fbpx

Cucu Pendiri Hermes Yang Berikan Warisan Ke Tukang Kebunnya

cucu pendiri Hermes

bagikan artikel ini kepada teman

Sebelum masuk dalam pembahasan utama kita tentang cucu pendiri Hermes yang diketahui memberikan warisan ke tukang kebunnya, tentu tidak ada salahnya bagi kita untuk mengetahui secara singkat tentang seluk beluk brand ini beserta apa saja kontroversial yang pernah dibuatnya bukan. Mengingat sebagai brand fashion mewah ternama dunia, Hermes pun tentunya dalam hal ini juga pernah terlibat dalam beberapa kontroversi atau skandal yang cukup menyita perhatian publik. Meskipun jika dibandingkan, kontroversi yang ditimbulkan oleh Hermes memang lah tidak sebanyak beberapa merek lainnya.

Dimana, adanya hal tersebut pun tentu sebetulnya juga tidak terlepas dari Hermes yang dalam hal ini memang sudah dikenal luas sebagai salah satu simbol dari gaya hidup kelas atas, dan seakan akan memang khusus dibuat bagi para kaum jet set yang dalam kesehariannya gemar dikelilingi oleh aneka macam barang branded. Yang mana, seluruh pencapaiannya tersebut pun tentu juga sudah pasti disertai dengan sejarah panjang di baliknya pula. Mengingat Hermes sendiri dalam hal ini memang merupakan salah satu fashion brand asal Paris yang telah berumur tua, yaitu sekitar 185 tahun sejak dari waktu didirikannya pertama kali tepatnya pada tahun 1837 lalu.

Oleh sebab itu, wajar saja bukan jika dari perjalanannya malang melintang selama lebih dari 100 tahun dalam industri mode dunia ini, kesuksesan Hermes pun tidak serta merta berjalan dengan mulus aja, melainkan juga disertai pula dengan beragam rintangan juga kontroversial. Meskipun tidak terlalu sering terlibat dalam kontroversi besar. Namun dapat diketahui jika terdapat beberapa insiden atau kejadian yang diperbuat oleh Hermes yang dinilai cukup menarik perhatian dan menimbulkan beberapa kontroversi, diantaranya seperti beberapa contoh berikut ini:

1. Kontroversi tentang Penggunaan Bahan

Hermes dalam hal ini diketahui pernah terlibat dalam kontroversi terkait penggunaan bahan-bahan langka untuk produk-produknya. Dimana, salah satu contohnya adalah kontroversi yang muncul terkait penggunaan jenis bahan kulit buaya untuk membuat tas Hermes Birkin dan Kellynya yang terkenal memang selalu dibuat menggunakan bahan langka berupa kulit buaya, maupun hewan eksotis lainnnya sebagai bahan utamanya, sehingga dikenal menjadi koleksi tas milik Hermes yang paling eksklusif berharga fantastis.

Yang mana, dikarenakan penggunaan bahan baku kulit hewan eksotis yang cukup langka tersebut lah Hermes  kemudian diketahui menuai kritik dari kelompok-kelompok hak-hak hewan dan lingkungan. Karena penggunaan kulit buaya yang dalam hal ini diketahui melibatkan metode penangkapan, pembunuhan dan pengulitan untuk membuat koleksi produk tasnya dapat dianggap tidak etis. Terlebih beberapa kelompok hak-hak hewan dan lingkungan pun juga mengklaim jika penggunaan kulit buaya dalam skala besar tentunya dapat menyebabkan penurunan populasi hewan tersebut di alam liar.

Namun meskipun begitu, tentu untuk menjaga citra baiknya di masyarakat Hermes pun diketahui tidak tinggal diam, karena untuk menanggapi hal tersebut Hermes diketahui telah mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan transparansi dan keberlanjutan dalam rantai pasokan mereka, yaitu berusaha untuk memastikan bahwa kulit buaya yang digunakan dalam produk-produk mereka berasal dari sumber legal dan berkelanjutan, agar kontroversi dan sensitivitas terhadap isu-isu lingkungan dan kesejahteraan hewan tersebut tidak semakin meningkat di kalangan konsumen dan masyarakat umum.

2. Pembakaran Barang-Barang yang Tidak Terjual

Selain kontroversi tentang penggunaan bahan bahan langka, ternyata Hermes juga pernah terkena kontroversi terkait pembakaran barang-barang yang tidak terjual pada tahun 2012 lalu. Dimana kabar ini tentu saja menjadi sorotan media yang cukup besar, karena Hermes dilaporkan telah membakar barang-barang yang tidak terjual untuk mencegah barang-barang tersebut masuk ke pasar kedua atau dijual dengan diskon besar-besaran, yang mana adanya hal ini tentu sengaja dilakukan oleh Hermes sebagai salah satu cara atau usaha untuk mempertahankan  citra eksklusivitas merek di mata dunia.

Namun, meskipun memiliki tujuan yang cukup jelas, tetapi agaknya keputusan untuk membakar barang-barang tersebut tetap saja menuai kritik keras dari berbagai pihak. Yang mana para kritikus tersebut diketahui mengecam Hermes atas pemborosan sumber daya dan dampak negatifnya terhadap lingkungan. Selain itu, tidak sedikit pula beberapa pihak yang juga mempertanyakan kebijakan perusahaan dalam mengelola stok barang, serta menyuarakan keprihatinan mereka tentang etika bisnis dan tanggung jawab sosial perusahaan. Mengingat Hermes sendiri dikenal sudah sangat lama malang melintang dalam industri ini, sehingga seharusnya memiliki pengelolaan yang baik.

Tetapi seperti kasus sebelumnya, tentu dalam hal ini Hermes pun juga tidak tinggal diam. Karena untuk menanggapi kontroversinya tersebut, Hermès sendiri diketahui memberikan tanggapan terhadap kontroversi ini dengan menjelaskan bahwa keputusan untuk membakar barang-barang tersebut diambil setelah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kualitas produk dan kebijakan merek dalam mempertahankan eksklusivitasnya. Selain itu Hermes pun juga mengklaim bahwa langkah ini sengaja diambil untuk melindungi kepentingan jangka panjang perusahaan serta menjaga standar kualitas yang tinggi untuk produk-produknya.

Yang mana, meskipun diketahui pernah terlibat dalam beberapa kontroversi serius, namun tidak dapat dipungkiri jika Hermes masih saja menjadi salah satu merek fashion yang paling bergengsi dan dihormati dalam dunia mode. karena dikenal dengan kualitas, keahlian, dan warisan klasik yang kuat. Tetapi, selain pernah tersandung kasus tentang penggunaan bahan baku langka, pembakaran produk, hingga kritik atas kebijakan harga dan proses pembelian. Agaknya kontroversial Hermes yang melibatkan salah satu pewarisnya kali ini juga tidak dapat dihiraukan, yaitu cucu pendiri Hermes yang diketahui memberikan warisan pada tukang kebunnya, berikut ini:

Cucu Pendiri Hermes Yang Berikan Warisan Ke Tukang Kebunnya

Story pin image

Menjadi salah satu brand prestige dan ternama dunia, tentu secara tidak langsung memang membuat Hermes juga dikenal sebagai merek yang fenomenal, khususnya dalam industri fashion dunia. Yang mana, kepopuleran dari luxury brand satu ini pun umumnya juga bukan hanya dikarenakan tampilan menawan, kualitas premium, harga fantastis, dan keeksklusifan produk produknya saja, melainkan bisa juga dikarenakan oleh cerita cerita dibalik pilar kesuksesan Hermes yang kerap kali dianggap cukup menggemparkan, contohnya saja seperti berita tentang cucu pendiri Hermes yang belum lama ini diketahui telah memberikan warisan kepada tukang kebunnya.

Dimana, bisa dibilang jika cerita tentang cucu pendiri Hermes yang telah memberikan warisan kepada tukang kebunnya ini memang adalah salah satu cerita yang sangat kontroversial dan cukup menggemparkan. Bahkan saking mencengangkannya, mungkin cerita ini akan dianggap sebagai salah satu sejarah Hermes yang melegenda dan cukup sulit untuk di hiraukan begitu saja. Mengingat, adanya kejadian ini pada dasarnya pun juga bukan hanya sekedar berkaitan erat tentang harta warisan seorang cucu pemilik brand mewah kenamaan dunia saja, melainkan juga tentang kebaikan hati dan alasan pendukung terjadinya kejadian ini.

Karena, dapat diketahui jika adanya kejadian ini sebetulnya bermula dari seorang pria berusia 80 tahun bernama Nicolas Puech, yang dalam hal ini diketahui merupakan cucu atau keturunan dari pendiri brand kenamaan dunia Hermes, yaitu Thierry Hermes yang telah memutuskan untuk mewariskan separuh kekayaannya kepada tukang kebunnya dan membantalkan kontrak warisannya kepada Isocrates Foundation yang dia dirikan. Sehingga pada beberapa waktu lalu sempat memicu pertengkaran publik dengan yayasan yang didirikan keluarganya tersebut. Karena keputusan tersebut yang tentunya ditentang keras oleh yayasan Isocrates.

Yang mana, adapun alasan pertentangan yang dilakukan oleh yayasan Isocrates dapat diketahui karena dari sudut pandang hukum, pembatalan kontrak warisan secara sepihak tampaknya merupakan suatu hal yang tidak sah dan tidak berdasar, terlebih jika pembatalan tersebut dilakukan secara mendadak serta tidak menyertakan alasan yang runtut juga jelas. Oleh karena itu, sejak awal berita ini beredar yayasan Isocrates diketahui masih menentang pembatalan kontrak dan menyetujui pemberian sebagian harta warisan milik cucu pendiri Hermes generasi ke 5 itu kepada tukang kebunnya yang diketahui sudah dianggapnya sebagai saudara atau bahkan anak.

Terlebih, sejak berita tentang cucu pendiri Hermes yang telah memberikan warisan kepada tukang kebunnya ini diturunkan, identitas dari tukang kebun tersebut pun tidak banyak diketahui oleh publik. Namun yang jelas, tukang kebun ini diketahui merupakan seorang pria setia dan rajin yang berasal dari keluarga sederhana berkebangsaan Maroko dan telah memiliki istri berkebangsaan Spanyol, serta dikaruniai dua anak. Dimana, tukang kebun tersebut pun ditaksir sudah berusia 50 tahunan, dan merupakan salah satu tukang kebunnya, yang bekerja di properti milik Nicolas Puech selama bertahun-tahun.

Dan kedekatan yang terjalin antara Peuch dengan tukang kebunnya tersebut pun diketahui diawali dari Peuch yang dikenal memang penyendiri, serta hanya memiliki sedikit kontak dengan keluarganya maupun orang luar. Oleh sebab itu hingga usianya yang terbilang sudah senja tersebut Peuch pun dikenal masih masih saja lajang juga tidak memiliki anak. Dimana, karena itu pula lah Peuch pun menganggap tukang kebunnya yang tidak disebutkan namanya itu sudah seperti saudara sendiri, bahkan ada beberapa sumber yang menyebutkan jika Nicolas Puech telah mengangkat tukang kebunnya tersebut sebagai anaknya.

Mengingat, menurut Peuch tukang kebunnya ini tidak hanya melakukan pekerjaannya dengan baik saja, tetapi juga memiliki hubungan yang dekat serta akrab pula dengan dirinya. Oleh sebab itu, Puech yang diyakini memiliki sekitar 5,7 persen saham di Hermes pun merasa sukarela untuk memberikan sebagian warisannya kepada tukang kebunnya tersebut. Dimana jumlah warisan yang diketahui akan diberikan pun bisa dibilang juga sangatlah mencengangkan. Karena tak tanggung-tanggung, jumlah sebagian warisan yang akan diberikannya kepada tukang kebunnya tersebut diketahui mencapai nilai 11 miliar dolar atau sekitar 174 triliun rupiah.

Oleh sebab itu, dengan nilai yang fantastis tersebut tentu wajar saja bukan jika adanya hal tersebut pun pada akhirnya menjadikan kejadian ini dianggap begitu fenomenal dan menggemparkan. Mengingat dalam kejadian ini, bukan hanya kisah kebaikan seorang tuan kepada tukang kebunnya sampai diberikan sejumlah harta kekayaannya saja, melainkan juga dikarenakan kejadian ini yang melibatkan Nicolas Puech sang cucu dari pemilik Hermes, selaku nama dari sebuah fashion brand high end kenamaan dunia yang dikenal memiliki sejarah panjang dan pamor besar dalam industri mode dunia selama lebih dari 100 tahun.

Nah, demikian lah sedikit penjelasan singkat tentang berita cucu pendiri Hermes yang diketahui memberikan sebagian warisannya kepada tukang kebunnya. Dimana, sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya jika adanya berita ini tentu saja merupakan salah satu hot news dari Hermes yang cukup menggemparkan publik. Namun meskipun begitu, dibalik cerita kontroversialnya tersebut, adanya kejadian ini sebetulnya dapat sekaligus mengajarkan kepada kita tentang pentingnya berbagi kebaikan kepada orang lain tanpa memandang derajat atau siapa orang tersebut.

Menjadi brand tersohor yang tergolong kedalam brand high end bercitra mewah, tentu menjadikan koleksi produk, khususnya tas milik Hermes dikenal tidak pernah mengecewakan, baik dari segi tampilan maupun kualitasnya. Mengingat untuk mendapatkan salah satu produknya, kocek yang harus dirogoh pun juga tidaklah sedikit. Namun taukah anda, bila untuk mendapatkan sebuah tas dengan tampilan menawan serta kualitas terjamin sebetulnya bukan hanya bisa diperoleh dari merek merek kenamaan saja, melainkan anda juga dapat membuatnya secara khusus atau custom pada sebuah jasa pembuatan tas custom bernama Karya Bintang Abadi.

Karena dengan mempercayakan segala kebutuhan tas pada pabrik tas berpengalaman ini, umumnya bukan hanya kepuasan akan tampilan produk menawan serta kualitas terjamin saja yang bisa didapatkan. Melainkan ekspetasi customer akan banyaknya pilihan model serta desain tas kekinian, spesifikasi produk unggul, waktu pengerjaan cepat, dan harga terjangkau pun juga akan terpenuhi. Memiliki kapasitas produksi yang besar, pada dasarnya Karya Bintang Abadi memiliki minimal order sebanyak 50 pcs dengan proses pemesanan aman dikarenakan sudah berlegalitas dan sah secara hukum.

Selain itu Karya Bintang Abadi juga akan menjamin kenyamanan customer maupun calon customer dengan  pelayanan terbaiknya, yang berupa cara pemesanan mudah serta cepat, baik secara online maupun offline yang akan di dampingi langsung oleh customer service ramah juga tanggap dalam membantu segala kebutuhan tas custom customer. Jadi tunggu apalagi? Segera hubungi CS Karya Bintang Abadi untuk melakukan pemesanan tas dengan hasil maksimal dan memuaskan.

Terima kasih sudah membaca artikel kami, jangan lupa untuk share pada orang terdekat anda agar tidak ketinggalan berbagai informasi menarik dan up tp date seputar tas. Semoga bermanfaat!

Berlangganan untuk update dari kami

Jadilah yang paling pertama mendapatkan update dari kami

Mungkin anda juga suka

Copyright 2022 © Karya Bintang Abadi

error: Content is protected !!

Mau tanya seputar tas seminar, silahkan hubungi customer service kami. Butuh penawaran produk disini.

Kirim Pesan Whatsapp