Jika berbicara tentang fashion brand asal Thailand bernama Chaksarn, tentu banyak dari kita akan langsung terkoneksi jika Chaksarn dan sustainable fashion hendaknya memang adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan begitu saja. Karena tidak dapat dipungkiri jika keberadaan Chaksarn sebagai sustainable fashion bisa dibilang merupakan sebuah kesatuan kompleks yang sudah saling melekat sejak pertama kali brand ini diperkenalkan kepada publik. Dimana adanya pernyataan tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana pengertian sustainable fashion itu sendiri secara keseluruhan.
Mengingat sebagai sebuah istilah yang menjelaskan suatu gerakan dan pendekatan khusus dalam industri fashion yang memiliki tujuan utama untuk memaksimalkan dampak positif serta menjadi bagian atau usaha untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan, sosial, dan ekonomi, secara tidak langsung memang membuat “sustainable fashion” atau gaya keberlanjutan ini secara sederhana bukan hanya tentang persoalan produk bersolek saja dan kepedulian terhadap lingkungan saja, melainkan lebih dari itu juga tentang seluruh siklus hidup item fashion yang berkaitan.
Katakan saja seperti yang dimiliki oleh Chaksarn sebagai sustainable fashion, dengan siklus yang dimulai dari pengambilan bahan baku, proses produksi, hingga bagaimana barang tersebut dipakai. Selain itu, dapat diketahui pula, jika sebetulnya terdapat pilar pilar utama dalam sustainable fashion yang umumnya akan selalu dijumpai dalam pengadaannya. Misalnya saja seperti bagaimana produk produk sustaianble fashion tersebut yang selalu memiliki fokus utama untuk mengurangi jejak karbon dan polusi dengan cara menggunakan material alami serta organik dan daur ulang guna efisiensi SD.
Mengingat basisnya yang berfokus pada kelestarian lingkungan, atau eco friendly ini bisa dibilang memang mengharuskan sebuah produk sustaianble fashion dibuat menggunakan bahan bahan ramah lingkungan, seperti penggunaan serat yang dapat terurai secara alami (biodegradable) contohnya saja rami, bambu, katun organik, atau linen, bahkan juga menggunakan bahan hasil limbah plastik (seperti botol bekas menjadi rPET) atau sisa kain menjadi serat baru, sebagai bagian dari mengefisiensi sumber daya dan menghindari bahan kimia berbahaya yang berkemungkinan dapat mencemari lingkungan.
Apalagi dapa diketahui pula jika industri fashion konvensional sebetulnya juga merupakan salah satu penyumbang polusi air terbesar di dunia dan menghasilkan emisi gas rumah kaca yang cukup signifikan. Sehingga beralih ke sustainable fashion, sebagaimana yang dilakukan oleh Chaksarn bisa dibilang memang secara tidak langsung telah membuat para konsumen dan produsen memiliki peran nyata dalam berkontribusi menjaga ekosistem bumi untuk kepentingan jangka panjang. Dan didasarkan oleh alasan itu juga lah sustainable fashion ini pun bukan lagi menjadi sekadar tren atau label tambahan.
Tetapi lebih dari itu juga merupakan bagian dari kekuatan yang sedang mengubah struktur industri fashion global secara fundamental, dimana dapat dikatakan jika perannya bisa sangat krusial karena menyentuh aspek ekonomi, regulasi, hingga budaya konsumsi dalam sekala global. Mengingat sebagai masa dimana katalisator inovasi material tengah begitu massif dilakukan, bisa dibilang industri fashion global masa kini memang sudah mulai berlomba lomba untuk menemukan alternatif bahan baku yang lebih ramah lingkungan, misalnya saja seperti yang dilakukan oleh brand Chaksarn asal Thailand ini.
Daftar Isi
ToggleMengenal Brand Chaksarn Sebagai Sustainable Fashion

Latar Belakang Lahirnya Chaksarn:
Memiliki peran kompleks yang bertujuan penting dalam industri global, karena berfungsi sebagai sistem koreksi, secara tidak langsung memang membuat keberadaan atau kehadiran peran sustainable fashion dinilai sangat penting dalam usaha memperbaiki kerusakan lingkungan dan ketimpangan sosial yang selama ini sudah diabaikan oleh model fast fashion. Dan didasarkan oleh alasan itu juga lah, saat ini adanya praktik keberlanjutan pada gaya telah berhasil menjadi standar baru bagi brand yang ingin bertahan di masa depan, karena berkaitan dengan cara bersolek yang dinilai bertanggung jawab.
Apalagi tidak dapat dipungkiri pula jika dengan mengandalkan pernyataan tersebut, penggunaan dari item fashion yang berbasis sustainable fashion pun sering kali dianggap tampak lebih keren sekaligus “bersih” di dalam prosesnya. Yang mana, adanya hal tersebut pun diketahui didukung pula bagaimana saat ini jumlah dari brand yang mengusung konsep sustainable fashion telah berkembang sangat pesat, mulai dari brand high end, contemporary, hingga brand lokal, yang didukung pula oleh kesadaran konsumen global yang semakin meningkat dan membuat konsep ini bukan lagi sekadar sebuah pilihan.
Selain itu dapat diketahui pula jika saat ini sudah ada beberapa beberapa brand yang secara sengaja bahkan bisa dibilang sudah lama menjadikan keberlanjutan gaya atau sustainable fashion ini sebagai identitas utama mereka, contohnya saja seperti brand Chaksarn yang dikenal menggunakan konsep artisanal, yaitu istilah untuk produk yang dibuat dengan tangan (handmade), karena pada prosesnya memang menggunakan teknik tradisional seperti anyaman, batik warna alam, atau bahkan tenun untuk memastikan warisan budaya lokal tetap hidup, dalam versi modern dan sustainable atau berkelanjutan.
Dan adapun alasan kenapa bisa Chaksarn bisa menjadi contoh nyata dari brand fashion masa kini yang menjadikan sustainable fashion sebagai inti dari identitas dan operasional bisnisnya, pun tentu saja tidak terlepas dari bagaimana brand asal Thailand ini yang diketahui tidak hanya menjual produk saja, tetapi juga sekaligus mengusung misi pelestarian lingkungan dan keadilan sosial, hingga membuatnya dikenal sebagai brand fashion berkelanjutan sejak pertama kali diluncurkan pada tahun 2018 oleh seorang pemuda berbakat dan berjiwa seni asal Thailand bernama Jirawat Mahasarn.
Maka dari itu dapat diketahui, jika Chaksarn ini sebetulnya lahir dan bermula dari hasrat serta dedikasi mendalam Jirawat Mahasarn terhadap seni tenun tradisional Thailand, yang merupakan bagian dari warisan budaya lokal yang memang telah ada selama berabad abad. Dan didasari pada hasrat tersebut, juga berkembang dari kekaguman akan keindahan serta kehalusan karya karya sederhana yang telah diciptakan oleh penduduk desa itu lah, Jirawat Mahasarn berkeinginan dan berkomitmen secara serius untuk melestarikan dan menyediakan seni tenun tradisional Thailand ini bagi dunia modern.
Yang mana dimulai dari komitmen dan konsistensinya terhadap seni tradisional Thailand itu lah, Jirawat Mahasarn dengan Chaksarn-nya pun kemudian bisa berkembang menjadi merek tas tangan yang menggabungkan bahan bahan tradisional Thailand dengan kulit asli untuk menciptakan gaya serta keunikannya sendiri. Dimana dapat diketahui jika pada proses produksi tasnya, Chaksarn ini dikenal selalu menggunakan rumput air alami yang diwarnai dan ditenun tangan, dan dikombinasikan dengan keterampilan menenun lokal yang telah diwariskan selama berabad abad di timur laut Thailand (Isaan).
Oleh sebab itu, secara keseluruhan keberadaan dari berdirinya Chasksarn sebagai sustainable fashion ini pun pada dasarnya tidak hanya hadir untuk melestarikan dan menyediakan seni lokal bagi industri global modern saja, tetapi juga menjadi bagian yang mendukung perekonomian lokal pula, karena mereka diketahui menerapkan kebijakan perdagangan yang adil dengan tujuan utama membangun masyarakat kerja yang berkelanjutan, dan menciptakan peluang bagi para perajin lokal Isaan yang kurang mampu secara ekonomi di daerah pedesaan untuk terus membuat karya seni tradisional mereka.
Sehingga didasarkan pada poin tersebut, tentu sangat wajar bukan jika keberadaan dari fashion brand yang mengusung konsep keberlanjutan sekaligus tradisionalisme ini pun kemudian bukan dianggap sebagai brand yang sekedar “mengikuti tren” hijau saja. Melainkan lebih dari itu, pada dasarnya mereka juga adalah representasi sempurna dari Eco Ethical Fashion itu sendiri, yaitu istilah yang dipakai ketika kelestarian alam berjalan beriringan dengan kesejahteraan pengrajin tradisional, karena Chaksarn memang dikenal selalu menerapkan prinsip Fair Trade atau perdagangan yang adil.
Koleksi Tas Chaksarn Sebagai Sustainable Fashion:
Dibuat menggunakan bahan baku yang eco friendly karena berasal dari tumbuhan bernama mendong atau water sedge dan reed, yang umumnya dipanen serta dan diproses secara tradisional menggunakan pewarna alami atau metode pewarnaan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan tekstil sintetis. Secara tidak langsung membuat tas Chaksarn bisa bertahan lama dengan perawatan yang benar, karena selain menghasilkan produk yang cantik, ikonik, dan etnik, Chaksarn memang berhasil menciptakan karya produk yang indah dan tak lekang waktu, contohnya saja seperti beberapa produknya berikut ini:
Chaksarn – Buddy

Menjadi koleksi tas Chaksarn sebagai sustainable fashion yang dikenal sering menyita atensi, terutama bagi kalangan customer pria, dapat dikatakan jika tas Chaksarn seri Buddy ini sebetulnya memang merupakan salah satu koleksi tas pria paling ikonik besutan Chaksarn, karena dikenal memiliki desain yang mampu menyeimbangkan antara gaya kasual dan formal. Bahkan dapat dikatakan jika tas seri Buddy ini sering pula dianggap sebagai entry point terbaik bagi mereka yang baru ingin mencoba koleksi Chaksarn, karena merupakan tas selempang bergaya kasual yang simple dan dirancang untuk pria.
Dimana sebagai bagian dari ciri khasnya, Chaksarn diketahui sengaja menggunakan panel depan yang berani dengan anyaman tikar untuk membuat tas ini unik dan menonjol, yang terbuat dari bahan baku berupa smooth grain and embossed cow leather plus handwoven water sedge mat, yang dikombinasikan dengan Hidden magnetic closure, serta Lined with black smooth grain cow leather dan Soft adjustable material shoulder strap untuk memaksimalkan spesifikasi dan kinerjanya sebagai tas daily sekaligus sebagai sustainable fashion yang kemudian menjadi favorit bagi banyak orang, khususnya kaum pria.
Apalagi adanya hal tersebut pun diketahui juga didukung pula oleh bagaimana perpaduan antara anyaman tanaman mendong (natural water sedge) yang dianyam dengan tangan oleh pengrajin lokal Thailand dan penggunaan kulit sapi asli berkualitas tinggi yang berhasil membuat bentuk kotak minimalis dengan sudut yang tegas berhasil membuat tas ini terlihat rapi namun tetap santai, yang secara alami juga dinilai bisa memberikan karakter visual kuat dan eksklusif, terutama bagi para pecinta sustainable fashion, karena seri Buddy ini juga adalah simbol gaya hidup yang bertanggung jawab.
Chaksarn – Candy

Terbuat dari perpaduan sempurna antara rumput laut alami dan juga sedikit sentuhan bahan leather yang dikombinasikan dengan warna serta pola unik, secara tidak langsung memang menjadikan tas Chaksarn seri Candy ini tampak begitu menyenangkan, karena tidak hanya berhasil dihadirkan dalam berbagai warna dan pola menarik yang dirancang oleh Chaksarn saja, melainkan lebih dari itu juga berhasil membuat tas ini terkenal sebagai salah satu koleksi tas selempang terbaik besutan Chaksarn yang berukuran sempurna dan mampu membawa semua kebutuhan dengan gaya yang effortless chic.
Bahkan dapat dikatakan jika tas Chaksarn seri Candy ini sebetulnya juga merupakan salah satu koleksi paling ikonik dari brand ini, dan sering disebut sebagai “pintu masuk” bagi banyak orang untuk mulai menyukai produk Chaksarn karena desainnya yang tidak hanya sangat versatile, tetapi juga tetap terlihat modern meskipun memiliki sentuhan etnik yang kental. Apalagi adanya hal tersebut pun tentu saja didukung pula oleh bagaimana tas ini yang terbuat dari anyaman tanaman Mendong berkualitas tinggi yang dikerjakan sepenuhnya dengan tangan oleh pengrajin di pedesaan Thailand.
Sehingga jika diperhatikan, tentu saja tas ini memiliki struktur yang kokoh dengan kesan mewah yang lembut namun tetap kuat untuk melindungi barang bawaan. Selain itu, dengan mengandalkan bentuk box bag yang dipakainya, hal tersebut pun secara tidak langsung juga membuat desain tas ini dianggap timeless, dan berhasil mengubah persepsi bahwa “tas anyaman itu tradisional” menjadi “tas anyaman itu modis dan berkelas.” Karena seri Candy ini memang hadir dengan kombinasi warna yang menarik, dan memiliki seri Candy terasa seperti memiliki karya seni yang unik dan high end.
Chaksarn – Mini Daily

Merupakan salah satu koleksi yang paling ikonik sekaligus fungsional dari brand Chaksarn asal Thailand , bisa dibilang memang menjadikan seri tas Chaksarn seri Mini Daily ini dinilai berhasil mendobrak stigma bahwa tas anyaman hanya cocok untuk ke pantai ternyata juga bisa terlihat chic dan stylsih jika dipakai untuk daily adalah benar. Dimana dengan menghadirkan desain yang urban dan high end, Mini Daily ini diketahui mampu memberikan keindahan yang modis bersamaan dengan kemudahan serta kenyamanan yang lebih besar, sehingga sangat cocok untuk rutinitas harian.
Apalagi seperti kebanyakan koleksi tas besutan Chaksarn lainnya, seri Mini Daily ini pun hendaknya juga dikenal dibuat dari anyaman rumput air Thailand yang ditenun dengan tangan dan dihiasi dengan kulit sapi asli, karena memang konsep utama dari Mini Daily bag besutan Chaksarn satu ini adalah untuk memadukan keahlian tradisional dengan fungsi modern, namun juga sesuai dengan namanya “Daily”, tas ini pun tentu juga dirancang khusus untuk dipakai pada penggunaan sehari hari. Oleh sebab itu ukuran tas ini hendaknya tidak terlalu besar, tapi tetap mampu menampung barang essensials.
Dan untuk meningkatkan daya tariknya, tas ini pun sengaja disusun dengan menggunakan perpaduan sempurna antara anyaman tradisional yang kasar namun rapi dengan kulit sapi yang halus menciptakan kontras visual yang menarik. Sehingga tidaklah mengherankan bukan jika tas Chaksarn seri Mini Daily ini pun bisa memiliki struktur kokoh, yang dapat mempertahankan bentuknya (rigid) meskipun sedang tidak diisi penuh, sehingga penampilan pemakainya tetap terlihat rapi (polished), dengan nilai “Ethical Luxury” yang mencerminkan keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan pengrajin lokal di Issan.
Chaksarn – Candy Leather

Menjadi koleksi tas Chaksarm yang dikenal selalu menonjol karena keberaniannya dalam memadukan warna warna cerah dengan tekstur alami, secara tidak langsung juga menjadikan keberadaan dari tas Chaksarn seri Candy Leather ini dianggap cukup berbed dengan seri klasik besutan Chaksarn lainnya yang kadang kali cenderung menggunakan warna netral. Dimana adanya hal tersebut pun diketahui sengaja dilakukan oleh Chaksarn pada seri ini karena tas koleksi tas Candy Leather ini pada dasarnya memang dirancang untuk mereka yang ingin tampil lebih ekspresif sambil mempertahankan nilai etis.
Maka dari itu, tidaklah mengherankan bukan jika untuk memberikan karakter budaya yang unik, namun tetap dengan kesan eksklusif mendalam, Chaksarn pun secara sengaja menggunakan panel depan yang dihiasi dengan kain tenun tangan Thailand, guna menambahkan sentuhan tradisi yang halus pada desain modernnya, serta secara khusus juga memadukan desain tas ini dengan pilihan warna yang cerah, untuk menjadikannya aksesori bergaya yang cocok untuk setiap kesempatan, dan menjadi alasan kenapa bisa seri tas Chaksarn satu ini bisa dikenal sebagai salah satu favorit di kalangan pecinta fashion.
Karena pada dasarnya memang tidak dapat dipungkiri pula jika keberadaan dari seri ini yang dinilai memiliki nuansa “Pop of Color” sering kali berhasil menjadi statement piece yang sangat efektif untuk menghidupkan pakaian polos atau berwarna netral, serta memberikan kesan segar dan modis seketika. Oleh sebab itu, wajar saja bukan jika tas yang tadinya dikenal sebagai tas etnik pun bisa bertransformasi menjadi produk fashion kontemporer yang sangat cocok untuk gaya hidup perkotaan karena dapat memberikan keseimbangan sempurna antara inovasi gaya masa kini dan kehangatan kerajinan tangan.
Menjadi karya produk yang memiliki nilai tersendiri, terutama bagi kalangan konsumen yang sadar lingkungan, tentu saja membuat keberadaan dari tas tas yang mengusung konsep eco friendly memiliki keunggulan ekonomi yang nyata. Terlebih karena karya produk tas ini biasanya memanfaatkan bahan baku utama yang berasal dari tumbuh tumbuhan sebagai sumber dekorasinya, tentu secara tidak langsung hal tersebut juga akan semakin membuat pengurangan biaya operasional terkait produksi tas ini jika dibanding dengan tas lain, yang umumnya membutuhkan lebih banyak sumber daya.
Dan sebagai tas ramah lingkungan yang artistik serta begitu unik, karena memiliki sentuhan seni dan botani, tentu sangat wajar bukan jika keberadaan tas ecoprint pun kemudian dikenal begitu populer, bahkan banyak dipilih untuk dijadikan sebagai tas guna keperluan komersial dan branding. Contohnya saja seperti yang dilakukan oleh penyedia jasa tas custom terbaik bernama Karya Bintang Abadi ini, yang secara garis besar dikenal sebagai salah satu penyedia tas terpercaya dan andalan yang dapat membantu memenuhi keperluan tas ramah lingkungan bagi para customer secara custom.
Yang mana, adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan Karya Bintang Abadi sendiri yang diketahui sudah berkecimpung dalam dunia pembuatan tas custom selama lebih dari 10 tahun ini dikenal telah banyak dipercaya oleh berbagai kalangan customer. Sehingga didasarkan dari latar pengalamannya tersebut, tentu tidaklah mengherankan bukan bila Karya Bintang Abadi pun pada akhirnya dianggap sebagai salah satu pabrik tas custom terbaik yang dapat menghandle segala kebutuhan tas custom dengan detail tampilan terbaik, kualitas terjamin, proses pengerjaan cepat dan harga affordable.
Apalagi selain daripada itu, dirinya pun diketahui juga tidak pernah lupa untuk memastikan bila setiap customer maupun calon customernya akan mendapatkan pelayanan terbaik oleh para customer service, yang ramah juga tanggap dalam membantu segala kebutuhan akan pemesanan tas custom, baik itu melalui proses pemesanan aman, karena sudah sah secara hukum dan berlegalitas, maupun cara pemesanan mudah serta cepat, baik secara online maupun offline. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk mendapatkan tas dengan hasil yang maksimal dan memuaskan.




