Dikenal sebagai salah satu cara paling populer, efisien da modern untuk mendekorasi tas, terutama jika yang dibicarakan adalah dari segi kepraktisan dan fleksibilitas visualnya, secara tidak langsung memang membuat penerapan bag printing design pada sebuah proses produksi tas dianggap memiliki daya pikat tersendiri. Apalagi dapat pula dikatakan, jika membuat desain tas menggunakan panduan bag printing design ini pun pada dasarnya juga bukan hanya soal estetika modern saja, melainkan lebih dari itu juga tentang bagaimana memindahkan ornamen desain ke dalam media secara taktis dan efektif.
Terlebih jika yang dibahas di sini adalah tas guna kepentingan komersial, karena biasanya tas guna keperluan ini memang diharuskan untuk memiliki efisiensi dan efektivitas dalam proses pengadaannya, tidak terkecuali dalam hal penambahan ornamen desain, yang dalam hal ini sendiri umumnya dianggap sebagai salah satu hal paling krusial, karena melibatkan penambahan identitas yang nantinya akan dilihat oleh ribuan pasang mata, baik itu untuk kebutuhan merchandise, promosi, maupun produk jualan (merchandise retail), sehingga harus menampilkan desain tas yang dipikirkan secara matang.
Oleh sebab itu, secara keseluruhan dapat dikatakan jika bag printing design ini hendaknya memang adalah tindakan kreatif teknis yang dinilai berhasil menggabungkan seni komunikasi visual dengan strategi bisnis untuk menghasilkan media fungsional yang bernilai promosi sekaligus estetis. Bahkan dapat dikatakan jika metode dekorasi dengan cara printing ini hendaknya juga dikenal jauh lebih diminati bila dibandingkan dengan metode dekorasi lainnya saat ini. Maka dari itu wajar bukan jika penerapan teknik ini pun dianggap menjadi tren utama dalam industri fesyen, retail, dan pemasaran.
Dan adanya pernyataan tersebut pun bisa dikatakan juga tidak terlepas begitu saja dari beberapa alasan kuat mengapa metode cetak ini jauh lebih populer dan lebih sering dipilih dibandingkan dengan metode dekorasi tas lainnya, misalnya saja seperti bordir, payet, atau lukis manual. Dimana adapun beberapa alasan yang dimaksud tersebut adalah seperti karena bag printing design ini yang dikenal memiliki kebebasan visual tanpa batas, bahkan memungkinkan untuk memindahkan desain serumit apa pun. Biaya lebih efisien untuk produksi massal. Hingga proses produksi cepat dan daya tahan tinggi.
Daftar Isi
ToggleBag Printing Design: Dari Ide, Pemilihan Warna, hingga Siap Cetak!

Merupakan salah satu teknik cetak yang dalam prosesnya terdiri dari tahap merencanakan, sampai menciptakan, dan menyusun elemen visual, seperti logo, tipografi, ilustrasi, warna, atau motif, dan umumnya memang menjadi teknik cetak yang dirancang secara khusus untuk diaplikasikan ke atas permukaan tas. Secara tidak langsung memang membuat bag printing design ini dianggap sebagai bagian dari seni sekaligus teknik populer dalam memindahkan ide atau karya seni digital ke media tas agar tas memiliki nilai estetika, daya tarik visual, atau fungsi promosi dengan hasil yang maksimal.
3 Aspek Khusus Panduan Bag Printing Design:
Namun penting untuk diketahui, jika pada penerapannya, teknik dekorasi tas satu ini hendaknya memiliki 3 aspek penting yang diketahui harus dipertimbangkan. Karena tidak dapat dipungkiri, jika tiga aspek khusus ini pada dasarnya memang adalah sebagai jembatan antara dunia digital (desain di komputer) dan dunia nyata (proses produksi serta penggunaan sehari hari). Sehingga tanpa adanya pertimbangan ketiganya, tas yang dihasilkan berkemungkinan tidak akan berfungsi secara optimal dengan biaya produksi berisiko terbuang sia sia. Oleh sebab itu, guna menghindari hal tersebut, berikut ini adalah penjelasan detail mengenai 3 aspek khusus yang wajib dipertimbangkan tersebut:
Karakteristik dan Tekstur Bahan Kain (Media Cetak)
Aspek pertama yang harus dijadikan sebagai bahan pertimbangan adalah karakteristik serta tekstur dari bahan kain, karena dalam proses pencetakan pada sebuah tas, umumnya kita akan dihadapkan pada variasi tekstur, daya serap, dan warna dasar kain yang beragam. Sehingga mempertimbangkan tekstur serat guna menentukan teknik bag printing design seperti apa yang akan diterapkan, menentukan warna dasar bahan guna menyesuaikan dengan warna tinta yang akan dicetak di atasnya, hingga memastikan daya serap kain guna memastikan hasil printing sungguhan melekat sempurna sangat lah penting.
Mengingat adanya hal tersebut pun tentu saja tidak terlepas begitu saja dari bagaimana kain pada bahan baku pembuatan tas yang dalam hal ini dikenal memiliki sifat fisik hidup, bahkan memiliki tekstur, pori-pori, warna dasar, dan daya serap tinta yang berbeda-beda. Sehingga jika memaksa untuk mengabaikan aspek ini, tanpa melihat bahwa tas yang digunakan adalah kain kanvas berserat kasar, maka besar kemungkinan jika hasil panduan bag printing design justru akan terputus-putus saat dicetak karena tinta masuk ke dalam sela-sela serat kain, yang membuat tampilan cetak terlihat buruk.
Batasan dan Spesifikasi Teknik Cetak (Printing Method)
Hal selanjutnya yang dinilai perlu untuk diperhatikan pada saat akan menerapkan teknik dekorasi bag printing design pada tas adalah mempertimbangkan batasan dan spesifikasi tekik cetak yang akan dipakai. Karena tidak dapat dipungkiri, jika mesin cetak digital (seperti DTF) dan alat cetak tradisional (seperti sablon manual) hendaknya memang memiliki “bahasa” pemrosesan warna yang sangat berbeda dengan layar komputer. Dimana pada layar digital akan menggunakan proyeksi cahaya (RGB), sedangkan mesin cetak menggunakan pigmen tinta fisik (CMYK atau warna pasta khusus).
Sehingga untuk memastikan jika hasil printing design sesuai dengan kebutuhan dan memiliki hasil yang optimal, maka ada baiknya untuk memperhatikan model desain seperti apa yang akan dicetak pada permukaan tas. Misalnya saja seperti bagaimana kita harus mendesain dengan konsep warna solid (block color) jika menggunakan teknik cetak sablon manual. Sedangkan kita bisa membuat desain yang kompleks dan penuh warna jika teknik cetak yang dipakai dalam proses dekorasi bag printing design adalah teknik digital printing atau DTF.
Ergonomi dan Distorsi Visual
Jika kertas bersifat kaku dan layar digital bersifat statis, maka lain halnya dengan tas yang dalam hal ini adalah benda fleksibel yang nantinya akan diisi barang, bergerak, melengkung, dan terlipat saat dipakai berjalan oleh manusia. Maka dari itu, ada baiknya untuk memperhatikan pula aspek ergonomi dan juga distorsi visual ketika menjalankan panduan bag printing design. Dimana memastikan jika proses cetak dilakukan pada safe zone dengan skala terbaca yang pas, umumnya memang sangat penting diterapkan pada tahap ini, supaya hasil cetakan nantinya bisa lebih tahan lama dan memiliki eksposur tinggi. Oleh sebab itu, pada aspek ini para desainer memang dipaksa untuk berpikir secara arsitektural guna menentukan safe zone dan memastikan ukuran desain cukup besar untuk dilihat dari jarak tertentu.
Keunggulan Teknik Bag Printing Design:
Teknik dekorasi menggunakan bag printing design bisa dibilang memang bisa menjadi pilihan utama bagi banyak brand, kepanitiaan acara, maupun pelaku industri kreatif, karena dianggap mampu untuk menawarkan berbagai keunggulan kompetitif yang tidak dimiliki oleh metode dekorasi konvensional lainnya. Dan adanya pernyataan tersebut pun tentu saja dipengaruhi oleh sejumlah keunggulan yang menjadi alasan utama mengapa teknik bag printing design tersebut bisa menjadi metode dekorasi tas paling populer dan efektif di era modern saat ini, dimana adapun beberapa keunggulan yang dimaksud tersebut diantaranya adalah sebagai berikut ini:
Fleksibilitas Visual dan Desain Tanpa Batas (High Visual Flexibility)
Dalam konteks bag printing design, dapat dikatakan jika adanya fleksibilitas visual dan desain tanpa batas ini hendaknya memang berarti kebebasan mutlak bagi desainer untuk menuangkan ide, warna, gaya, dan detail serumit apa pun dari layar komputer ke atas permukaan tas tanpa terhalang oleh batasan fisik alat produksi, atau dengan kata lain teknologi bag printing lah yang nantinya akan menyesuaikan diri untuk mewujudkan visi kreatif secara utuh di atas media tas, tanpa harus dibatasi oleh jumlah warna atau pun kerumitan bentuk visual desain dengan tingkat detail yang sangat tinggi.
Terlebih, karena teknik bag printing design kini kebanyakan sudah menggunakan teknologi modern yang canggih, hal tersebut pun tentu saja akan membuat teknik cetak ini dinilai memiliki ketajaman tinggi, khususnya untuk detail tipografi mikro hingga hitungan piksel terkecil. Sehingga secara keseluruhan, penggunaan teknik bag printing design ini tidak memiliki batasan teknis pada gambar, dan menjadikan brand atau desainer bebas memilih estetika visual mana pun yang paling sesuai dengan target pasar mereka, mulai dari desain minimalis, pop art, sampai desain modern dan profesional.
Efisiensi Biaya untuk Produksi Massal (Cost-Effective)
Keunggulan selanjutnya yang dimiliki oleh teknik dekorasi tas berupa bag printing design adalah adanya efisiensi biaya untuk produksi massal. Dimana dalam dunia industri dan manufaktur sendiri, dapat diketahui jika adanya keunggulan ini hendaknya akan didasarkan pada prinsip ekonomi yang disebut Economies of Scale (Penghematan Skala Produksi). Dan dalam konteks bag printing design, konsep ini berarti menjelaskan jika semakin banyak jumlah tas yang dicetak dalam satu kali sesi produksi, maka biaya modal yang dikeluarkan untuk membuat satu buah tas (cost per unit) akan semakin murah.
Yang mana, adapun alasan dibalik kenapa hal tersebut bisa terjadi pun tentu saja dikarenakan efisiensi biaya pada teknik cetak tas ini yang umumnya akan terjadi karena tiga faktor utama, yaitu pembagian biaya tetap yang merata, harga bahan baku grosir yang jauh lebih murah terlebih jika pemesanan tas dilakukan dalam jumlah massif, dan juga proses pengerjaan lebih cepat dan efisien karena prosesnya yang bisa dilakukan secara massal menggunakan bantuan teknologi. Dimana adanya hal tersebut tentu membuat cara produksi menggunakan teknik ini lebih efisien dalam proses produksinya.
Hasil yang Presisi dan Konsisten (High Precision & Consistency)
Memiliki hasil dengan presisi serta konsistensi tinggi bisa dibilang adalah keunggulan lain yang juga dimiliki oleh teknik cetak bag printing design. Dimana dalam konteks bag printing design sendiri, dapat diartikan jika keunggulannya ini umumnya berkaitan erat dengan bagaimana kemampuan teknologi cetak modern dalam menduplikasi desain digital dari komputer ke atas permukaan tas fisik secara akurat dan seragam, meskipun diproduksi dalam jumlah ratusan hingga ribuan unit. Dan adanya hal tersebut tentu saja sangat relevan dengan kebutuhan pengadaan tas guna keperluan komersial.
Karena seperti dapat kita ketahui bersama jika keperluan tas guna kebutuhan komersial yang umumnya banyak dilakukan oleh perusahaan atau kepanitiaan acara ini umumnya memang dalam skala masaal, sehingga adanya aspek ini tentu saja menjadi sangat krusial, karena teknik cetak bag printing design ini tentu saja tidak hanya mampu menerjemahkan detail detail terkecil dari file desain di komputer ke atas kain tas saja, melainkan lebih dari itu juga bisa mengakurasi desain tersebut secara konsisten tanpa adanya degradasi atau penurunan kualitas dari produk pertama hingga produk terakhir.
Tahap Kerja Menggunakan Teknik Bag Printing Design:

Meskipun dalam proses pengerjaannya, penggunaan teknik cetak seperti bag printing design ini umumnya memang akan menggunakan bantuan teknologi modern, namun tetap saja tidak dapat dipungkiri jika proses desain cetak tas ini hendaknya masih memerlukan ketelitian ekstra, supaya hasil produk yang diciptakan tidak hanya memiliki visual akhir baik saja, tetapi juga awet dengan kualitas yang tetap terjaga. Oleh sebab itu, agar cetakan desain pada tas nantinya tidak meleset dan sungguhan memiliki hasil yang tajam, maka diperlukan adanya proses kerja terstruktur, dengan panduan bag printing design, mulai dari tahap mencari ide hingga file siap cetak, seperti berikut ini:
Tahap Ideasi dan Konseptualisasi (Brainstorming & Ide)
Berperan untuk menentukan arah visual yang ingin dicapai agar cetakan desain tas nantinya bisa sesuai dengan fungsi serta target audiens bisa dibilang adalah tujuan utama dari dilakukannya tahap pertama ini. Bahkan didasarkan oleh alasan itu juga lah tahap ideasi dan konseptualisasi ini dianggap sebagai langkah awal sekaligus pondasi paling krusial dalam seluruh proses desain cetak tas (bag printing design), karena tahap ini memang akan berfokus pada eksplorasi gagasan, pemetaan konsep visual, dan penyelarasan estetika desain dengan fungsi praktis tas serta target audiens yang dituju.
Oleh sebab itu, tanpa dilakukannya tahapan awal ini, maka bukan tidak mungkin jika konsep yang matang sekalipun bisa berpotensi menjadi desain berisiko yang tidak fungsional, dikarenakan tahap ideasi ini pada dasarnya memang memiliki peran utama untuk mencegah kesalahan teknis sejak awal. Dan adapun beberapa hal krusial yang perlu dilakukan dalam tahap ini sendiri, diantaranya adalah seperti menentukan fungsi dan jenis tas, melakukan riset terkait trend dan target audiens, menyusun moodboard yaitu papan referensi sebagai panduan visual agar arah desain tidak melebar, lalu sketching.
Dimana pada proses sketching tersebut, nantinya kita bisa menuangkan ide ide dalam bentuk coretan digital kasar, sekaligus bereksperimen dengan tata letak (layout), posisi logo serta ukuran ilustrasi, guna melihat bagaimana elemen elemen tersebut akan tampak saat diaplikasikan pada dimensi fisik tas. Karena tidak dapat dipungkiri, jika salah satu hal terpenting dalam pencetakan desain pada panduan bag printing design pada dasarnya memang terletak pada bagaimana layout cetakan desain akan ditempatkan, supaya keberadaannya dapat sesuai dengan tujuan pengadaan dan memperoleh eksposur.
Pemilihan Warna (Color Palettes & Color Management)
Karena warna pada layar komputer kada kali memiliki kontras dan tone yang sedikit berbeda dengan visual nyatanya. Secara tidak langsung memang menjadikan tahap pemilihan warna ini perlu mendapat perhatian khusus, dan sebaiknya disesuaikan dengan teknik cetak yang akan digunakan. Dimana adanya hal tersebut pun tentu saja dikarenakan pemilihan color palettes dan color management ini hendaknya memang adalah fase krusial untuk memastikan warna yang dilihat di layar monitor komputer dapat keluar sama persis saat dicetak di atas permukaan tas.
Maka dari itu, jika tahap ini sengaja dilewatkan, maka risiko terbesar yang berpotensi terjadi adalah adanya cacat produksi, seperti warna logo yang redup, color palettes meleset jauh dari warna asli merek (brand colors), atau bahkan tinta printing yang justru tidak terlihat karena terlalu menyatu dengan warna dasar bahan tas. Oleh sebab itu, untuk pengalihan ruang warna pada saat melakukan review desain, adanya baiknya menggunakan pancaran cahaya RGB (Red, Green, Blue) untuk menampilkan warna, sementara mesin cetak menggunakan pigmen tinta fisik CMYK (Cyan, Magenta, Yellow, Black).
Selain itu, karena warna cetakan sangat dipengaruhi oleh warna kain tas itu sendiri, maka ada baiknya untuk menggunakan warna dasar bahan yang memiliki sifat fleksibel dan netral, karena warna tinta akan keluar secara maksimal, sehingga jika menggunakan warna bahan dengan tone terlalu gelap, biasanya akan memerlukan penanganan khusus. Lalu hal lain yang perlu dipertimbangkan pula adalah tentukan pula pembatasan jumlah warna berdasarkan teknik cetak yang dipilih untuk efisiensi biaya sekaligus waktu, terlebih jika teknik cetak yang dipakai adalah sablon manual.
Eksekusi Desain Digital (Digital Designing)
Tahap eksekusi desain digital ini adalah proses selanjutnya yang perlu dilakukan setelah melalui tahap pemilihan warna, yang umumnya akan dilakukan dengan cara memindahkan ide, konsep, serta sketsa kasar yang telah dibuat sebelumnya ke dalam perangkat lunak komputer khusus desain grafis profesional. Dimana dapat dikatakan jika tahap inilah saat momen konsep visual yang sebelumnya sudaj diseketsa secara kasar akan diubah menjadi aset digital yang memiliki akurasi matematis tinggi, rapi, dan siap untuk diproses oleh mesin cetak tanpa mengalami penurunan kualitas.
Oleh sebab itu, untuk memastikan desain tas tidak hanya estetik di layar tetapi juga sempurna saat dicetak, maka ada baiknya untuk memilih software yang tepat, dimana dalam industri cetak tas ini sendiri, keberadaan dari perangkat lunak berbasis vektor seperti Adobe Illustrator, CorelDRAW, atau Inkscape adalah standar wajib. Dan menggunakan salah satu perangkat lunak itu lah nantinya desainer akan mulai menyusun elemen visual seperti logo, ilustrasi, teks, atau motif pattern ke dalam lembar kerja digital untuk mengatur ketebalan tipografi hingga melakukan manajemen layering pada desain.
Penerapan pada Mockup & Cetak Uji (Digital Proofing)
Sebelum masuk ke mesin cetak massal, umumnya desain harus diuji secara visual pada bentuk tas yang sebenarnya terlebih dahulu. Dimana dapat dikatakan jika fase ini sebetulnya memang adalah bagian krusial untuk menjembatani antara desain dua dimensi (2D) di layar komputer dengan hasil fisik asli berupa tas tiga dimensi (3D). Sehingga sebelum benar benar dicetak di atas kain, file desain digital perlu di tempel pada mockup (template digital yang menyerupai bentuk asli tas) untuk melihat bagaimana aspek estetika desain saat diaplikasikan ke benda mati, dan menjamin kepantasan looknya.
Selain itu, karena tas ini adalah produk yang melalui proses potong dan jahit, bukan sekadar lembar kertas datar, tentu hal tersebut menjadikan elemen vital seperti teks, logo, atau informasi penting dipastikan berada jauh dari tepi kain atau ritsleting agar tidak ikut terpotong atau tertutup jahitan. Atau jika penambahan desain ini dilakukan setelah tas sudah berbentuk jadi, maka hal tersebut bertujuan untuk memastikan penempatan cetakan desain tersebut sudah berada dalam posisi yang presisi dan juga proposional, karena dengan posisi penempatan yang tepat, desain tentu akan memiliki eksposur tinggi,
Finalisasi File Siap Cetak (Final Artwork / Press-Ready File)
Menjadi langkah krusial untuk memastikan pihak percetakan (vendor) bisa mengeksekusi desain tanpa ada eror sistem, bisa dibilang memang menjadikan tahap finalisasi file siap cetak ini dianggap sebagai langkah paling krusial. Karena sederhananya, dapat dikatakan jika tahap ini adalah proses dimana kita akan menerjemahkan bahasa desain (estetika) menjadi bahasa produksi (teknis). Sehingga jika tahap ini dilewati atau dilakukan sembarangan, maka risiko yang dihadapi adalah hasil cetak yang buram (pecah), warna yang meleset jauh, font yang berubah berantakan, atau posisi gambar yang terpotong jahitan tas.
Menjadi salah satu jenis teknik cetak yang dikenal efektif serta efisien dengan ketajaman dan kesolidan hasil cetaknya, secara tidak langsung memang membuat keberadaan teknik bag printing design banyak dipilih dalam proses produksi, khususnya yang perlu untuk memberikan sentuhan desain atau ornamen estetis pada produknya, baik itu sebagai hiasan semata maupun sebagai brand identitynya. Tidak terkecuali seperti yang dilakukan oleh para customer yang membutuhkan tas custom guna berbagai macam keperluan komersilnya, namun memiliki pertimbangan ekstra terkait production costnya.
Dan sebagai cara untuk menambahkan desain pada tas agar tampak semakin eyectaching juga keren, dengan identitas kuat, khususnya bila tas tersebut akan dipakai guna keperluan komersil. Maka mempercayakan proses pembuatan tas custom tersebut beserta dengan proses sablonnya pada sebuah jasa pembuatan tas seperti Karya Bintang Abadi bisa dijadikan sebagai pilihan tepat. Mengingat pabrik tas ini sendiri sebetulnya memang sudah dikenal sebagai tempat pembuatan tas custom berkredibilitas baik yang berpengalaman karena sudah berdiri selama lebih dari 10 tahun.
Terlebih sebagai penyedia jasa tas custom terbaik dan berpengalaman, para customer pun tidak perlu ragu akan kenyamanan serta keamanan proses pemesanan tas, karena pabrik ini sudah berlegalitas dan sah secara hukum. Serta memiliki cara pemesanan tas mudah dan cepat, baik secara online maupun offline karena akan dibantu langsung oleh customer service ramah juga tanggap dalam membantu segala kebutuhan customer akan pemesanan tas. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk melakukan pemesanan tas custom guna berbagai keperluan acara agar terasa semakin berkesan.




