Dari Puncak Gunung ke Jalanan Kota: Bagaimana The North Face Menjadi Ikon Streetwear Dunia?

brand The North Face

Meskipun secara garis besar dikenal sebagai brand yang populer dengan segala macam jenis produk perlengkapan luar ruangan atau outdoor gear premium, namun siapa sangka jika brand The North Face atau kerap disingkat dengan istilah TNF ini pun sebetulnya juga dianggap pula sebagai salah satu technical apparel premium yang seiring dengan berjalannya waktu sukses berevolusi menjadi bagian dari industri fashion, khususnya dalam hal ini industri fashion urban dan streetwear, yang kemudian membuatnya bertransisi menjadi ikon gaya hidup sehari hari di era urban modern seperti saat ini.

Dan adanya hal tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana kemampuan brand The North Face ini yang dikenal berhasil menggabungkan fungsionalitas ekstrem dengan tren mode masa kini yang lekat dengan gaya streetstyle serta fashion urban. Dimana dalam hal ini sendiri hendaknya dapat diketahui jika yang dimaksud dengan gaya streetstyle ini sebetulnya adalah sebutan bagi sebuah gaya busana yang lahir dari “jalanan” dan masyarakat umum, sehingga lebih berorientasi tentang bagaimana seorang individu mengekspresikan diri secara autentik di ruang publik melalui stylenya.

Oleh sebab itu, karena berbasis ekspresi individu, secara umum tipe gaya streetstyle ini umumnya memang akan sangat subjektif karena tidak ada aturan baku dalam gaya ini dan intinya hanya adalah bagaimana seseorang memadupadankan berbagai jenis pakaian untuk menciptakan tampilan yang unik untuk mencerminkan kepribadian mereka, salah satunya adalah seperti dengan menggunakan koleksi produk The North Face yang dikenal sebagai produk petualangan sebagai bagian dari item fashion untuk mestyling gaya dan menunjukkan keberanian mereka dalam upaya mencampur gaya.

Yang mana, didasarkan oleh alasan itu singkatnya dapat dikatakan jika streetstyle ini adalah cermin dari realitas fashion saat ini, dimana setiap orang memiliki kebebasan untuk menjadi “direktur kreatif” bagi penampilannya sendiri. Dan adanya hal tersebut pun bisa dibilang juga sangat relevan dengan konsep fashion urban atau gaya busana perkotaan, yang dalam hal ini memang merupakan sebuah istilah untuk menggambarkan gaya berpakaian yang mencerminkan karakteristik kehidupan masyarakat di kota kota besar yang umumnya memang diketahui sering didominasi oleh konsep dinamis, modern, serta praktis.

Dimana didasarkan oleh konsep dasarnya itu juga lah fashion urban ini secara umum sebetulnya bukan hanya soal estetika, tetapi juga tentang bagaimana pakaian dapat mendukung mobilitas tinggi penggunanya dari satu tempat ke tempat lain, misalnya dari kampus atau kantor, ke transportasi umum, hingga ke tempat nongkrong. Mengingat karakteristik khas masyarakat kota besar secara garis besar memang adalah sering berpindah tempat dalam waktu singkat. Oleh karena itu, fashion urban yang sangat mengutamakan kenyamanan dan kemudahan mobilisasi tentu adalah yang paling relevan. 

Maka dari itu dapat disimpulkan pula, jika streetwear adalah tentang ekspresi komunitas dan subkultur, maka fashion urban adalah tentang efisiensi, kenyamanan, dan penampilan yang modern bagi mereka yang hidup di tengah hiruk pikuk tetapi tetap ingin terlihat modis tanpa harus merasa tidak nyaman saat harus bergerak aktif dan dinamis. Dan didasarkan oleh pernyataan itu lah streetstyle dan fashion urban dianggap sangat relevan dan saling berkaitan meskipun memiliki asal usul yang berbeda, karena keduanya sering kali melebur menjadi satu kesatuan gaya, seperti yang dilakukan oleh The North Face.

Cara The North Face Menjadi Ikon Streetwear Dunia

brand The North Face

Menjadi dua konsep gaya yang memiliki relevansi serta relasi kuat, bahkan membuat konsep fashion urban dan streetstyle mulai diadopsi oleh brand brand besar serta kenamaan, salah satunya seperti yang dilakukan oleh brand The North Face dalam koleksi koleksi di beberapa musim belakangan, dan berhasil membuat posisinya dari puncak gunung ke jalanan kota, yang kemudian menjadikan dirinya kini dikenal sebagai bagian dari ikon streetwear industri fashion urban yang memiliki kemampuan menciptakan tampilan yang unik dan modis, tetapi tetap dinamis serta cocok untuk gaya hidup aktif penggunanya.

Apalagi adanya hal tersebut pun diketahui semakin didukung pula oleh bagaimana di tahun 2026 ini, relevansi antara item fashion urban dengan gaya streetstyle atau streetwear pun bisa dibilang juga semakin kuat karena adanya pergeseran nilai dalam berpakaian. Dimana pernyataan tersebut pun dibuktikan langsung oleh bagaimana masyarakat masa kini yang lebih berorientasi pada efisiensi agar bisa dipakai di berbagai suasana (Urban), namun tetap memiliki identitas yang mampu membuat mereka terlihat menonjol dan tidak membosankan (Streetstyle) karena tampil dengan cukup eksentrik.

Namun di dasarkan oleh pernyataan itu juga lah, kini diketahui mulai muncul pula istilah gaya urban streetwear yang disebabkan oleh batas antara keduanya yang semakin kabur, dan membuat brand brand besar sekarang tidak lagi hanya membuat karya produk fashion yang fungsional, dinamis dan fleksibel penggunaan (Urban) saja, tetapi juga memastikan karya produk mereka tersebut punya nilai estetika yang tinggi agar layak menjadi konten streetstyle, seperti yang dilakukan oleh TNF yang meski lahir untuk pendaki, tapi telah bertransformasi menjadi simbol status dalam budaya pop dan fashion jalanan.

Transformasi Brand The North Face:

brand The North Face   brand The North Face

Keberhasilan brand The North Face (TNF) yang diketahui telah bertransformasi dari sekadar produsen untuk alat alat berpetualang, khususnya untuk petualangan mendaki gunung, menjadi bagian dari ikon streetwear dunia, bisa dibilang memang adalah salah satu fenomena branding paling sukses di industri mode dan outdoor gear. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja karena di dunia streetwear, biasanya autentisitas adalah segalanya, dan The North Face mampu membuktikan jika mereka tidak setengah setengah, karena berhasil tetap mempertahankan standar kualitas teknis yang sangat tinggi.

Yang mana adanya hal tersebut semakin didukung pula oleh bagaimana otoritas yang ditampilkan oleh brand The North Face melalui logo “Half Dome” khas miliknya, yang secara tidak langsung dinilai dapat memberikan kesan bahwa pemakainya siap menghadapi petualangan apa pun, meskipun mereka hanya berada di tengah kota. Dan kesan tersebut pun tentu saja membuat setiap karya produk The North Face berhasil memantapkan langkahnya dalam industri fashion urban dan streetwear yang dinamis, namun tanpa harus kehilangan ciri khas dan identitasnya sebagai brand yang lahir dari alam serta bertualang.

Tetapi lebih dari itu, adapun usaha atau upaya pendukung yang diketahui juga berhasil membuat brand The North Face ini berhasil menjadi bagian dari ikon urban streetwear pun adalah karena keberaniannya dalam melakukan kolaborasi strategis dengan brand brand lain yang memiliki predikat atau termasuk ke dalam kategori “High-End” dan “Hype” serta memiliki basis penggemar fanatik. Katakan saja seperti pada saat TNF melakukan kolaborasi secara konsisten dengan Supreme sejak 2007, yang diketahui menjadi “pintu gerbang” utama TNF masuk ke kultur streetwear global.

Lalu dilanjutkan dengan bagaimana The North Face ini yang berkolaborasi dengan rumah mode mewah seperti Gucci dan MM6 Maison Margiela untuk menghapus batas antara “baju naik gunung” dan “fashion kelas atas”, bahkan membuat The NOrth Face menjadi barang yang tampil di panggung runway, karena hasil kolaborasinya ditampilkan pada London Fashion Week. Kemudian ada juga kolaborasi TNF dengan Sacai, yaitu merek Jepang yang menonjolkan pendekatan fashion eksperimental pada outerwear, dengan brand CLOT, yaitu merek besutan Edison Chen dan Kazuki Kuraishi yang pada tahun 2023. 

Hingga berkolaborasi pula dengan brand yang tidak terduga seperti Skims, yaitu brand pakaian pembentuk tubuh milik Kim Kardashian yang dikenal menggabungkan teknologi lapisan dasar (baselayer) milik The North Face dengan desain body hugging milik Skims. Dengan brand Brain Dead yang secara kolektif kreatif mampu membuat The North Face mampu menghasilkan desain grafis yang unik dan berani. Serta dengan brand  Junya Watanabe, yaitu desainer Jepang yang terkenal dengan teknik rekonstruksi pakaian dan membuat koleksi The North Face memiliki kekuatan pada look ikonik. 

Alasan The North Face Semakin Disukai:

Secara garis besar brand The North Face ini bisa dengan perlahan dianggap menjadi ikon streetwear, atau spesifiknya urban streetwear karena mengusung konsep fashion urban juga, umumnya memang didasarkan oleh bagaimana usaha dan upayanya yang berhasil menjaga keseimbangan antara fungsi teknis yang jujur dengan estetika desain yang relevan. Apalagi dalam setiap prosesnya, mereka pun juga diketahui tidak pernah meninggalkan akar mereka sebagai brand outdoor, meskipun mereka juga mulai membuka diri terhadap budaya urban melalui kolaborasi dan adaptasi gaya yang eksentrik.

Dan didasarkan pada konsistensi juga totalitas pada dedikasi industri fashion tersebut lah, The North Face pun dinilai telah berhasil melakukan lompatan besar dari sekadar merek perlengkapan teknis pendakian menjadi simbol status di jalanan kota besar. Yang mana mulusnya fenomena tersebut pun tentu saja juga bukan tanpa alasan, melainkan ada perpaduan antara kualitas, strategi pemasaran, dan pergeseran budaya yang membuatnya semakin diminati pula. Sehingga The North Face yang secara pasti berhasil menawarkan keseimbangan sempurna pun dianggap bisa terus relevan dengan trend saat ini.

Terlebih dapat dikatakan pula, jika memakai The North Face ini pun hendaknya juga bukan lagi sekadar tanda bahwa kita suka dengan sesuatu yang berbau petualangan atau alam saja, tapi juga merupakan tanda bahwa kita menghargai kualitas, sejarah, dan gaya yang autentik, namun sambil tetap menjaga relevansi diri dengan trend fashion masa kini yang diketahui sangat populer dengan ikon streetwear. Namun lebih dari itu, sebetulnya ada pula beberapa alasan utama kenapa The North Face kini sangat populer sebagai ikon streetwear, yang diantaranya adalah sebagai berikut ini:

Kualitas Teknis yang Teruji (Functional Excellence)

Berbeda dengan banyak merek fast fashion yang hanya menjual tampilan, brand The North Face yang diketahui bermula dari kategori outdoor gear dan lekat dengan konsep petualangan, umumnya dianggap dapat menawarkan substansi. Sehingga konsumen yang membeli produknya tentu dapat merasa tenang karena mereka membeli produk yang dirancang untuk bertahan di suhu ekstrem. Dimana jika suhu atau kondisi ekstrem di alam saja dapat ditahan dengan baik oleh setiap koleksi produk The North Face, apalagi dengan kondisi yang ada di tengah kota. Oleh sebab itu, didasarkan keunggulannya tersebut lah setiap produk TNF umumnya dianggap bisa menjadi pilihan praktis untuk kehidupan urban.

Estetika Desain yang Timeless

Alasan selanjutnya yang diketahui juga menjadi kunci popularitas The North Face di dunia streetwear adalah bagaimana mereka mampu mempersembahkan estetika desain yang timeless dan kemampuan unik untuk melintasi berbagai era serta tren tanpa terlihat kuno. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja membuat desain produk besutan The North Face selalu disukai, karena dianggap dapat memberikan rasa aman dan pasti bagi pembelinya, sekaligus menawarkan sebuah investasi gaya yang akan tetap terlihat bagus dan relevan hingga bertahun tahun ke depan. Terlebih dalam hal ini pun dapat dikatakan pula jika dalam dunia desain gaya streetwear serta konsep fashion urban, biasanya  sesuatu dianggap timeless jika bentuknya lahir dari kegunaan, bukan hanya sekadar hiasan semata.

Munculnya Trend “Gorpcore”

Gorpcore adalah trend dimana pakaian luar ruangan (outdoor) dipakai sebagai gaya busana sehari hari di kota. Dan bisa dibilang munculnya trend ini memang adalah salah satu faktor kunci yang mengubah persepsi publik terhadap pakaian fungsional, karena dianggap sebagai standar gaya hidup modern dan  menghapus stigma bahwa pakaian teknis itu membosankan. Yang mana bersamaan dengan trend ini juga lah produk besutan The North Face mulai terangkat ke puncak piramida streetwear. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja karena brand ini adalah definisi asli dari apa yang dicari oleh penganut Gorpcore, yaitu kualitas teknis yang tidak berkompromi tapi tetap memiliki warisan desain yang ikonik.

Relevansi dengan Gaya Hidup “Outdoor Urban”

Selain karena munculnya trend gaya Gorpcore, dalam hal ini adapun alasan dibalik kenapa The North Face bisa sangat disukai di era streetwear pun umumnya juga didasari oleh bagaimana brand ini dapat menangkap fenomena “Outdoor Urban”, yang dalam hal ini memang relevansi dengan gaya hidup masa sekarang, dan bukan hanya sekedar tren sesaat, melainkan sebuah pergeseran gaya hidup dimana batas antara fungsi teknis dan estetika menjadi kabur. Karena tidak dapat dipungkiri jika gaya hidup Outdoor Urban ini secara tidak langsung memang membuat The North Face tidak lagi dilihat sebagai “baju naik gunung,” melainkan juga sebagai “seragam fungsional kota besar.”

Simbol Status “Eksplorasi Modern”

Memakai karya produk besutan brand The North Face di lingkungan urban, dalam hal ini dapat diibaratkan seperti mengirimkan pesan tertentu tentang gaya hidup si pemakai. Dimana adanya hal tersebut pun ditunjukkan oleh bagaimana memakai logo TNF ini yang kini bukan lagi sekadar tanda bahwa seseorang baru saja turun dari puncak gunung, melainkan pernyataan tentang gaya hidup dan nilai nilai yang mereka pegang di tengah hiruk piruk perkotaan. Dan adanya pernyataan tersebut pun tentu saja karena TNF dianggap berhasil mengubah persepsi dari “alat daki gunung yang kaku” menjadi “seragam bagi para petualang kota yang cerdas” tanpa kehilangan fungsi yang autentik.

 

Memiliki karakter ganda, secara tidak langsung memang membuat keberadaan dari koleksi produk The North Face menarik untuk diikuti perkembangannya, khususnya bagi bagi kita yang ingin membuat diri tetap relevan dengan gaya masa kini sambil mengekspresikan diri secara dinamis tanpa  kehilangan rasa aman dan anti ribet. Namun selain produk ikonik seperti milik brand TNF ini, kini kita juga memiliki kesempatan untuk menciptakan produk, khususnya untuk lini produk tas dengan nuansa yang sama, namun dengan cara yang lebih personal sehingga bisa digunakan untuk keperluan bersifat komersial.

Yaitu dengan cara melakukan pengadaan tas secara custom pada sebuah jasa pembuatan tas terbaik juga terpercaya seperti Karya Bintang Abadi, yang dalam hal ini dikenal selalu menawarkan berbagai kemudahan, kelebihan serta benefit, baik itu berkaitan dengan detail produk terbaik, kualitas terjamin, cara pemesanan mudah, proses produksi cepat, pengiriman barang aman, hingga harga terjangkau yang dapat disesuaikan dengan anggaran customer karena akan dibuat by request, sehingga kualifikasinya tentu akan lebih sesuai dengan standar customisasi yang dibutuhkan oleh customer.

Karena dapat diketahui jika Karya Bintang Abadi ini hendaknya memang selalu menjamin kepuasan customernya tidak hanya melalui tas dengan detail tampilan terbaik, kualitas serta kuantitas terjamin, proses pengerjaan cepat, dan harga terjangkau yang dapat sesuaikan dengan request juga budget saja, tetapi juga selalu aware dengan kredibilitas serta kekonsistenannya yang membuatnya dijamin mampu untuk menangani berbagai macam kebutuhan customer akan tas custom, baik secara online maupun offline, dan cara proses pemesanan aman dan cara pemesanan mudah serta cepat.

Dan dengan mengandalkan segala macam keunggulannya tersebut, tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk menyelesaikan segala permasalahan dan kebutuhan anda akan tas custom dengan hasil yang memuaskan. Apalagi sebagai pabrik tas custom andalan, mereka pun juga tidak pernah lupa untuk memberikan pelayanan terbaik melalui cara pemesanan aman, cepat dan mudah, baik secara online maupun offline, yang tentu saja semakin membuatnya pantas dianggap sebagai pabrik tas custom terbaik dengan kualitas tas yang unggulan sekaligus memuaskan.

Butuh Souvenir ? Lihat Penawaran dari KBA

FAST RESPOND

Chat WA Anda pasti dibalas kurang dari 1 menit. Silahkan chat WA kompetitor kami, dan bandingkan 😉

Mungkin anda juga suka

Copyright 2026 © Karya Bintang Abadi