampak yang besar. Karena tidak dapat dipungkiri, jika fungsi pemasangan furing ini pada dasarnya memang tertujuan untuk memastikan fungsi keamanan barang barang berukuran kecil supaya tidak terselip atau jatuh keluar melalui celah anyaman, sekaligus menyembunyikan sisa sisa kuncian lem tembak di bagian dalam, dan membuat bagian dalam tas terlihat bersih, rapi, dan nyaman saat tangan merogoh ke dalamnya.
2. Pemasangan Tali Tas (Strap Up-Grading)
Jika kita menggunakan tali yang juga terbuat dari sedotan, tas biasanya akan terlihat terlalu monoton dan kasual. Oleh sebab itu, untuk menambahkan variasi, kita bisa mengombinasikan anyaman plastik dengan material lain (mixed media), misalnya seperti dengan menggunakan strap dengan jenis bahan seperti:
Tali Kulit (Sintetis/Asli): Memberikan kesan yang elegan, formal, dan timeless. Sangat cocok jika dipadukan dengan anyaman sedotan berwarna monokrom.
Tali Rantai Logam (Emas/Perak): Memberikan sentuhan mewah, modern, dan bergaya Y2K atau streetwear yang sedang tren.
Tali Kayu atau Makrame: Memberikan kesan rustik, bohemia (boho-chic), dan sangat cocok untuk konsep tas pantai atau tas musim panas.
3. Pemasangan Kancing atau Resleting (Closure)
Agar tas lebih fungsional dan aman digunakan di tempat umum, maka ada baiknya jika di tahap 6 ini kita tambahkan pula adanya sistem penutup pada tas. Dimana kita bisa memasang resleting yang dijahit menyatu dengan kain furing, atau memasang kancing magnet otomatis. Namun sebagai saran, dalam hal ini sebetulnya kebradaa kancing magnet biasanya dianggap jauh lebih ramah bagi pemula karena pemasangannya mudah namun memberikan kesan tas yang mahal saat dibuka tutup.
4. Pemberian Aksesori atau Charm Tambahan
Sebagai sentuhan keunikan terakhir (one-of-a-kind), umumnya kita juga bisa menggantungkan aksesori tambahan pada bagian tali atau ujung tas menggunakan beberapa macam pilihan yang estetik, misalnya saja seperti menggunakan gantungan tassel untuk kesan ceria (playful), manik manik kayu untuk memperkuat kesan alami dan eco-fashion, atau bisa juga dengan pita satin besar yang diikatkan pada pangkal gagang tas untuk kesan yang manis dan feminin. Karena tidak dapat dipungkiri, jika memberikan sentuhan akhir ini hendaknya memang dapat membuat kontras material yang unik, berkarakter, dan ikonik.
Ternyata memiliki daya tarik, bisa dibilang memang membuat tas dari limbah plastik ini cocok untuk dijadikan sebagai koleksi. Namun karena membutuhkan kreatifitas tinggi, dan waktu pengerjaan lama, bisa dibilang hal tersebut menjadikan tas ini rasanya kurang cocok untuk digunakan pada beberapa jenis keperluan, khususnya yang bersifat komersil seperti sebagai media promosi maupun bingkisan acara resmi. Karena umumnya untuk jenis keperluan tersebut, bisanya jenis tas akan sengaja dibuat secara custom pada sebuah jasa pembuatan tas custom seperti Karya Bintang Abadi memang lebih di andalkan.
Namun karena menjadi bagian dari trend gaya hidup baru yang bernilai tinggi, terutama bagi kalangan konsumen yang sadar lingkungan, kini dapat diketahui jika di Karya Bintang Abadi pun kita juga bisa membuat tas yang ramah lingkungan seperti tas dari sedotan, tapi dengan versi yang lebih konvensional tetapi tetap berfokus pada praktik sustainability, misalnya saja seperti produk eco goodie bag yang dibuat secara custom guna keperluan komersial dan branding. Dimana untuk bisa membantu memenuhi keperluan tas ramah lingkungan tersebut tentu kita bisa mengandalkan Karya Bintang Abadi.
Yang mana, adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan Karya Bintang Abadi sendiri yang diketahui sudah berkecimpung dalam dunia pembuatan tas custom selama lebih dari 10 tahun ini dikenal telah banyak dipercaya oleh berbagai kalangan customer. Sehingga didasarkan dari latar pengalamannya tersebut, tentu tidaklah mengherankan bukan bila Karya Bintang Abadi pun pada akhirnya dianggap sebagai salah satu pabrik tas custom terbaik yang dapat menghandle segala kebutuhan tas custom dengan detail tampilan terbaik, kualitas terjamin, proses pengerjaan cepat dan harga affordable.
Apalagi selain daripada itu, dirinya pun diketahui juga tidak pernah lupa untuk memastikan bila setiap customer maupun calon customernya akan mendapatkan pelayanan terbaik oleh para customer service, yang ramah juga tanggap dalam membantu segala kebutuhan akan pemesanan tas custom, baik itu melalui proses pemesanan aman, karena sudah sah secara hukum dan berlegalitas, maupun cara pemesanan mudah serta cepat, baik secara online maupun offline. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk mendapatkan tas dengan hasil yang maksimal dan memuaskan.




